Home » Sepekan Berlalu, Semangat Raden Ajeng Kartini Justru Makin Hidup di SMP Maria Goretti

Sepekan Berlalu, Semangat Raden Ajeng Kartini Justru Makin Hidup di SMP Maria Goretti

oleh fristytarigan

Sungailiat, YTKNews.id — Semangat Raden Ajeng Kartini ternyata tidak berhenti pada peringatan 21 April saja. Bagi keluarga besar SMP Maria Goretti, gaung nilai-nilai Kartini justru terus hidup, bahkan hingga sepekan setelahnya.

Pada 29 April 2026, lapangan SMP Maria Goretti berubah menjadi ruang ekspresi sekaligus pembelajaran karakter. Melalui dua lomba kreatif yaitu menggambar dan mewarnai Ibu Kartini serta fashion show, OSIS menghadirkan sosok “Kartini masa kini” yang berani, kreatif, dan berwawasan.

Kegiatan yang diprakarsai OSIS Bidang Kesenian dan Bela Negara ini tidak sekadar menjadi ajang unjuk bakat. Lebih dari itu, setiap rangkaian lomba dirancang untuk menanamkan nilai perjuangan, kecerdasan, dan keberanian yang diwariskan Kartini.

lomba menggambar dan mewarnai Ibu Kartini

Lomba menggambar yang berlangsung di perpustakaan sejak pukul 08.00 WIB menjadi ruang eksplorasi bagi peserta. Selama tiga jam, siswa menuangkan interpretasi mereka tentang Kartini melalui warna dan imajinasi.

Sementara itu, lomba fashion show yang digelar di lapangan sekolah menghadirkan suasana meriah. Tidak hanya menampilkan busana terbaik, peserta juga diuji melalui pertanyaan seputar Kartini, menjadikan ajang ini tidak sekadar estetika, tetapi juga sarat makna dan pengetahuan.

Kepala SMP Maria Goretti, Ferdinandus Andry Setyawan, S.E., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi sarana refleksi nilai.

“Harapannya, anak-anak tidak hanya tampil percaya diri, tetapi juga bertumbuh menjadi pribadi yang berani, peduli, dan berkarakter,” ujarnya.

lomba fashion show

Senada dengan itu, Pembina OSIS, Nick Frynche Padang, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan siswa, khususnya melalui penghayatan nilai-nilai perjuangan Kartini.

Di balik suksesnya acara, tersimpan cerita proses yang tidak sederhana. Clarissa Maureen, Koordinator OSIS bidang seni, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sengaja dirancang kolaboratif agar tidak monoton.

“Kami belajar banyak, bukan hanya soal seni, tapi juga kerja sama dan tanggung jawab dalam sebuah organisasi,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Revival Valent, anggota panitia, yang mengakui bahwa persiapan acara menuntut kerja hingga larut malam.

“Capek, tapi terbayar. Kami belajar bahwa hasil yang baik selalu melalui proses. Dan ini jadi bahan evaluasi untuk ke depan,” katanya.

para pemenang lomba

Meski telah berlalu, kegiatan ini meninggalkan pesan yang kuat: menjadi Kartini masa kini bukan soal perayaan sesaat, melainkan proses panjang membentuk karakter, keberanian, dan ketulusan dalam setiap langkah.

Kontributor : Fristy

Anda mungkin juga suka