Tanjung Balai Karimun, YTKNews.id – Kekhawatiran akan rendahnya semangat belajar murid dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) sempat menjadi perhatian serius SD Santu Yusuf Karimun. Namun, melalui kolaborasi yang erat antara sekolah dan orang tua, kekhawatiran tersebut kini berbuah kebanggaan. Hasil TKA yang diumumkan pada Jumat, 29 Mei 2026, menunjukkan bahwa rata-rata nilai murid SD Santu Yusuf berhasil melampaui rata-rata Provinsi Kepulauan Riau maupun rata-rata nasional.
Hasil TKA tersebut dibagikan langsung kepada murid oleh pihak sekolah setelah pengumuman resmi diterima. Capaian ini menjadi kabar menggembirakan bagi seluruh warga sekolah karena menunjukkan bahwa upaya pendampingan yang dilakukan selama ini memberikan dampak positif terhadap kesiapan akademik murid.
Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, rata-rata nilai murid SD Santu Yusuf mencapai 76,88. Angka tersebut berada di atas rata-rata Kabupaten Karimun 61,72, Provinsi Kepulauan Riau yang mencapai 66,49 dan rata-rata nasional sebesar 60,17.
Prestasi yang lebih tinggi juga terlihat pada mata pelajaran Matematika. Rata-rata nilai murid SD Santu Yusuf mencapai 58,85, melampaui rata-rata Kabupaten Karimun 45,12, Provinsi Kepulauan Riau sebesar 48,87 dan rata-rata nasional yang berada di angka 43,44.
Kepala SD Santu Yusuf, Benediktus Slamet, mengungkapkan bahwa hasil tersebut merupakan buah dari kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam proses pendidikan murid.
“Keberhasilan ini bukan hanya hasil kerja sekolah, tetapi juga hasil kolaborasi yang baik antara guru, orang tua, dan murid. Ketika semua pihak memiliki tujuan yang sama dan saling mendukung, maka hasil yang baik dapat dicapai bersama,” ujarnya.
Sebelum pelaksanaan TKA, sekolah melihat adanya tantangan berupa semangat belajar sebagian murid yang masih perlu ditingkatkan. Selain itu, berbagai distraksi di era digital juga menjadi tantangan tersendiri dalam membangun kebiasaan belajar yang konsisten di rumah.
Melihat kondisi tersebut, sekolah tidak hanya berfokus pada penguatan pembelajaran di kelas, tetapi juga menghadirkan solusi melalui kegiatan parenting yang melibatkan orang tua. Dalam kegiatan tersebut, orang tua diajak untuk lebih aktif mendampingi anak belajar di rumah, membangun kebiasaan membaca, menciptakan suasana belajar yang nyaman, serta memberikan dukungan emosional yang positif.
Sekolah juga mendorong orang tua untuk menerapkan langkah-langkah sederhana namun berdampak besar, seperti menyediakan waktu khusus belajar setiap hari, menemani anak saat belajar, membiasakan membaca selama 15 menit sebelum tidur, serta melatih kemampuan numerasi melalui aktivitas sehari-hari seperti berbelanja dan menghitung pengeluaran.
Menurut Benediktus Slamet, keberhasilan murid dalam TKA membuktikan bahwa pendidikan tidak dapat berjalan sendiri. Dukungan keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan semangat belajar anak.
“Hasil ini menjadi bukti bahwa ketika sekolah dan orang tua berjalan beriringan, murid dapat berkembang secara optimal. Kami berharap semangat kolaborasi ini terus terjaga demi mendukung keberhasilan murid pada jenjang pendidikan berikutnya,” tambahnya.
Capaian yang diraih murid SD Santu Yusuf tidak hanya menjadi kebanggaan bagi sekolah, tetapi juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan lahir dari kerja sama yang kuat antara sekolah dan keluarga. Dari sebuah kekhawatiran tentang rendahnya motivasi belajar, kini lahir sebuah prestasi yang membanggakan dan menjadi inspirasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus melangkah maju.
Penulis : Josephine Gita Nawan Duhita, S.Pd.



