Home » Melepas Sauh Menuju Masa Depan. Akankah Memori SD Maria Goretti Terbawa Hingga ke Mimpi Mereka?

Melepas Sauh Menuju Masa Depan. Akankah Memori SD Maria Goretti Terbawa Hingga ke Mimpi Mereka?

oleh fristytarigan

SUNGAILIAT, YTKNews.id – Di bawah langit cerah dan sapuan angin Pantai Batu Bedaun, suasana haru dan bahagia menyatu. Pada Selasa, 2 Juni 2026, Pendopo Batu Bedaun menjadi saksi pelepasan siswa-siswi kelas VI SD Maria Goretti yang telah resmi menyelesaikan masa pendidikan sekolah dasar mereka. Memilih konsep outdoor di tepi pantai, acara pelepasan tahun ini terasa lebih berkesan dan penuh keakraban bagi para siswa, guru, maupun orang tua. Mengusung tema yang mendalam, “Anchored in Memories, Sailing the Dreams” (Berlabuh di Kenangan, Berlayar Menuju Mimpi), acara ini bukan sekadar seremonial pelepasan biasa, melainkan sebuah perayaan perjalanan enam tahun yang penuh tawa, air mata, perjuangan, dan persahabatan yang tulus.

Acara dimulai sore hari pukul 15.00 WIB dengan sesi santai menikmati hidangan ringan (snack) dan sesi foto bersama. Di bawah panduan Master of Ceremony (MC), momen ini dimanfaatkan para siswa, guru, dan orang tua untuk mengabadikan senyum kebersamaan sebelum prosesi formal dimulai.

Rangkaian perayaan diawali dengan prosesi kirab yang megah dan sarat makna, menampilkan wibawa para guru serta binar kebahagiaan siswa-siswi kelas 6A dan 6B yang bersiap melangkah ke gerbang masa depan. Momen sakral ini kemudian disempurnakan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara khidmat, dilanjutkan dengan senandung Mars YTK yang dipimpin oleh Ibu Dewi, sebagai simbol peneguhan semangat dan nilai-nilai luhur yang telah dipupuk selama enam tahun lamanya.

Acara formal pun dimulai dengan sambutan hangat dari Kepala SD Maria Goretti, Revita Andy Hapsari, S.Pd. Dalam untaian kalimatnya, beliau menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas perjuangan dan prestasi yang telah diukir oleh para siswa. Beliau juga berpesan agar nilai-nilai karakter yang telah ditanamkan di sekolah ini tetap menyala dan menjadi kompas pelindung di mana pun mereka melanjutkan langkah.

Suasana kian syahdu saat panggung dialihkan untuk sebuah pertunjukan seni yang memukau. Sebuah kolaborasi apik tersaji manis lewat pembacaan puisi yang dibawakan oleh guru Bahasa Indonesia bersama salah seorang perwakilan siswa kelas 6. Lewat bait-bait puisi yang sarat emosi, keduanya seolah berdialog tentang masa lalu yang penuh kenangan dan masa depan yang penuh harapan.

Menyambung getaran rasa dari puisi tersebut, Ibu Feni selaku Wali Kelas 6A, naik ke podium untuk memberikan sambutannya. Sebagai sosok yang menemani dinamika belajar siswa sehari-hari, untaian kata dari Ibu Feni terasa begitu personal. Beliau melepas anak-anak didiknya dengan senyuman terbaik, menyelipkan permohonan maaf, serta doa-doa terbaik agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang tangguh di jenjang yang lebih tinggi.

Sebagai simbolis dari tuntasnya perjuangan manis di bangku sekolah dasar, tibalah pada momen yang paling dinantikan. Satu per satu siswa dipanggil menuju panggung utama untuk menerima pengalungan medali langsung oleh Kepala Sekolah. Medali yang melingkar di dada para siswa bukan sekadar hiasan, melainkan sebuah tanda kehormatan atas kerja keras yang telah mereka lalui bersama di SD Maria Goretti. Momen sakral ini sekaligus menjadi gerbang resmi yang menandai bahwa mereka siap terbang lebih tinggi, membawa nama baik almamater tercinta.

Acara pun dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada siswa-siswi berprestasi di bidang akademik dan nonakademik. Tepuk tangan riuh hadirin mengiringi langkah para juara yang telah mendedikasikan waktu dan energinya untuk mengharumkan nama sekolah. Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa proses tidak pernah mengkhianati hasil.

Menyambung momentum penuh kebanggaan tersebut, Ibu Yuli selaku perwakilan orang tua murid sekaligus Ketua Komite SD Maria Goretti, naik ke podium untuk menyampaikan pesan dan kesan. Dengan penuh ketulusan, beliau menghaturkan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh guru yang telah mendidik anak-anak mereka dengan hati dan kesabaran. Beliau juga menegaskan pentingnya sinergi yang kuat antara sekolah dan orang tua yang selama ini telah terjalin dengan sangat indah.

Kejutan manis kemudian hadir di atas panggung saat para guru SD Maria Goretti berkumpul bersama. Keheningan berganti menjadi gemuruh semangat ketika alunan nada lagu “Mengejar Matahari” mulai berkumandang. Nyanyian yang dibawakan penuh penghayatan oleh para pendidik ini, seolah menjadi suntikan energi dan pesan tersirat agar anak-anak tidak pernah takut bermimpi dan terus berlari mengejar cita-cita mereka.

Keharuan kembali menyelimuti ruangan kala Lizzie menyampaikan pesan kesan mewakili seluruh siswa kelas 6. Dengan tutur kata yang jujur namun sarat makna, ia mengungkapkan dinamika rasa antara kesedihan berpisah dengan sekolah tercinta dan optimisme melangkah ke jenjang baru. Momentum ini ditutup secara khidmat melalui ungkapan maaf atas segala khilaf, dibarengi rasa hormat yang mendalam kepada para guru atas dedikasi tanpa pamrih sebagai orang tua kedua di sekolah.

Keharuan memuncak pada prosesi pelepasan atribut sekolah secara simbolis oleh Kepala Sekolah kepada dua perwakilan kelas 6, menandai akhir perjalanan mereka di bangku sekolah dasar. Pelepasan ini menjadi sebuah ritus transisi yang sakral, dimana SD Maria Goretti secara resmi mengembalikan para rasi bintang muda ini ke pangkuan orang tua mereka, siap melangkah dengan langkah tegak untuk mengenakan seragam baru di jenjang yang lebih tinggi.

Rangkaian ritus formal yang sarat emosi ini akhirnya bermuara pada untaian doa bersama secara khusyuk, melangitkan harapan bagi langkah awal anak-anak menuju masa depan yang cerah. Sebagai pamungkas dari malam yang bersejarah, kebersamaan disempurnakan melalui jamuan makan malam yang hangat. Di sela-sela momen tersebut, gelak tawa, jabat tangan erat, dan kilasan foto bersama berpadu menjadi guratan kenangan abadi yang akan tersimpan rapat dalam memori kolektif keluarga besar SD Maria Goretti.

Seusai jamuan makan malam yang hangat, atmosfer di Pendopo Batu Bedaun bertransformasi menjadi panggung penuh keceriaan yang santai namun berkesan. Acara diawali dengan kilas balik memori melalui tayangan video kenangan, menghadirkan senyum dan gelak tawa haru saat menyaksikan metamorfosis para lulusan dari masa awal sekolah hingga kini. Malam pun kian semarak saat panggung diguncang oleh unjuk talenta yang memukau, mulai dari aksi kreatif siswa kelas 6A dan 6B, penampilan kejutan yang atraktif dari orang tua murid, hingga puncaknya, tarian Hula-Hula dari para guru yang meleburkan seluruh sekat dalam kebersamaan yang utuh.

Sebagai penutup dari seluruh rangkaian acara yang spektakuler ini, seluruh siswa, guru, dan orang tua murid berkumpul bersama di area tengah untuk melakukan Flashmob massal. Gerakan yang kompak dan irama musik yang penuh semangat menyatukan semuanya dalam satu harmoni kegembiraan. Kemeriahan ini menjadi simbol kekompakan dan kegembiraan, menegaskan bahwa acara pelepasan ini bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah pelayaran baru menuju impian yang siap ditaklukkan.

Selamat berlayar, alumni SD Maria Goretti! Jaga jangkar kenanganmu di sekolah tercinta ini, bentangkan layarmu lebar-lebar, dan raihlah mimpimu setinggi langit!

Kontributor: Ida Hastuti

Anda mungkin juga suka