Home » Ketua YTK Paparkan Arah Perjalanan Lima Tahun ke Depan: Partisipatif, Transformatif, dan Berpihak pada Kemanusiaan

Ketua YTK Paparkan Arah Perjalanan Lima Tahun ke Depan: Partisipatif, Transformatif, dan Berpihak pada Kemanusiaan

oleh humas YTK

Pangkalpinang, YTKNews.id – Ketua Yayasan Tunas Karya (YTK), RD. Servasius Samuel, memaparkan tiga tonggak penting dalam perjalanan YTK sekaligus arah pengembangan yayasan untuk lima tahun mendatang. Ketiga tonggak tersebut adalah membangun komunitas yang partisipatif, mengembangkan komunitas yang transformatif dan inovatif berbasis teknologi, serta membangun komunitas yang berpihak pada kemanusiaan.

Hal tersebut disampaikan RD. Samuel dalam sambutan pada perayaan syukur HUT ke-68 YTK, Rabu, 9 September 2026.

Menurutnya, perjalanan YTK selama beberapa tahun terakhir menunjukkan upaya untuk terus membangun komunitas pendidikan yang melibatkan seluruh unsur yayasan.

“Guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik sungguh-sungguh ikut terlibat aktif untuk membangun yayasan ini, sesuai dengan peran dan tanggung jawab masing-masing,” jelasnya.

Beliau menjelaskan, pada 2016, ketika YTK memasuki usia ke-58, yayasan mulai mendorong terbentuknya komunitas yang partisipatif, dinamis, dan hidup. Upaya tersebut terus dikembangkan selama kurang lebih lima tahun.

Memasuki 2021, YTK kembali melakukan refleksi terhadap keberadaannya di tengah perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang semakin cepat. Dari refleksi tersebut, YTK diarahkan untuk membangun komunitas insan pendidikan yang transformatif dan inovatif, dengan memanfaatkan teknologi, nilai-nilai luhur, serta kemitraan.

“Karena itu, kami sangat berharap semakin banyak orang ikut terlibat dalam layanan pendidikan ini,” katanya.

  1. Samuel menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang selama ini menjadi mitra YTK, mulai dari dunia usaha dan industri, lembaga jasa dan perbankan, komunitas religius, hingga sekolah negeri dan swasta.

Menurutnya, kemitraan menjadi salah satu kekuatan penting dalam mengembangkan layanan pendidikan YTK.

Berpihak pada Kemanusiaan

Memasuki 2026, YTK kembali menegaskan arah perjalanan baru. Setelah membangun komunitas yang partisipatif serta transformatif dan inovatif, YTK ingin semakin menjadi komunitas yang berteknologi dan berpihak pada kemanusiaan.

“Tiga gagasan pokok ini kami refleksikan bersama dan kami upayakan agar dihayati oleh Bapak-Ibu guru, pegawai, maupun peserta didik yang ada di unit-unit layanan pendidikan kita,” ungkapnya.

Menurutnya, seluruh upaya tersebut tetap berakar pada visi dan spiritualitas YTK, yakni memberikan pelayanan pendidikan yang unggul dan relevan dengan perkembangan zaman.

Struktur Organ Semakin Lengkap

Dalam kesempatan tersebut, Ketua YTK juga memperkenalkan struktur kepengurusan dan jajaran manajemen YTK periode yang baru. Struktur tersebut terdiri atas Dewan Pembina, Dewan Pengawas, Pengurus, serta empat kepala divisi.

Empat divisi tersebut meliputi Divisi Kurikulum, Divisi Harta Benda dan Keuangan, Divisi SDM dan Personalia, serta Divisi Sekretariat, Dokumentasi, dan Humas.

  1. Samuel menilai struktur baru tersebut sudah semakin lengkap dibandingkan periode sebelumnya. Jika sebelumnya masih terdapat sejumlah rangkap tugas, dalam struktur yang baru pembagian tugas dibuat lebih jelas sehingga diharapkan mampu mempercepat pelaksanaan program dan pelayanan.

“Dari struktur yang lengkap ini, kita harapkan pekerjaan-pekerjaan yang dijalankan dapat berlangsung dengan baik. Kita bergerak makin lincah dan berlari makin cepat,” ujarnya.

Selain struktur utama, YTK juga menyiapkan sejumlah koordinator bidang yang bersifat ex officio untuk menjalankan fungsi koordinasi, kontrol, dan monitoring terhadap bidang-bidang strategis, termasuk kurikulum, SDM dan personalia, keuangan serta teknologi digital.

Khusus bidang teknologi digital, RD. Samuel menjelaskan bahwa pembentukannya merupakan respons terhadap perkembangan dunia industri dan teknologi yang semakin cepat.

“Ke depan akan ada banyak program yang kita kerjakan yang basisnya adalah teknologi digital,” katanya.

Menuju Indonesia Emas 2045

Untuk lima tahun ke depan, YTK mulai menyusun arah perjalanan strategis yang dikaitkan dengan cita-cita Indonesia Emas 2045. Arah tersebut diinspirasi oleh Peta Jalan Pendidikan Indonesia menuju 2045 serta gagasan Magnifica Humanitas dari Paus Leo XIV.

Menurut RD. Samuel, kedua inspirasi tersebut menjadi landasan penting dalam menentukan gerak langkah YTK, yakni mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus tetap berpegang pada nilai kemanusiaan, moral, keutamaan, dan martabat manusia.

“Di satu sisi kita mengikuti semangat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi di sisi lain kita tetap berada dalam kendali ajaran kemanusiaan, moral, dan terutama bagaimana kita menjaga manusia serta nilai-nilai keutamaan dan martabat manusia,” jelasnya.

Untuk 2026, YTK mengusung tema Mewujudkan Layanan Pendidikan yang Adil dan Humanis.” Tema tersebut menjadi titik awal perjalanan strategis YTK dalam beberapa tahun mendatang.

Selanjutnya, pada 2027, YTK akan merefleksikan tema “Menjadi Pelayanan Pendidikan yang Berkarakter Yayasan Tunas Karya.” Tema-tema berikutnya akan menjadi bagian dari perjalanan berkelanjutan YTK menuju 2045.

Bagi YTK, perjalanan 68 tahun bukan sekadar melihat usia, melainkan momentum untuk menegaskan kembali arah pelayanan pendidikan: semakin partisipatif, semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, tetapi sekaligus semakin kuat dalam keberpihakan kepada manusia. (da silva, pr)

 

Anda mungkin juga suka