Pangkalpinang, YTKNews.id — 25 tahun bukanlah waktu yang singkat. Ada banyak suka, duka, dan cerita telah terlewati hingga pada hari Jumat, 23 Januari 2026 menjadi momen puncak yang berharga bagi Bi Lie, S. Akun.
Wanita berusia 48 tahun itu memiliki loyalitas serta dedikasi yang luar biasa atas pengabdian kesetiaan kerja selama 25 tahun berkarya di Yayasan Tunas Karya (YTK).
Momen penuh makna ini dirayakan di Kantor Yayasan Tunas Karya dihadiri oleh Pembina, Pengawas, Pengurus, dan Pegawai Kantor YTK. Dengan balutan kebaya merah dan rok hitam, Bi Lie tampak memesona pada pagi itu, didampingi oleh suami tercinta, Alfonsus Gawa Liwun dan putra tunggalnya, Hieronimus Evander Liwun yang kompak mengenakan pakaian warna senada.
Perayaan syukur tersebut dibuka dengan misa yang dipimpin oleh Mgr. Adrianus Sunarko, OFM selaku Pembina YTK diiringi paduan suara merdu dari koor pegawai Kantor YTK.
Seusai misa, acara selanjutnya dipandu oleh Novita Yuliasari selaku pembawa acara. Dengan senyum lebar, Bi Lie menerima hadiah kesetiaan kerja serta penghargaan yang langsung diserahkan oleh Pengurus YTK.
Alfons diminta menyampaikan sepatah dua patah kata di hari yang bahagia itu. Beliau mengucapkan terima kasih kepada para pengurus YTK yang sudah memberikan penghargaan atas pengabdian kesetiaan kerja Bi Lie selama bekerja di Yayasan Tunas Karya.
Menurutnya, penghargaan selama 25 tahun berkarya ini belum pernah ia temukan di tempat lain. Ini adalah bentuk perhatian serta ketulusan YTK bagi pegawainya.
“Dua puluh lima tahun merupakan proses yang panjang dan saya bersyukur semua itu bisa dilewati dengan baik. Kami sekeluarga merasa senang. Hanya saja, kalau istri saya pulang malam, saya stres karena anak kami sering tanya kapan Mama pulang. Namun, saya memahami bahwa istri saya berdedikasi penuh terhadap pekerjaannya,” ungkap Alfons diselingi tawa kecil.

Romo Yudi usai menyerahkan piagam dan hadiah kesetiaan kerja kepada Bi Lie
Tampilan video slide foto kebersamaan Bi Lie selama berada di Kantor YTK seolah menarik dirinya kembali ke masa lalu. Ada kenangan manis, getirnya kehidupan, serta perjalanan untuk kembali bangkit membuat Bi Lie ingin menitikkan air mata.
Dalam sambutannya, Bi Lie bercerita bahwa ia hampir tidak percaya telah melewati seperempat abad berkarya di YTK. Ia bersyukur atas hari yang bahagia ini karena rahmat Tuhan selalu menyertai hidupnya. Masih diberi kesehatan, pekerjaan, serta kehidupan berkeluarga yang sangat bermakna.
Bi Lie mengenang masa kecilnya ketika masih sekolah. Setiap pulang sekolah, ia dijemput oleh kakak ibunya, Luan yang bekerja di Kantor YTK. Melalui kacamata anak usia SD yang masih lugu dan polos, Bi Lie memandang pegawai Kantor YTK terlihat sangat keren dan berwibawa. Hal itu memunculkan ketertarikan kuat untuk bekerja di Kantor YTK suatu hari nanti.
“Ibu saya pernah bilang ke saya bahwa nanti jika sudah besar bekerjalah di Kantor Yayasan Tunas Karya seperti Ibu Luan,” kata Bi Lie meniru ucapan ibunya dulu.
Ucapan orang tua adalah doa bagi seorang anak. Begitulah Bi Lie akhirnya mendapat pekerjaan di Yayasan Tunas Karya. Tugas pertamanya kala itu adalah menjadi staf tata usaha di SD St. Theresia 3, Kampung jeruk.
Setiap hari ia mengayuh sepeda dari rumah, kemudian sepedanya dititipkan di rumah belakang Gereja Persekutuan Kristen, Pangkalpinang, lalu naik mobil menuju ke sekolah tempatnya bekerja.
Tugas selanjutnya di SD St. Theresia 1. Bi Lie yang merupakan alumni dari sekolah tersebut akhirnya kembali bertemu dengan guru-guru yang pernah mengajarnya. Ia kembali beradaptasi dan merasa senang dapat diterima bekerja di sana dengan baik. Tak hanya menjadi staf tata usaha, Bi Lie juga membantu merawat anak-anak jika ada yang sakit.
Selanjutnya, Bi Lie dimutasikan ke Kantor YTK. Selama bekerja di Kantor YTK, Bi Lie menyaksikan bahwa YTK bertumbuh dan beradaptasi mengikuti perkembangan teknologi. Transaksi jurnal yang dulu masih dihitung manual pelan-pelan mulai berkembang menggunakan Lotus 123, Microsoft Excel, GL Stream, dan terakhir SAK 4.0.
Ucapan terima kasih yang tak terhingga disampaikan Bi Lie kepada Pengurus YTK, teristimewa kepada RD Yudi Kristianto, M.M. Finance yang selalu memberikan dukungan penuh kepadanya dalam menjalankan tugas sebagai Kepala Divisi Harta Benda dan Keuangan.
“Saya berterima kasih kepada Romo Yudi yang selalu memberikan support kepada kami, khususnya tim HBK. Saya selalu berpikir bahwa di mana ada Romo Yudi, di situ ada solusi,” kata Bi Lie yang langsung disambut gelak tawa para pegawai Kantor YTK yang mendengar sambutannya.
Bi Lie turut mengungkapkan harapannya agar YTK dapat maju dan terus berkembang. Ia merasa bahwa YTK merupakan suatu komunitas yang hidup di mana sekarang sudah banyak pegawai muda yang akan menjadi tombak penerus bagi kemajuan YTK di masa mendatang.
Ketua YTK, RD Servasius Samuel, S.Psi., M.Psi., Psikolog pun turut menyampaikan sambutan singkatnya pada hari itu. Kesulitan akan selalu dihadapi di mana pun, tak terkecuali di YTK. Beliau mengingatkan agar sebagai bagian dari keluarga YTK harus memiliki ketahanan mental dan kesiapan diri.
“Mengutip dari homili Mgr. Adrianus bahwa jika harus bertolak ke tempat yang dalam, kita harus memiliki napas yang kuat agar dapat melewati tantangan serta kesulitan yang terjadi,” tukasnya.
Acara selesai pada siang hari, ditutup dengan foto bersama dan ramah tamah. Hiburan karaoke tak ayal berkumandang, menambah kebahagiaan pada hari itu.
Seseorang yang mampu melewati tantangan dalam pekerjaan selama 25 tahun adalah orang yang pantang menyerah dalam menghadapi gejolak hidup dan selalu bersyukur. Di balik kesulitan yang ada, selalu tersimpan hati yang kuat. ***

Berfoto bersama pembina,pengawas,pengurus YTK dan pegawai kantor
Kontributor : Veronika S.
