Home » Dari Misa ke Aksi Nyata, Pramuka Maria Goretti Menanam Harapan untuk Merawat Rumah Bersama

Dari Misa ke Aksi Nyata, Pramuka Maria Goretti Menanam Harapan untuk Merawat Rumah Bersama

oleh fristytarigan

Sungailiat, YTKNews.id — Suasana khidmat dan penuh sukacita menyelimuti perayaan Misa Peringatan Hari Baden-Powell yang diselenggarakan oleh Komunitas Sekolah Santa Maria Goretti pada Senin, 23 Februari 2026. Perayaan Ekaristi ini berlangsung di Gereja Paroki Santa Maria Pengantara Segala Rahmat Sungailiat, dan menjadi momen refleksi sekaligus aksi nyata bagi keluarga besar sekolah dalam menghidupi semangat kepramukaan.

Misa dipimpin oleh Romo Antonius Suyata, MSF, selaku Romo Paroki. Dalam khotbahnya, Romo Antonius menegaskan pentingnya menghidupi tema pastoral Keuskupan Pangkalpinang, yakni “Merawat Rumah Bersama.” Ia mengajak seluruh keluarga besar Komunitas Sekolah Santa Maria Goretti untuk semakin peduli terhadap lingkungan hidup, terutama dalam menjaga kebersihan dan mengelola sampah mulai dari hal-hal kecil yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

“Kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana yang kita lakukan setiap hari,” pesannya kepada para peserta misa.

Suasana misa peringatan Baden Powell

Dalam suasana yang hangat dan interaktif, Romo Antonius juga mengajak para peserta untuk memahami kembali makna lambang tunas kelapa, simbol Gerakan Pramuka. Melalui sesi tanya jawab, ia menjelaskan bahwa setiap bagian dari pohon kelapa memiliki manfaat, sebagaimana seorang Pramuka yang diharapkan dapat berguna bagi banyak orang dalam berbagai situasi kehidupan.

Pada kesempatan tersebut, Kepala SMP Maria Goretti Sungailiat, Ferdinandus Andry Setyawan, S.E., yang juga mewakili Tim Kerja Kepramukaan Majelis Pendidikan Katolik (TKK MPK) Keuskupan Pangkalpinang, menyampaikan latar belakang perayaan ini. Ia menjelaskan bahwa peringatan Hari Baden-Powell menjadi kesempatan untuk mengenang jasa Robert Stephenson Smyth Baden-Powell, pendiri Gerakan Pramuka dunia, yang memiliki visi besar dalam membentuk generasi muda melalui pendidikan karakter, keterampilan hidup, kepemimpinan, serta nilai-nilai moral.

Sebagai wujud nyata dari semangat tersebut, perayaan ini tidak berhenti pada liturgi, tetapi dilanjutkan dengan aksi nyata merawat ciptaan. Komunitas sekolah melaksanakan kegiatan penanaman pohon sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan. Bibit pohon jambu ditanam di halaman SD Maria Goretti Sungailiat, sementara tunas kelapa ditanam di area GOR Sang Depati Sungailiat.

Beberapa anggota Pramuka Penggalang dari SD dan SMP Maria Goretti turut ambil bagian sebagai perwakilan pangkalan dalam kegiatan penanaman tersebut. Antusiasme mereka terlihat jelas ketika secara langsung terlibat dalam menanam pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Pembina Penggalang dari pangkalan SD Maria Goretti, Yohanes Eko Susanto, mengungkapkan kegembiraan para siswa yang mengikuti kegiatan tersebut.

“Anak-anak merasa sangat senang dan bangga bisa ikut menanam pohon di GOR. Kegiatannya seru karena mereka bisa belajar langsung cara menjaga lingkungan. Anak-anak jadi paham bahwa pohon itu penting untuk udara bersih dan membuat tempat olahraga menjadi lebih sejuk. Semoga pohon yang ditanam bisa tumbuh besar dan bermanfaat untuk banyak orang,” ujarnya.

Melalui perayaan ini, Komunitas Sekolah Santa Maria Goretti tidak hanya mengenang sosok Baden-Powell sebagai tokoh penting dalam sejarah Pramuka, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk menanamkan nilai kepedulian, tanggung jawab, dan cinta terhadap alam kepada generasi muda. Sebab merawat bumi sebagai rumah bersama adalah tugas yang dimulai dari langkah kecil, namun dilakukan bersama-sama.

Kontributor : Fristy

Anda mungkin juga suka