Pangkalpinang, YTKNews.id—Mentari pagi di Pangkalpinang belum sepenuhnya terik pada Jumat, 8 Mei 2026 lalu. Namun, di salah satu sudut ruang kelas SD Santo Paulus 1, atmosfernya sudah terasa sangat berbeda. Ada riak ketegangan yang bercampur dengan binar antusiasme yang tertangkap dari wajah anak-anak terpilih. Hari itu bukan hari biasa bagi mereka; hari itu adalah ajang uji coba Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Kota/Kabupaten.
Bagi anak-anak ini, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) bukan lagi sekadar barisan angka rumit atau hafalan teori yang membosankan. Kedua mata pelajaran itu telah menjelma menjadi “senjata utama” yang siap mereka ayunkan di arena kompetisi.
Di sudut kelas yang lain, tampak dua sosok yang tak lelah melempar senyum penenang. Ada Ibu Megah, sang pemandu di bidang IPA, dan Ibu Dwi, arsitek strategi di bidang Matematika. Di bawah asuhan dingin kedua guru pembimbing ini, soal-soal tingkat tinggi yang biasanya menguras otak justru berubah menjadi teka-teki yang seru untuk dipecahkan.
“Anak-anak luar biasa! Rasa ingin tahu mereka sangat besar,” ungkap Ibu Megah dengan mata berbinar bangga setelah simulasi berakhir. Bagi beliau, melatih anak-anak ini bukan sekadar urusan menjejalkan rumus. “Uji coba ini bukan hanya soal latihan soal, tapi bagaimana melatih mental mereka agar tenang dan percaya diri. Kami optimistis mereka bisa memberikan yang terbaik.”

Ketegangan itu pun perlahan mencair berganti tawa riang. Salah satu siswa peserta, dengan wajah berseri-seri setelah bergelut dengan lembar soal, bercerita tentang pengalamannya.
“Awalnya sempat tegang karena ini tingkat Kota/Kabupaten, tapi karena sudah sering latihan bareng Ibu Guru, lombanya jadi terasa seru banget dan bikin ketagihan belajar!”
Kalimat polos itu menjadi bukti otentik bagaimana SD Santo Paulus 1 berhasil membangun lingkungan belajar yang positif. Sekolah ini tidak sedang menciptakan tekanan, melainkan sedang memantik api rasa ingin tahu.
Lewat momen uji coba OSN ini, SD Santo Paulus 1 kembali menegaskan jati dirinya: bukan sekadar gedung tempat belajar, melainkan sebuah medan tempa yang konsisten mencetak generasi muda yang cerdas secara akademik dan berkarakter kuat. Langkah awal telah diambil, mental juara telah diasah, dan kini, para elang muda dari SD Santo Paulus 1 siap mengepakkan sayapnya lebih tinggi menuju gerbang prestasi yang sesungguhnya. (Sfn)
Kontributor : Ruth Nathalie, S.Pd
