Home » Tanamkan Jiwa Mandiri, Murid Kelas 8 SMP Santa Theresia Ikuti Hiking Pramuka Berkarakter

Tanamkan Jiwa Mandiri, Murid Kelas 8 SMP Santa Theresia Ikuti Hiking Pramuka Berkarakter

oleh Marcelina Sandra

Pangkalpinang, YTKNews.id — Dalam upaya membentuk generasi muda yang tangguh dan peduli lingkungan, SMP Santa Theresia sukses menyelenggarakan kegiatan Hiking Pramuka pada 15 Mei lalu. Mengusung tema “Menjadi Generasi Berkarakter dan Berkesadaran”, kegiatan kepramukaan ini diikuti oleh seluruh murid kelas 8. Tak sekadar berjalan menyusuri rute, petualangan ini dirancang sebagai wadah nyata untuk mempererat kebersamaan, menanamkan rasa cinta alam, serta menumbuhkan jiwa sosial yang tinggi di kalangan anggota pramuka.

Para kakak pembina menegaskan bahwa hiking pramuka kali ini bukan sekadar formalitas untuk pengisian nilai rapor akhir. Lebih dari itu, setiap pos dan rute yang dilewati sengaja diintegrasikan untuk menguji sekaligus meningkatkan nilai-nilai karakter esensial, seperti keberanian, tanggung jawab, disiplin, ketelitian, hingga kreativitas para peserta saat dihadapkan pada tantangan di lapangan.

 

Dion, salah satu murid dari kelas 8C, membagikan antusiasmenya setelah berhasil menyelesaikan seluruh rute. Menurutnya, pengalaman Hiking ini memberikan banyak ilmu baru, terutama dalam hal bertahan hidup, belajar mandiri tanpa bergantung pada orang lain, serta pentingnya gotong royong.

 

“Dinamika bersama teman-teman regu sepanjang perjalanan mengajak kami untuk berpikir kritis. Saya yakin ini sangat berguna bagi perkembangan diri kami di masa depan.” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, adik-adik penggalang ramu ditantang untuk menyelesaikan serangkaian misi edukatif di sepanjang rute yang bervariasi. Hiking bukan lagi sebatas aktivitas fisik berjalan kaki, melainkan sebuah proses belajar interaktif untuk memperluas wawasan, menyerap pengetahuan kepramukaan, dan melatih kepekaan untuk saling memahami kondisi antarsesama anggota regu dalam situasi penuh tantangan.

 

Perjalanan dimulai sejak siang hari dengan dilepas langsung oleh Kak Haidar dan Kak Sandra. Sepanjang rute, setiap regu harus melewati enam pos pengamatan yang telah dijaga oleh kakak-kakak pembina. Setiap pos dirancang dengan pemaknaan khusus untuk menguji sekaligus membentuk aspek karakter yang berbeda pada diri setiap anggota pramuka.

 

Beberapa pos yang harus dilalui diantaranya adalah Pos Yel-Yel, yang menjadi wadah untuk adik-adik dalam membakar semangat, melatih kreativitas, serta membangun kekompakan tim sejak awal perjalanan. Pos Sejarah Pramuka, adik-adik diajak kembali menyelami nilai-nilai historis kepanduan guna menumbuhkan rasa bangga dan menghargai perjuangan masa lalu. Kedisiplinan dan ketegasan mental kemudian diuji secara nyata di Pos PBB (Peraturan Baris-Berbaris), di mana setiap anggota regu harus menyelaraskan langkah dan patuh pada instruksi pemimpin demi kebersamaan.  Refleksi spiritual dan moralitas menjadi inti dari Pos Mengingat Dasa Darma dan Tri Satya, adik-adik tidak hanya melafalkan kode kehormatan pramuka tersebut, tetapi juga mendalami penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, ketelitian dan kemampuan berpikir kritis para peserta ditantang di Pos Sandi Kotak. Di pos ini, ketajaman fokus sangat dibutuhkan untuk memecahkan pesan rahasia yang tersembunyi. Petualangan diakhiri di Pos Simpul, sebuah pos yang menguji keterampilan praktis sekaligus mengajarkan filosofi ikatan bahwa hubungan antarmanusia dan organisasi harus diikat dengan kuat, erat, namun tetap fleksibel.

 

Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan untuk tetap menjaga lingkungan dan tidak meninggalkan sampah juga menjadi aksi nyata sepanjang jalur hiking. Langkah kecil ini menjadi bukti konkret dari penerapan tema Berkesadaran, di mana mencintai alam tidak hanya diucapkan, tetapi diwujudkan melalui tindakan menjaga kelestarian lingkungan sekitar.

 

Kak Haidar selaku Pembina Pramuka menyampaikan, hiking adalah miniatur dari kehidupan nyata yang akan kalian hadapi di masa depan. Medan yang menanjak, jalan yang terjal, dan cuaca yang tidak menentu adalah gambaran dari tantangan hidup.

“Melalui kegiatan ini, adik-adik telah membuktikan bahwa dengan kedisiplinan, komunikasi yang baik, dan semangat gotong royong, tidak ada rintangan yang tidak bisa dilewati. Kakak berharap, karakter tangguh, mandiri, dan kepedulian sosial yang telah kalian praktikkan di alam hari ini, dapat terus dibawa dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat. Kalian adalah generasi berkarakter dan berkesadaran yang sesungguhnya.” ucapnya sebagai penutup kegiatan.

Kontributor: Findi Xaverius

Anda mungkin juga suka