Tanjung Balai Karimun, YTKNews.id—Sebuah langkah berani dan inovatif dilakukan oleh SMA Santo Yusup Karimun. Pasalnya, untuk pertama kalinya dan menjadi satu-satunya di wilayah Karimun, siswa kelas XII diwajibkan menyusun karya tulis ilmiah sebagai salah satu penilaian akhir untuk memperoleh ijazah.
Kebijakan ini menjadi terobosan baru dalam dunia pendidikan di daerah tersebut. Seluruh guru turut berperan aktif, tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing sekaligus penguji bagi setiap peserta didik kelas XII. Hal ini menunjukkan komitmen sekolah dalam meningkatkan kualitas akademik dan kesiapan siswa menghadapi jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Program penulisan karya tulis ini mulai dijalankan sejak Januari 2026, diawali dengan proses penentuan judul hingga penyusunan isi karya. Puncaknya, para siswa harus mempertanggungjawabkan hasil karya mereka melalui sidang yang dilaksanakan pada tanggal 8 hingga 16 Maret 2026.
Di awal pelaksanaan, tidak sedikit siswa yang merasa takut dan khawatir menghadapi tantangan baru ini. Bahkan, sebagian dari mereka sempat menganggap program tersebut hanya sebagai gertakan atau sekadar formalitas. Namun, setelah benar-benar terlibat dalam proses penulisan, pandangan tersebut berubah.

Para siswa mulai menyadari bahwa karya tulis ini memiliki peran penting dalam menentukan masa depan mereka. Kesadaran tersebut mendorong munculnya semangat dan antusiasme yang tinggi dalam menyelesaikan tugas tersebut. Mereka pun mulai lebih fokus, serius, dan bertanggung jawab terhadap karya yang sedang mereka susun.
Menariknya, sistem penulisan karya tulis ini memberikan fleksibilitas bagi siswa. Mereka dapat mengerjakannya secara berkelompok dengan maksimal tiga orang, atau memilih untuk menulis secara individu sesuai dengan kemampuan dan minat masing-masing.
Melalui program ini, SMA Santo Yusup Karimun tidak hanya menguji kemampuan akademik siswa, tetapi juga melatih keterampilan berpikir kritis, kerja sama, serta tanggung jawab. Langkah ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk berani berinovasi demi menciptakan generasi yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan. (***)
Reporter : Sri Nova Gressi Situmorang, S.Pd.
