Pangkalpinang, YTKNews.Id – Perayaan Paskah SMP Santa Theresia menjadi salah satu hal yang tidak terlupakan. Perayaan Paskah kali ini merupakan hasil kolaborasi antara sekolah, dan OSIS SMP Santa Theresia. Kegiatan yang berlangsung di GOR ini, dilaksanakan pada 10 April lalu dan diikuti oleh seluruh warga sekolah. Perayaan ini dilaksanakan untuk memeriahkan Hari Raya Paskah serta memicu rasa semangat dan keaktifan para murid. Untuk memeriahkan Perayaan Paskah kali ini, diadakan dengan berbagai lomba diantaranya lomba Venatio Ovorium, Ars Ovorium, Narratio De Pascha, Kuis Alkitab, dan Egg-straodinary Recycle.
Santher Lion Dance pada perayaan kali ini kembali membuka acara, dan seperti biasa, atraksi yang memukau berhasil ditampilkan oleh tim barongsai. Tak hanya penampilan dari Santher Lion Dance saja, OSIS dan MPK SMP Santa Theresia juga menampilkan penampilan yang dapat memicu semangat para murid, yaitu melakukan gerakan animasi bersama yang turut mengajak seluruh peserta untuk bergerak.

Acara paskah dilanjutkan dengan serangkaian lomba yang diselenggarakan oleh OSIS. Salah satunya lomba yang paling diminati adalah Venatio Ovorium (Lomba Mencari Telur). Pada lomba ini setiap kelas mengirim 3 perwakilan siswa. Lomba yang dilaksanakan bersamaan dengan lomba Narratio De Pascha yang dilakukan ini, dilaksanakan di lapangan upacara SMP Santa Theresia dan sekitarnya.
Pada lomba ini, peserta harus mengumpulkan telur sebanyak mungkin. Setiap telur memiliki poin yang berbeda-beda, dan untuk menambah keseruan, panitia juga menyisipkan “zonk”. Poin dan zonk tidak ditunjukkan dengan angka, melainkan menggunakan simbol-simbol seperti hati, lingkaran, dan segitiga. Tantangan semakin besar karena para peserta tidak diberitahukan arti dari simbol-simbol tersebut, sehingga mereka harus mengumpulkan telur sebanyak mungkin tanpa mengetahui apakah itu poin atau zonk.
Salah satu peserta, Angelo dari kelas 8B, mengungkapkan bahwa lokasi telur yang tersembunyi di tempat-tempat sulit menjadi tantangan utama. Ia juga menambahkan bahwa peserta harus bersaing karena jumlah telur yang terbatas.

“Awalnya kami tidak tahu bahwa ada telur di balik rerumputan di sekitar patung Bunda Maria. Namun, karena feeling yang kuat, saya mencoba mencarinya dengan membongkar rerumputan di sekitarnya. Alhasil, kami mendapatkan telur-telurnya,” ujarnya penuh semangat.
Sementara itu, Julien dari kelas 8C menyampaikan pendapat yang sedikit berbeda. Ia menganggap kecepatan sebagai tantangan utama dalam lomba tersebut.
“Mungkin karena beberapa orang larinya cepat, jadi itu sih tantangan terbesarnya,” ungkapnya.
Meskipun begitu, para peserta terlihat antusias untuk mengumpulkan telur yang tersebar di berbagai lokasi. Meskipun hasil yang didapat tidak selalu sesuai harapan, para siswa tetap menikmati setiap prosesnya. Bagi mereka, keseruan, kebersamaan, dan pengalaman yang diperoleh menjadi hal yang lebih berharga daripada sekadar kemenangan.
Jurnalis: Shelomeita dan Racle
