Belinyu, YTKNews.id – Ada yang belum lulus di SMP Santo Yosef Belinyu, yaitu kenangannya. Kenangan yang tersimpan rapi selama tiga tahun di bangku dan meja kelas, ruang-ruang sekolah yang pernah mereka huni, dan secara khusus di kepala para guru serta karyawan SMP Santo Yosef Belinyu. Suka, duka, canda, tawa, semuanya tercampur aduk menjadi satu, melekat erat dan menolak untuk dilupakan.
Selasa, 2 Juni 2026, SMP Santo Yosef Belinyu menjadi saksi bisu pengumuman kelulusan bagi 42 siswa-siswi kelas IX. Acara singkat namun sarat emosi ini dipandu oleh Ibu Sartika. Sebelum hasil dibuka, Ibu Sartika membuka ruang nostalgia, memberikan kesempatan bagi guru, karyawan, dan seluruh siswa untuk saling menyampaikan pesan dan kesan terdalam mereka selama tiga tahun kebersamaan.
Kabar kelulusan tahun ini disampaikan dengan cara yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sebanyak 42 siswa menerima selembar kertas yang tergulung rapi. Mereka diminta untuk membukanya secara bersama-sama.
Rasa berdebar dan tegang tampak jelas merasuki wajah setiap siswa. Detik-detik mencekam itu seketika berubah drastis ketika gulungan terbuka. Sorak-sorai langsung pecah saat mata mereka menangkap kata “Lulus” tertulis di atas kertas tersebut. Air mata bahagia tidak terbendung; mereka saling berpelukan dan bersalaman dalam haru kegembiraan.

Griselda Alexia Zhou, salah satu siswi, tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya. Ia mengungkapkan betapa leganya bisa merayakan kelulusan ini bersama 41 teman seperjuangannya tanpa ada seorang pun yang tertinggal.
Kemeriahan dan keunikan konsep kelulusan ini mendapat apresiasi dari Alex Christian Pantja. Menurutnya, momen seperti ini adalah bentuk penghargaan yang indah bagi perjuangan para siswa.
“Metode pengumuman seperti ini sangat berkesan dan memberikan kejutan yang emosional bagi anak-anak. Ini bukan sekadar tentang selembar kertas kelulusan, melainkan tentang bagaimana menghargai proses yang sudah mereka lalui bersama di sekolah ini,” ujar Alex Christian Pantja.

Senada dengan hal tersebut, Kepala SMP Santo Yosef Belinyu, Marcelinus E. S., menyampaikan rasa bangga sekaligus pesan mendalamnya untuk angkatan yang baru saja lulus ini.
“Lulus seratus persen adalah hadiah dari kerja keras kalian, para guru, dan orang tua. Namun ingat, kelulusan ini bukanlah akhir, melainkan gerbang awal menuju tantangan yang lebih besar di jenjang SMA atau SMK. Tetaplah membawa nilai-nilai luhur yang telah diajarkan di SMP Santo Yosef. Jadilah garam dan terang di mana pun kalian melanjutkan langkah,” ungkap Marcelinus E. S. dengan penuh haru.
Hari pun beranjak siang, namun aura kebahagiaan masih enggan beranjak dari halaman SMP Santo Yosef Belinyu. Langkah kaki ke-42 siswa ini mungkin akan segera meninggalkan pagar sekolah untuk mengejar mimpi yang lebih tinggi, namun jejak tawa dan cerita mereka akan selalu hidup di sudut-sudut kelas.
Selamat berjuang di tempat yang baru, alumni SMP Santo Yosef Belinyu! Teruslah melangkah, karena dunia sedang menunggu karya-karya hebat kalian selanjutnya.
