Pangkalpinang, YTKNews.id — Sejak pagi, Aula SMK Tunas Karya Pangkalpinang mulai dipenuhi aktivitas. Para panitia, undangan, dan jajaran Yayasan Tunas Karya (YTK) mempersiapkan diri mengikuti Perayaan Ekaristi sekaligus pelantikan Pengawas dan Pengurus YTK, periode 1 Juli 2026–30 Juni 2031, Sabtu (8/8/2026). Perayaan Ekaristi yang dimulai pukul 09.00 WIB dipimpin oleh Bapa Uskup Adrianus Sunarko, OFM, selaku Ketua Dewan Pembina YTK. Hadir pula para mantan Pengawas dan Pengurus YTK, kepala sekolah, kepala unit asrama di wilayah Pangkalpinang, serta pegawai Kantor Pusat YTK.
Dalam homilinya, Ketua Dewan Pembina mengajak para Pengawas dan Pengurus YTK yang baru untuk berhati-hati dalam menggunakan kekuasaan dan kewenangan yang dipercayakan kepada mereka. Menurutnya, kekuasaan yang tidak dijalankan dengan bijaksana dapat merugikan kepentingan banyak orang. Karena itu, setiap kewenangan perlu digunakan dengan penuh tanggung jawab dan selalu diarahkan pada kepentingan bersama serta perkembangan YTK.
Mengacu pada kisah Raja Salomo yang memohon hati yang bijaksana, Bapa Uskup mengajak seluruh umat yang mengikuti Perayaan Ekaristi, khususnya para Pengawas dan Pengurus YTK yang baru, untuk belajar dari kebijaksanaan Salomo. Setiap keputusan perlu dipertimbangkan dengan matang, melihat berbagai sisi, serta memperhitungkan dampaknya bagi orang lain.
“Setiap keputusan perlu ditimbang dengan bijaksana agar memberikan dampak yang positif bagi perkembangan YTK,” pesan Ketua Dewan Pembina.
Menutup homilinya, Bapa Uskup Adrianus juga mengajak para Pengawas dan Pengurus untuk memperhatikan terminologi yang tepat dalam memahami sebuah jabatan. Jabatan, menurutnya, bukanlah sesuatu yang sekadar “diduduki”, seolah-olah merupakan posisi untuk memperoleh kekuasaan atau kehormatan.
Sebaliknya, jabatan lebih tepat dipahami sebagai sesuatu yang diemban, dipangku, dan dipikul. Ungkapan tersebut sejalan dengan kearifan lokal yang memandang jabatan sebagai sebuah tanggung jawab dan beban pelayanan yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh.

Perayaan Ekaristi & Upacara Pelantikan
Pengawas dan Pengurus yang Dilantik
Susunan Pengawas dan Pengurus YTK yang dilantik, ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pembina YTK Nomor 008/PEMBINA/YTK/2026. Keputusan tersebut menetapkan Bapa Uskup Adrianus Sunarko, OFM sebagai Pembina YTK. Untuk unsur Pengawas, YTK dipimpin oleh RD. Aloysius Angus, M.Pd. sebagai Ketua, didampingi RD. Antonius Moa Tolipung, Lic. S.Th. sebagai Wakil Ketua dan Ibu Vega Guinadi, M.Fil. sebagai Anggota.
Sementara itu, pada unsur Pengurus, RD. Servasius Samuel, S.Psi., M.Psi., Psikolog dipercaya sebagai Ketua. Posisi Sekretaris dijabat oleh Bpk. Kristiawan Tri Wardana, S.Pd.Ing., sedangkan RD. Yudi Kristianto, M.M. Finance dipercaya sebagai Bendahara. Adapun tiga anggota Pengurus adalah RD. Martinus Lejo da Silva, M.Pd., Bpk. Adrick Bernardy, S.Pd.Ing., dan RD. Mitsiebenson Sitepu, M.Fil.
Susunan Pengawas dan Pengurus tersebut memiliki masa bakti selama lima tahun, terhitung sejak 1 Juli 2026 hingga 30 Juni 2031. Keputusan ini sekaligus menjadi dasar bagi jajaran Pengawas dan Pengurus yang baru untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab dalam mengembangkan karya YTK. Dengan ditetapkannya susunan baru ini, YTK memasuki periode pelayanan dan pengelolaan baru dengan harapan seluruh jajaran Pembina, Pengawas, dan Pengurus dapat menjalankan kepercayaan yang diberikan secara bijaksana, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kepentingan bersama serta kemajuan karya pendidikan YTK.
Seremonial Bersama
Usai Perayaan Ekaristi pelantikan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan acara seremonial bersama. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan mantan Pengurus YTK, Ketua YTK yang baru, dan Ketua Dewan Pembina YTK.
Suasana semakin hangat ketika hadirin disuguhi tayangan video yang mengisahkan jejak pelayanan para mantan Pengawas dan Pengurus YTK. Tayangan tersebut menjadi ungkapan penghargaan atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam perjalanan karya YTK.
Kebersamaan semakin terasa ketika seluruh hadirin diajak menyanyikan Hymne YTK, Mars YTK, dan Lagu “Padamu Negeri”. Lagu-lagu tersebut sekaligus meneguhkan semangat persaudaraan, kecintaan terhadap YTK, serta komitmen untuk terus memberikan yang terbaik bagi karya pendidikan.
Rangkaian sambutan dan acara seremonial tersebut menjadi momentum untuk mengenang perjalanan pelayanan YTK, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada para pengurus sebelumnya, sekaligus meneguhkan harapan bagi jajaran Pengurus dan Pengawas yang baru dalam mengemban tanggung jawab pelayanan selama periode 2026–2031.

Seremonial Bersama
Bersyukur dan Terima Kasih
Mewakili para Pengurus YTK periode sebelumnya yang hadir dalam acara tersebut, Bapak Alberthus Christian, A.Ma.Pd., menyampaikan rasa syukur dan bangga karena pernah menjadi bagian dari perjalanan YTK.
Dalam sambutannya, Alberthus mengatakan bahwa menjadi bagian dari YTK merupakan sebuah pengalaman yang sangat berharga. Selama menjalankan tugas dan pelayanan, ia merasakan adanya dukungan, persaudaraan, serta berbagai perubahan yang membuat YTK semakin terarah dan berkembang menjadi lebih baik.
Mantan Pengurus yang berkarya di YTK selama 40 tahun ini juga menyampaikan terima kasih kepada Bapa Uskup Adrianus Sunarko, OFM, atas kepercayaan yang telah diberikan kepadanya dan para pengurus sebelumnya untuk ambil bagian dalam pelayanan serta karya YTK.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada jajaran Pengawas YTK yang selama ini menjalankan tugasnya. Dengan nada penuh keakraban dan diselingi humor, Alberthus mengungkapkan bahwa selama menjalankan tugas sebagai Pengurus, ia bahkan merasa “tidak diawasi”. Ungkapan tersebut menggambarkan hubungan yang terbangun dalam semangat saling percaya, persaudaraan, dan kebersamaan antara Pengawas dan Pengurus.
Alberthus juga mengungkapkan sisi personal dari perjalanan pelayanannya. Ia menyebut dirinya sebagai orang pertama dari Payung yang kemudian menjadi Katolik dan mendapat kesempatan untuk menjadi bagian dari kepengurusan YTK. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup dan pelayanannya.
“YTK sudah menjadi rumah bagi saya,” ungkapnya.
Karena itu, ketika mengakhiri masa tugasnya, Alberthus menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas segala kekurangan, kesalahan, maupun hal-hal yang mungkin kurang berkenan selama menjalankan tanggung jawab sebagai Pengurus YTK.
Kepada para Pengawas dan Pengurus YTK yang baru, ia menyampaikan ucapan selamat atas kepercayaan yang telah diberikan. Ia berharap jajaran yang baru dapat menerima dan mengemban tugas tersebut dengan penuh tanggung jawab, semangat pelayanan, dan komitmen untuk terus membawa YTK menjadi semakin baik.
“Selamat menerima dan mengemban tugas,” pesannya kepada jajaran Pengurus YTK yang baru.
YTK Lima Tahun Ke Depan
Sementara itu, Ketua YTK yang baru, RD. Servasius Samuel, S.Psi., M.Psi., Psikolog, dalam sambutannya menyampaikan komitmen untuk membawa YTK memasuki perjalanan baru selama lima tahun ke depan.
Ia menegaskan pentingnya kerja bersama yang terarah dan berkesinambungan. Karena itu, YTK telah menyusun arah pengembangan lima tahun yang menjadikan HUT YTK dan RKAT sebagai momentum refleksi sekaligus perencanaan strategis lembaga.
Arah tersebut secara bertahap mencakup upaya mewujudkan pendidikan yang adil dan humanis (2026), pelayanan pendidikan yang berkarakter (2027), semakin transformatif dan berdaya saing (2028), memberdayakan (2029), semakin relevan dan signifikan bagi masyarakat (2030), serta menjadi komunitas pendidikan yang terbuka dan dinamis (2031).
Menurutnya, perjalanan tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh unsur YTK agar yayasan tidak hanya mampu mengikuti perubahan zaman, tetapi juga berani bertransformasi, meningkatkan kualitas pelayanan, dan tetap setia pada identitas YTK sebagai lembaga pendidikan Katolik.
Menjaga Kesinambungan dan Terus Berformasi
Dalam sambutannya, Ketua Dewan Pembina YTK, Bapa Uskup Adrianus Sunarko, OFM, menyampaikan terima kasih kepada para Pengurus dan Pengawas periode sebelumnya atas dedikasi dan pelayanan yang telah diberikan. Beliau juga mengapresiasi kesediaan jajaran baru untuk menerima tanggung jawab pelayanan di YTK.
Menurutnya, perpaduan antara pengurus lama dan baru penting untuk menjaga kesinambungan karya YTK. Para pengurus baru diharapkan tekun belajar dengan membaca dan memahami berbagai dokumen serta pengalaman yang telah menjadi bagian dari perjalanan YTK.
Uskup Adrianus juga menekankan pentingnya formasi yang terus-menerus, baik bagi pengurus maupun guru. Semangat untuk terus belajar dan berkembang merupakan salah satu kekuatan YTK yang perlu dipertahankan.
Selain itu, YTK diajak semakin peka terhadap persoalan kesehatan, pendidikan, sosial, ekologi, perempuan, dan mereka yang mengalami penderitaan. Berbagai persoalan tersebut perlu dilihat sebagai tantangan sekaligus peluang untuk menghadirkan pelayanan pendidikan yang semakin relevan dan manusiawi.
Setelah rangkaian sambutan, acara dilanjutkan dengan pemberian cendera mata kepada para mantan Pengurus YTK sebagai ungkapan terima kasih atas dedikasi dan pelayanan mereka. Kebersamaan kemudian dilanjutkan dengan foto bersama, makan bersama, rekreasi, dan bernyanyi bersama. Suasana penuh keakraban tersebut menjadi penutup rangkaian pelantikan sekaligus meneguhkan semangat kebersamaan untuk mewarisi yang baik, melanjutkan karya, dan bersama-sama membawa YTK memasuki perjalanan lima tahun ke depan. (da silva, pr)
