Pangkalpinang, YTKNews.id – Setelah mengikuti Misa Syukur dan rangkaian seremoni perayaan HUT ke-68 Yayasan Tunas Karya (YTK) sejak pagi hingga siang hari, semangat para pegawai tidak surut. Mereka tetap antusias berkumpul di GOR SMP St. Theresia Pangkalpinang untuk mengikuti acara ramah tamah dan kebersamaan hingga pukul 17.00 WIB pada Rabu (9/9/2026).
Acara ini menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan dan kebersamaan seluruh keluarga besar YTK wilayah Bangka yang terdiri atas guru, tenaga kependidikan, tenaga nonkependidikan, serta pegawai dari berbagai unit karya.
Setelah santap siang bersama, suasana semakin meriah ketika para pegawai bersiap menampilkan kreativitas dari komunitas masing-masing. Sebanyak delapan komunitas wilayah Bangka ambil bagian, yakni Komunitas Santa Maria Mentok, TK-SD Karya Toboali, Pangkalpinang 1, Pangkalpinang 2, Hilarius Parittiga, Belinyu, Koba, dan Sungailiat. Komunitas-komunitas tersebut merupakan gabungan dari sejumlah unit karya sekolah YTK di wilayah masing-masing.

Penampilan Komunitas Mentok dan Komunitas Toboali
Rangkaian acara ini terasa istimewa karena seluruh penampilan dipersiapkan dan dipersembahkan dari, oleh, dan untuk keluarga besar YTK. Para pengisi acara tampil dengan penuh semangat, kreativitas, dan kekompakan.
Beragam penampilan tersebut tidak sekadar menjadi hiburan. Lebih dari itu, pentas seni menjadi ruang bagi para guru dan pegawai untuk berkolaborasi, berinteraksi, serta membangun keakraban lintas unit karya.
Regina Iku, S.Psi., perwakilan dari unit kantor yang tampil bersama Komunitas Pangkalpinang 1, mengaku bahagia dapat ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
“Dengan adanya pentas seni dan sesi kebersamaan ini, saya berkesempatan untuk berdinamika, berinteraksi, dan mengenal lebih banyak rekan-rekan baru. Selama prosesnya, banyak dinamika yang seru dan lucu sehingga suasananya terasa menyenangkan,” ungkap Regina.

Persembahan dari Komunitas Parittiga dan Komunitas Belinyu
Ia juga mengapresiasi kekompakan para pegawai selama mempersiapkan penampilan.
“Saya melihat teman-teman sangat kompak dan cepat belajar, terutama ketika mempelajari gerakan-gerakan baru. Bagi saya, kegiatan ini menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus ajang untuk mengenal lebih dekat dan berinteraksi satu sama lain,” lanjutnya.
Kesan tersebut menggambarkan semangat utama acara ramah tamah HUT ke-68 YTK bukan sekadar merayakan ulang tahun, tetapi juga merawat persaudaraan dan memperkuat kebersamaan seluruh pegawai dari berbagai unit karya.
Menurut Theresia Feby Pakpahan, S.Pd., selaku koordinator acara, urutan dan bentuk pentas seni dari unit-unit karya YTK se-Bangka disusun dengan mempertimbangkan asal masing-masing komunitas.
“Pengaturan urutan kami lakukan agar rekan-rekan dari luar Pangkalpinang dapat merasakan suasana penyambutan dan kebersamaan sejak awal kegiatan,” tutur Feby.
Dalam menentukan penampilan, panitia tidak menetapkan kriteria khusus. Setiap komunitas diberikan kebebasan untuk berkreasi sesuai dengan karakter dan kekhasan masing-masing.
“Meskipun sempat muncul kekhawatiran adanya kesamaan musik atau konsep, kreativitas setiap unit justru mampu menghadirkan penampilan yang beragam dan menarik,” jelas Feby.

Pentas Seni dari Komunitas Sungailiat, Pangkalpinang 1 dan Pangkalpinang 2
Ia mencontohkan penampilan unik dari Komunitas Belinyu, drama musikal dari Toboali yang mengangkat cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, serta aksi musik dari Komunitas Mentok yang memanfaatkan beragam alat musik.
“Dengan keyakinan penuh, kami percaya rekan-rekan memiliki kreativitas yang tinggi untuk mengolah pentas seni menjadi sesuatu yang berbeda,” tambahnya.
Kemeriahan acara semakin terasa ketika delapan komunitas tampil secara bergantian dan diselingi sesi doorprize. Sebanyak 145 hadiah disiapkan untuk para pegawai. Hadiah-hadiah tersebut berasal dari panitia dan para sponsor sebagai bentuk apresiasi bagi seluruh keluarga besar YTK.

Penampilan dari Komunitas Koba dan Tari Bersama Para Pegawai
Menjelang akhir acara, suasana semakin hangat. Seksi acara mengajak seluruh pegawai untuk berjoget dan bergembira bersama. Ajakan tersebut disambut antusias, bahkan oleh para Romo Pengurus YTK yang turut larut dalam suasana kebersamaan.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan sayonara. Canda, tawa, dan kebersamaan menjadi penutup manis perayaan HUT ke-68 Yayasan Tunas Karya. Selamat ulang tahun Yayasan Tunas Karya, teruslah jaya.
Kontributor : Maria Sisca Inovanni, S.Pd.
