Sungailiat, YTKNews.id – Komunitas TK dan SMP Santa Maria mengadakan kegiatan rekoleksi bersama, pada 29–30 Oktober 2026 dengan mengangkat tema “Setia dalam Panggilan, Tertib dalam Pelayanan, Membangun Sikap Disiplin, Bertanggung Jawab, Humanis, dan Berintegritas.”
Kegiatan diawali dengan pendalaman materi yang dibawakan oleh Romo Yohanes Agus Riyanto, M.S.F. Beliau mengajak seluruh anggota komunitas TK dan SMP Santa Maria untuk semakin menyadari makna kesetiaan dalam panggilan dan ketertiban dalam pelayanan, serta menghidupi nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, sikap humanis, dan integritas dalam melaksanakan tugas sehari-hari.
Rangkaian kegiatan rekoleksi ditutup dengan Perayaan Ekaristi di Gereja Santa Perawan Maria Pengantara Segala Rahmat, Sungailiat. Dalam homilinya, Romo Yohanes Agus Riyanto, M.S.F. menyampaikan refleksi mendalam mengenai sepuluh penyakit Kuria Roma yang pernah diuraikan oleh Paus Fransiskus sebagai bahan introspeksi diri dalam menjalankan tugas dan pelayanan.
Tidak hanya berfokus pada pendalaman rohani, rekoleksi ini juga diwarnai dengan kegiatan keakraban yang seru, penuh tawa, dan kebersamaan. Melalui berbagai aktivitas yang melibatkan para guru dan karyawan, suasana persaudaraan terasa semakin kuat. Setiap pegawai mendapat kesempatan untuk berinteraksi, bekerja sama, dan membangun kedekatan tanpa sekat. Keceriaan yang tercipta dalam kegiatan ini menjadi bukti bahwa kebersamaan merupakan kekuatan penting dalam mendukung pelayanan dan karya pendidikan.
Kegiatan keakraban tersebut juga menjadi ruang untuk menumbuhkan semangat saling mendukung, memahami perbedaan, serta memperkuat kerja sama antara komunitas TK dan SMP Santa Maria. Dengan hubungan yang semakin erat, diharapkan seluruh anggota komunitas dapat terus berjalan bersama, saling menguatkan, dan menciptakan suasana kerja yang harmonis serta penuh semangat kekeluargaan.
Melalui rekoleksi ini, seluruh anggota komunitas TK dan SMP Santa Maria diharapkan semakin bertumbuh dalam iman, memperkuat persaudaraan, serta mewujudkan pelayanan pendidikan yang tulus, disiplin, dan penuh tanggung jawab.
Selain itu, seluruh peserta merumuskan komitmen bersama yang akan diterapkan di lingkungan sekolah. Langkah konkret ini dilakukan agar nilai-nilai pelayanan, integritas, dan kedisiplinan yang diperoleh selama kegiatan rekoleksi dapat terus dihidupi dan diwujudkan secara nyata demi kemajuan sekolah serta peningkatan kualitas pendidikan bagi para peserta didik.
“Semoga momentum rekoleksi ini mampu menyalakan kembali semangat pengabdian seluruh pendidik dan tenaga kependidikan sehingga sekolah terus menjadi teladan dalam iman, kedisiplinan, serta ketulusan dalam melayani.”
Kontributor: Gracia Josepha Biora
