Home » KB-TK Regina Pacis Laksanakan Outing Class Edukatif ke UPT Museum Tanjungpandan

KB-TK Regina Pacis Laksanakan Outing Class Edukatif ke UPT Museum Tanjungpandan

oleh humas YTK

TANJUNGPANDAN, YTKNews.id – Sebanyak 50 peserta didik KB-TK Regina Pacis mengikuti kegiatan Outing Class ke UPT Museum Tanjungpandan pada Jumat, 30 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan sejarah, budaya, dan kekayaan alam Pulau Belitung melalui pengalaman belajar secara langsung di luar lingkungan sekolah sebagai bagian dari pembelajaran yang bermakna dan kontekstual.

Kegiatan diawali pada pukul 07.15 WIB dengan berkumpulnya seluruh peserta didik di aula sekolah. Mereka didampingi oleh kepala sekolah, empat orang guru, dan satu orang karyawan yang bertugas memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan menyenangkan. Sebelum keberangkatan, peserta didik mengikuti proses absensi serta menerima pengarahan mengenai tata tertib dan sikap yang perlu diterapkan selama kunjungan berlangsung.

Pada pukul 07.45 WIB, rombongan berangkat menuju UPT Museum Tanjungpandan dengan berjalan kaki. Sepanjang perjalanan, peserta didik tampak bersemangat sambil tetap menjaga kedisiplinan di bawah pengawasan para pendamping. Rute perjalanan melewati Gereja Regina Pacis Belitung sebelum akhirnya rombongan tiba di museum sekitar pukul 08.00 WIB.

Setibanya di lokasi, peserta didik disambut oleh Bapak Galih selaku pemandu museum yang memimpin tur edukatif hingga pukul 09.00 WIB. Melalui penjelasan yang komunikatif dan mudah dipahami, peserta didik diajak menjelajahi berbagai ruang pamer yang menyimpan kekayaan sejarah, budaya, dan alam khas Belitung.

Sesi kunjungan diawali dengan pengenalan peta Pulau Belitung serta informasi mengenai kekayaan sumber daya alam yang dimiliki daerah tersebut, khususnya timah yang selama bertahun-tahun menjadi komoditas penting dalam perkembangan ekonomi masyarakat Belitung. Melalui maket, diorama, dan koleksi peralatan tambang peninggalan masa kolonial, peserta didik memperoleh gambaran mengenai sejarah pertambangan timah yang menjadi bagian penting dari identitas Pulau Belitung.

Selanjutnya, peserta didik diajak mengenal koleksi harta karun maritim berupa keramik kuno yang ditemukan dari bangkai kapal dagang di perairan Belitung. Berbagai koleksi berupa piring, mangkuk, dan gerabah dari Dinasti Tang, Song, Yuan, hingga Ming menjadi bukti bahwa wilayah Belitung pernah menjadi bagian penting dalam jalur perdagangan maritim dunia. Kunjungan kemudian berlanjut ke ruang koleksi senjata bersejarah yang menampilkan berbagai jenis senjata, seperti keris, tombak lade, badik, golok, katana Jepang, hingga senapan laras panjang peninggalan Belanda.

Peserta didik juga mengunjungi ruang etnografi yang menampilkan berbagai peninggalan budaya masyarakat Belitung. Mereka diperkenalkan pada pakaian pengantin tradisional khas Belitung yang mencerminkan akulturasi budaya Melayu dan Tionghoa. Selain itu, peserta didik mengamati berbagai peralatan rumah tangga kuno, seperti setrika arang, tempat sirih, periuk tembaga, dan gantang yang dahulu digunakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Di ruangan ini juga terdapat patung penghormatan kepada pahlawan daerah, H.O.S. Hanandjoeddin.

Salah satu lokasi yang paling menarik perhatian peserta didik adalah area kebun binatang mini yang berada di lingkungan museum. Di tempat tersebut, mereka dapat melihat berbagai satwa, seperti monyet, pelikan, elang putih, ikan aligator, ular, buaya, serta beragam jenis burung eksotis. Sementara itu, di dalam museum terdapat koleksi fauna awetan, antara lain biawak, telur buaya, buaya muara berukuran besar, dan binat atau kura-kura air tawar.

Selama kegiatan berlangsung, peserta didik menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi. Mereka aktif mengamati berbagai koleksi dan mengajukan pertanyaan kepada pemandu maupun guru pendamping. Salah satu momen menarik terjadi ketika seorang peserta didik kelas TK A, Heaven Nathanael, memperhatikan koleksi buaya muara yang diawetkan di ruang pamer. Dengan penuh rasa penasaran, ia bertanya, “Ibu, buayanya ada dalam kaca, diawetkan pakai apa?” Pertanyaan tersebut mengundang senyum kagum para pendamping sekaligus menunjukkan bahwa pengalaman belajar secara langsung mampu menumbuhkan sikap kritis dan rasa ingin tahu sejak usia dini.

Setelah sesi tur museum berakhir, rombongan diarahkan menuju area tenda yang telah disiapkan oleh pihak museum. Peserta didik duduk bersama secara lesehan di atas terpal untuk mengikuti permainan edukatif dan kuis yang dipandu oleh wali kelas masing-masing. Pertanyaan yang diberikan berkaitan dengan materi yang telah dipelajari selama kunjungan. Peserta didik yang berhasil menjawab dengan benar memperoleh hadiah yang telah dipersiapkan sebelumnya. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan kognitif, komunikasi, dan keberanian peserta didik dalam menyampaikan pendapat serta menjawab pertanyaan di hadapan teman-temannya.

Pada pukul 09.30 hingga 10.15 WIB, seluruh peserta didik melaksanakan kegiatan mencuci tangan dan makan bersama. Suasana kebersamaan dan keceriaan tampak mewarnai kegiatan tersebut. Setelah selesai makan, peserta didik berkemas dan bersiap untuk pulang. Seluruh peserta didik kemudian dijemput oleh orang tua masing-masing dalam keadaan sehat, aman, dan gembira.

Kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta didik. “Saya senang melihat buaya besar dan ikan nila di kolam,” ujar Erfan Togu dari kelas TK B2. Bagi sebagian peserta didik, kunjungan ini merupakan pengalaman pertama mengunjungi museum sehingga memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan menyenangkan.

Kepala KB-TK Regina Pacis, Ibu Della, menyampaikan bahwa kegiatan Outing Class merupakan salah satu bentuk implementasi pembelajaran yang berpusat pada pengalaman nyata anak.

“Belajar paling baik untuk anak-anak adalah ketika mereka dapat melihat dan mengalami sendiri apa yang sedang dipelajari. Melalui kunjungan ke Museum Tanjungpandan, mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang sejarah dan budaya Belitung, tetapi juga belajar menghargai warisan daerah serta membangun rasa ingin tahu yang akan menjadi bekal penting dalam proses belajar mereka di masa depan,” ujar Ibu Della.

Senada dengan hal tersebut, Ibu Mona selaku guru pendamping menilai bahwa kunjungan edukatif ke museum membantu peserta didik memahami materi pembelajaran secara lebih konkret. Hal ini karena mereka dapat mengamati secara langsung berbagai koleksi yang berkaitan dengan sejarah pertambangan timah, kehidupan masyarakat masa lampau, serta kekayaan budaya dan alam Belitung.

Melalui kegiatan Outing Class ini, KB-TK Regina Pacis kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang holistik, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pengalaman belajar yang membekas bagi peserta didik sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap sejarah, budaya, dan lingkungan daerah sejak usia dini. Dengan demikian, pengalaman yang diperoleh dapat menjadi fondasi awal bagi tumbuhnya generasi yang berkarakter, berwawasan luas, serta bangga terhadap warisan budaya bangsa.

Kontributor: Theresia Trisila Dewi, S.S.

Anda mungkin juga suka