Pangalpinang, YTKNews.id — Prestasi tidak selalu berawal dari perjalanan panjang di satu tempat. Terkadang, keberanian untuk memulai di lingkungan baru justru membuka kesempatan untuk berkembang dan menemukan potensi diri. Itulah yang dialami Maria Bellvania, murid kelas VIII B SMP Santa Theresia yang biasa disapa Ibel.
Baru bergabung dengan SMP Santa Theresia di kelas VIII, Ibel telah menorehkan prestasi membanggakan. Ia meraih Juara II LKS (Lomba Kompetensi Siswa) SMP YTK tahun 2026 bidang IPA. LKS adalah OSN versi Yayasan Tunas Karya Pangkalpinang. Bersama tim, Ibel juga meraih Juara III LCC dalam ajang SJC (Saint Joseph Competition) 8.0.
Ketertarikan Ibel pada IPA berawal dari rasa ingin tahunya terhadap berbagai fenomena dalam kehidupan sehari-hari. Baginya, IPA bukan sekadar pelajaran di kelas, melainkan kesempatan untuk memahami bagaimana dan mengapa sesuatu terjadi. Ketertarikan inilah yang mendorongnya untuk terus belajar dan memperdalam pengetahuan.
Dalam mempersiapkan kompetisi, Ibel membiasakan diri mempelajari kembali materi, mengerjakan latihan soal, dan memperdalam hal-hal yang belum dikuasainya. Tantangan berupa luasnya materi dan pengaturan waktu belajar menjadi pengalaman berharga yang melatih kedisiplinan dan ketekunannya.
Pengalaman yang berbeda ia rasakan saat mengikuti LCC dalam ajang SJC 8.0. Bersama tim, Ibel belajar saling melengkapi pengetahuan, bekerja sama, dan mengambil keputusan dengan cepat. Ia menyadari bahwa keberhasilan dalam kompetisi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kekompakan dan kerja sama tim.
“Bagi saya, pencapaian ini bukan sekadar tentang mendapatkan juara, tetapi juga menjadi bukti bahwa kerja keras dan keberanian untuk mencoba dapat menghasilkan sesuatu yang berarti,” ungkapnya.
Perjalanan Ibel di SMP Santa Theresia juga menjadi bagian dari proses adaptasi. Keputusannya bersekolah di SMP Santa Theresia, pindah dari sekolah sebelumnya, turut dipengaruhi oleh sang kakak yang merupakan alumni SMP Santa Theresia. Meski sempat merasa canggung menghadapi lingkungan dan teman-teman baru, dukungan guru dan teman-teman membantunya merasa nyaman dan berani mencoba berbagai hal.
Ibel mengungkapkan bahwa orang tua, kakak, guru, dan teman-teman memiliki peran penting dalam perjalanan prestasinya. Semangat, bimbingan, dan kepercayaan yang diberikan menjadi dukungan berarti baginya untuk terus berkembang.
Baginya, mengikuti kompetisi bukan hanya tentang kemenangan. Kedisiplinan, keberanian, kerja sama, serta kemampuan mengelola rasa gugup merupakan pelajaran yang akan terus dibawanya. Ia pun semakin tertarik untuk menekuni bidang sains di masa depan.
Kepada teman-temannya, Ibel berpesan,
“Jangan takut untuk mencoba dan jangan terlalu khawatir dengan hasil akhirnya. Setiap orang memiliki potensi masing-masing. Teruslah belajar, berani mengambil kesempatan, dan jadikan setiap pengalaman sebagai proses untuk berkembang.” pesannya penuh makna.
Kisah Ibel menjadi pengingat bahwa setiap murid memiliki potensi yang dapat terus bertumbuh. Dengan kemauan belajar, keberanian mengambil kesempatan, serta dukungan dari lingkungan, langkah kecil hari ini dapat menjadi awal dari pencapaian yang lebih besar di masa depan.
Kontributor: Lidwina
