Belinyu, YTKNews.id – Kegiatan pembelajaran di luar kelas merupakan salah satu metode yang efektif dalam mendukung perkembangan anak usia dini. Pada Kamis, 29 Oktober 2026, suasana di Taman Kanak-Kanak (TK) Santa Agnes tampak lebih ramai dan meriah dari biasanya. Anak-anak didik berkumpul di halaman sekolah dengan mengenakan seragam yang rapi dan serasi. Mereka bersiap mengikuti kegiatan kunjungan ke Gua Maria sebagai bagian dari agenda wisata rohani dan ziarah yang telah diprogramkan oleh pihak sekolah.
Kegiatan wisata rohani dan ziarah ini merupakan bagian dari program tahunan TK Santa Agnes. Sebelum keberangkatan, anak-anak mulai membentuk barisan dengan tertib di halaman sekolah. Mereka berdiri berpasangan dan saling bergandengan tangan dengan penuh keakraban. Pemandangan penuh kebersamaan terlihat ketika rombongan mulai berjalan meninggalkan halaman sekolah dengan formasi berpasangan.
Gandengan tangan tersebut menjadi simbol kebersamaan dan kepedulian antarteman selama perjalanan. Sepanjang perjalanan, rombongan anak-anak mendapatkan pendampingan dari kepala sekolah, para guru, serta pegawai. Para pendidik memastikan barisan tetap tertib, rapi, dan tidak terputus sehingga perjalanan dapat berlangsung dengan aman dan lancar.
Setibanya di pelataran Gua Maria Pelindung Segala Bangsa, rombongan disambut oleh udara pagi yang sejuk. Keasrian alam dan rimbunnya pepohonan di sekitar gua buatan menghadirkan suasana yang tenang dan nyaman bagi seluruh peserta ziarah.

Sesampainya di lokasi, anak-anak melepaskan gandengan tangan dengan tertib, kemudian mengambil posisi duduk di bangku yang telah disediakan. Mereka menghadap ke arah patung Bunda Maria yang berdiri anggun di tengah suasana gua yang tenang. Selanjutnya, Ibu Silvia Yussanti memimpin rangkaian doa, mulai dari tanda salib hingga doa Rosario singkat yang disesuaikan dengan tingkat pemahaman anak-anak usia dini.
Dengan tangan terkatup dan sikap penuh hormat, anak-anak tampak khusyuk mengikuti setiap rangkaian doa yang dipanjatkan. Suasana hening dan penuh kekhidmatan semakin menambah makna kegiatan ziarah tersebut.
Dalam arahannya, Ibu Silvia Yussanti menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai cinta kasih, kedamaian, dan keimanan dalam diri anak-anak sejak usia dini. Melalui doa bersama di Gua Maria, anak-anak diharapkan dapat mengenal dan meneladani sikap hidup Bunda Maria yang penuh ketaatan, kesetiaan, dan kelembutan.
Selain menjadi sarana pembinaan iman, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk belajar membangun kebersamaan, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan sikap saling peduli dan menjaga antarteman. Dengan demikian, wisata rohani dan ziarah ini tidak hanya memberikan pengalaman belajar di luar kelas, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan karakter dan penanaman nilai-nilai spiritual bagi peserta didik TK Santa Agnes.
Kontributor: Imelda Kidi
