Home » Menutup Kegiatan Raker YTK, Monsinyur Adrianus Ajak Seluruh Peserta Raker Menjadi Rendah Hati

Menutup Kegiatan Raker YTK, Monsinyur Adrianus Ajak Seluruh Peserta Raker Menjadi Rendah Hati

oleh admin

Pangkalpinang, YTKNews.id– Kegiatan Raker Yayasan Tunas Karya (YTK) untuk menyusun Rencana Kegiatan dan Anggaran Tahun (RKAT) 2022 yang berlangsung secara intensif selama lima hari, mulai tanggal 26 hingga 30 Oktober 2021 akhirnya paripurna.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh komponen YTK, mulai dari kepala sekolah, pimpinan sekolah tinggi, serta sekolah mitra, pengawas, pengurus dan dewan pembina YTK, yang tersebar di dua provinsi besar, yaitu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Provinsi Kepulauan Riau. Melibatkan lima puluh enam kepala sekolah dan pimpinan sekolah tinggi dari seluruh jenjang pendidikan baik KB/TK, SD, SMP, SMA/SMK, dan Sekolah Tinggi.

Sebagai sebuah lembaga pendidikan Katolik di bawah naungan Keuskupan Pangkalpinang, puncak atau akhir kegiatan raker disatukan dalam Kurban Ekaristi Kudus yang dipimpin langsung oleh Monsinyur Prof. DR. Adrianus Sunarko, OFM. Beliau adalah gembala umat Keuskupan Pangkalpinang, sekaligus merupakan Ketua Dewan Pembina YTK, tempat dimana unit-unit pendidikan/ sekolah bernaung.

Di dalam khotbahnya, sesuai dengan nasehat Injil hari itu (lih. Lukas 14:1.7-11), Monsinyur Adrianus mengajak seluruh anggota keluarga di rumah besar YTK untuk senantiasa belajar menjadi pribadi yang rendah hati. Sikap rendah hati merupakan salah satu nilai keutamaan yang menjadi identitas YTK.

Foto : Ketua dewan pembina YTK, Mgr.Adrianus Sunarko

Dengan menyertakan sikap rendah hati dalam penghayatan hidup setiap pribadi, keutamaan-keutamaan yang lain niscaya akan terus tumbuh subur dan berinovasi dengan cara-cara yang baru.

Kata rendah hati secara etimologis merupakan terjemahan dari sebuah kata dalam Bahasa Inggris yaitu humility yang berasal dari sebuah kata dalam Bahasa Latin humus-humilis, yang berarti tanah yang subur.

Humus dalam bahasa Latin juga berarti bumi, yang dalam konteks kata sifat dimengerti sebagai sikap membumi, santun, dan rendah hati. Humus dalam arti tanah yang subur, akan selalu menjadi tempat yang baik untuk menumbuhkan setiap benih yang ditabur di atasnya. Tanah yang subur akan menghasilkan tanaman sehat dengan hasil buah yang melimpah-limpah.

Di dalam gedung pertemuan baru nan megah milik SMK Tunas Karya, Monsinyur Adrianus menegaskan bahwa sikap rendah hati merupakan sikap yang harus terus menerus dihidupi, diperjuangkan, dan menjadi identitas setiap pribadi yang ada di dalam rumah besar YTK.

Sikap rendah hati akan membawa setiap orang menjadi pribadi yang rela mendengarkan sesamanya dan selalu siap untuk belajar hal-hal baru.

Di akhir kotbahnya, selain menitipkan salam untuk seluruh anggota keluarga di komunitas masing-masing, Monsinyur kembali berpesan agar kita selalu bersiap-sedia menjadi humus, menjadi tanah yang subur, dan pribadi yang rendah hati bagi pengembangan karya pelayanan bersama, sehingga nilai-nilai keutamaan yang lain akan bertumbuh dengan subur.

“Game di pantai Takari Sungailiat untuk melatih kemampuan kolaboratif” (foto : fadli)

Demikianlah, Raker YTK memang telah paripurna, namun berjuang menjadi pribadi rendah hati tak akan lekang oleh masa, mari kita bersama memperjuangkannya.

Penulis : Willy Suluh

Anda mungkin juga suka

Tinggalkan Komentar

* Dengan menggunakan formulir ini Anda setuju dengan penyimpanan dan penanganan data Anda oleh situs web ini.