Home » Peserta Didik Kelas VII SMP Santa Theresia Menemukan Persatuan dalam Keberagaman Melalui Kegiatan Ini

Peserta Didik Kelas VII SMP Santa Theresia Menemukan Persatuan dalam Keberagaman Melalui Kegiatan Ini

oleh Marcelina Sandra

Pangkalpinang, YTKNews.id — Bhinneka Tunggal Ika, sebuah ungkapan yang tertulis pada lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila. Ungkapan yang berarti “berbeda-beda tetapi tetap satu jua” ini mengandung makna ajakan bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk menjaga keharmonisan meskipun terdiri dari beragam budaya, agama, ras, dan suku bangsa. Bhinneka Tunggal Ika menjadi salah satu tema Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang ditetapkan oleh Kemendikbud dalam Kurikulum Merdeka dalam upaya memperkuat karakter profil pelajar Pancasila peserta didik agar tumbuhlah rasa toleransi dan penghargaan atas perbedaan yang ada di Indonesia.

Tema Bhinneka Tunggal Ika inilah yang menjadi tema projek yang digarap oleh semua peserta didik SMP St. Theresia dari kelas VII sampai dengan kelas IX. Projek kali ini dikerjakan selama 2 (dua) minggu dari tanggal 3 – 13 Desember lalu, usai pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS).

Setelah memperdalam arti dan makna, sejarah, prinsip-prinsip, dan contoh-contoh Bhinneka Tunggal Ika, secara berkelompok peserta didik kelas VII diarahkan mendiskusikan konsep cerita drama tentang Keberagaman Indonesia, menyusun script drama, melatih penampilan drama, dan membuat video drama tersebut.

Pada puncak projek, yakni Gelar Karya P5, yang dilaksanakan pada 13 Desember lalu, di GOR SMP St. Theresia, kelas VII menampilkan “Fashion Show Keberagaman Indonesia”. Dalam kegiatan ini, peserta didik mengenakan pakaian adat yang menampilkan berbagai suku yang ada di SMP St. Theresia, yakni suku Tionghoa, suku Jawa, suku Batak, suku Bali, suku Flores, dan suku Padang. Ada yang berjalan berpasangan, ada yang berjalan sendiri, berlenggak-lenggok di tengah tatapan ratusan pasang mata para penonton.

Selain itu, ada anak-anak kelas VI (enam) dari SD St. Theresia 1, SD St. Theresia 2, dan SD Familia yang memang diundang khusus untuk hadir sebab pada waktu yang bersamaan digelar pula acara Open House SMP St. Theresia. Sungguh indah dipandang, bukan hanya karena peserta didik yang tampil dalam fashion show itu tampak cantik dan menawan dengan berpakaian adat tersebut, tetapi lebih indah lagi karena pakaian-pakaian adat yang berwarna-warni dan bermacam-macam bentuk itu menampilkan keberagaman yang terpelihara dengan sangat elok.

Sebuah penampilan yang menarik perhatian adalah ketika Elisabeth Nadya Kaligis yang mengenakan pakaian adat Bali berjalan sebentar lalu berhenti menebarkan kelopak-kelopak bunga di hadapan penonton. Aksinya itu disambut tepukan tangan hangat para penonton. Lebih menarik perhatian lagi adalah penampilan Helen Victoria Padalani yang mengenakan pakaian adat Flores, dengan sangat percaya diri mempertunjukkan gerakan tarian Flores sepanjang ia berjalan di lintasan fashion show. Sungguh penampilan yang amat menghibur dan tentu saja memukau.

Selain itu ditampilkan pula fashion show pakaian khas agama-agama di Indonesia. Ada 5 pasang peserta didik yang mengenakan pakaian khas agama-agama, yakni agama Islam, agama Katolik, agama Protestan, agama Budha, dan agama Konghucu.

“Semoga para peserta didik tumbuh dalam relasi harmonis dengan semua orang” begitu harapan Bapak Florensius Kevin Arista, koordinator P5 jenjang kelas 7 ini.

Kontributor: Lidwina

Anda mungkin juga suka