Pangkalpinang, YTKNews.id — Indonesia merupakan negara dengan berbagai ragam suku, agama, tradisi/kultur, dan bahasa yang dimiliki. Dengan keberagaman ini, masyarakat Indonesia sering dikenal sebagai masyarakat multicultural. Dengan perbedaan ini seharusnya masyarakat Indonesia mudah sekali untuk melakukan perpecahan dan konflik namun itu semua tidak terjadi karena masyarakat Indonesia berhasil bersatu dalam keberagaman dengan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”
Sebagai salah satu Instansi Pendidikan yang resmi, SMP Santa Theresia Pangkalpinang sangat menanamkan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam pelayanan pendidikan karena dengan mengamalkan Bhinneka Tunggal Ika dalam diri peserta didik dapat menciptakan toleransi di lingkungan sekolah dan masyarakat. Kegiatan ini juga dilakukan untuk menumbuhkan dan memperkuat nilai-nilai ke-bhinnekaan di kalangan pelajar khususnya bagi peserta didik SMP Santa Theresia Pangkalpinang.

Pada 9 Desember lalu, SMP Santa Theresia Pangkalpinang melakukan Dialog Budaya bersama narasumber Willy Siswanto. Selama dialog ini, narasumber menjelaskan secara detail sejarah Bhinneka Tunggal Ika dan pentingnya menjaga persatuan di Indonesia.
“Mereka paling tidak memahami nilai-nilai perjuangan bangsa Indonesia, karena sejarah sangat penting untuk menumbuhkan semangat. Tantangan anak-anak adalah jati diri, kalau mereka tidak memiliki jati diri mentalitas akan rapuh oleh budaya asing.” pesan Pak Willy kepada peserta didik,
Dengan dilaksanakannya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), khususnya tema Bhinneka Tunggal Ika ini, diharapkan peserta didik SMP Santa Theresia dapat mengamalkan dan menjalankan betul nilai-nilai toleransi dan keberagaman. Tidak hanya keberagaman agama dan suku, tetapi keberagaman gender, latar belakang ekonomi, keluarga, dan karakter juga perlu ditanamkan dalam diri mereka agar mereka berakhlak mulia, bernalar kritis mampu bekerja sama serta mempunyai ide kreatif untuk dikembangan sehingga menjadi generasi yang cerdas dan berkarakter.
Kontributor: Yoseph Wisnu P.