Home » Bazar Karya Kokurikuler dan Unjuk Kebolehan Warnai Halaman SD Katolik Tanjungpinang

Bazar Karya Kokurikuler dan Unjuk Kebolehan Warnai Halaman SD Katolik Tanjungpinang

oleh Milawati Agustina Simanjuntak

Tanjungpinang, YTKNews.id—Suasana halaman SD Katolik Tanjungpinang tampak berbeda dari biasanya. Sejak pagi, semangat, tawa, dan kreativitas anak-anak memenuhi setiap sudut sekolah dalam kegiatan Festival Kokurikuler yaitu Bazar & Performances bertema “Merawat Rumah Bersama.” Bukan sekadar pameran dan bazar, kegiatan ini menjadi ruang nyata bagi murid untuk menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa dimulai dari hal-hal sederhana dan dari usia dini. Selasa, 17 Maret 2026.

Kegiatan yang dihadiri oleh orang tua murid serta seluruh murid dari Fase A hingga Fase C ini dibuka dengan doa bersama, dilanjutkan dengan rangkaian acara yang meriah, mulai dari sambutan, presentasi murid, penampilan seni, hingga hiburan musik. Sejak awal, acara terasa hangat dan penuh antusias, apalagi cuaca cerah turut mendukung jalannya kegiatan.

Dalam pameran tersebut, setiap fase menampilkan hasil karya kokurikuler yang dibuat langsung oleh para murid. Fase A (kelas 1 dan 2) memamerkan pot bunga hasil kreasi dari botol dan plastik bekas yang kemudian ditanami bunga. Fase B (kelas 3 dan 4) menampilkan beragam kreasi dari tali rafia, plastik, dan botol bekas, termasuk karya unik berupa kemoci. Sementara itu, Fase C (kelas 5 dan 6) menghadirkan produk yang tidak kalah menarik, yaitu gantungan kunci dari tutup botol bekas, kompos cair (POC), dan ecoenzim.

Tidak hanya dipamerkan, beberapa hasil karya murid juga dijual dalam bazar. Produk yang paling diminati adalah kompos cair dan gantungan kunci, sedangkan ecoenzim dipajang sebagai hasil pembelajaran dan praktik murid tanpa diperjualbelikan. Menariknya, seluruh produk yang dijual dari Fase A sampai Fase C ludes terjual, menandakan tingginya apresiasi orang tua dan pengunjung terhadap hasil karya anak-anak.

Salah satu bagian yang paling bermakna dalam kegiatan ini adalah presentasi murid kelas 5 dan 6. Kelas 5 mempresentasikan tentang ecoenzim, sedangkan kelas 6 menjelaskan tentang kompos cair (POC). Presentasi ini menjadi sarana bagi murid untuk belajar percaya diri, berani berbicara di depan umum, sekaligus membagikan pengetahuan tentang pengolahan sampah organik kepada seluruh pengunjung.

Kemeriahan acara semakin lengkap dengan berbagai penampilan yang menghibur, seperti dance, puisi, mendongeng, bina vokalia, hingga live music dari ekstrakurikuler gitar yang turut memeriahkan suasana bazar. Penampilan-penampilan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menunjukkan bakat, keberanian, dan semangat kolaborasi anak-anak SD Katolik Tanjungpinang.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembelajaran kokurikuler dapat memberikan pengalaman yang bermakna, kontekstual, dan berdampak nyata bagi murid. Melalui tema “Merawat Rumah Bersama,” anak-anak tidak hanya belajar membuat produk dari bahan bekas atau mengolah sampah, tetapi juga belajar tentang tanggung jawab, kreativitas, kerja sama, kepedulian terhadap lingkungan, dan jiwa kewirausahaan ujar Lusiana Supriyati, S.Pd selaku kepala sekolah. (mil).

Kontributor : Astriana

Anda mungkin juga suka