Home » Ini Cara SMP Santa Maria Kampanyekan Anti Perundungan dari SD ke SD

Ini Cara SMP Santa Maria Kampanyekan Anti Perundungan dari SD ke SD

oleh Suwito

Mentok,YTKNews.id– Biasanya, sosialisasi sekolah identik dengan presentasi yang kaku. Namun, pemandangan berbeda terlihat di SDN 7 dan SDN 21 Mentok baru-baru ini. Para finalis Duta Pelajar SMP Santa Maria Mentok mengubah suasana kelas menjadi arena bermain yang penuh tawa, namun sarat akan makna.

Mengusung tema “Sekolah Aman, Hati Nyaman”, para finalis ini tidak datang dengan tangan kosong. Mereka membawa serangkaian permainan interaktif yang dirancang dan dikembangkan sendiri secara orisinal untuk menyuarakan kampanye anti-perundungan (anti-bullying).

Kemampuan para finalis dalam merancang games ini menjadi sorotan utama. Tidak hanya sekadar bermain, setiap tantangan yang mereka buat memiliki filosofi mendalam. Ada permainan yang melatih kerja sama tim tanpa menjatuhkan satu sama lain, hingga simulasi peran yang mengajarkan siswa bagaimana merespons tindakan perundungan dengan bijak.

“Kami ingin adik-adik di SD memahami bahwa belajar soal karakter itu tidak harus membosankan. Melalui game yang kami buat, mereka bisa merasakan langsung bahwa bekerja sama dan menghargai teman itu jauh lebih seru daripada saling mengejek,” ujar salah satu finalis dengan semangat.
Keaktifan para siswa SD terlihat jelas saat mereka berebut untuk maju dan terlibat dalam tantangan yang disiapkan para Duta Pelajar. Suasana cair ini menjadi jembatan efektif untuk menyampaikan pesan-pesan moral yang berat menjadi terasa ringan dan mudah diingat.

Di sela-sela keseruan permainan, para Duta Pelajar menyelipkan pesan penting mengenai transisi menuju jenjang SMP. Mereka mengajak siswa-siswi kelas 6 untuk mulai jeli memilih lingkungan belajar yang mendukung potensi mereka.
“Memilih SMP itu seperti mencari sahabat baru. Harus yang bisa menjaga, menghargai, dan membuat kita merasa aman,” pesan mereka.

Mereka memperkenalkan SMP Santa Maria Mentok bukan hanya sebagai institusi pendidikan, melainkan sebagai wadah yang berkomitmen penuh pada konsep Sekolah Ramah Anak (SRA).

Dalam lingkungan yang ramah anak, setiap siswa dilindungi dari kekerasan fisik maupun verbal, sehingga kreativitas seperti yang ditunjukkan para Duta Pelajar dalam merancang games ini dapat tumbuh subur tanpa rasa takut.

Kunjungan ke SDN 7 dan SDN 21 Mentok ini membuktikan bahwa pendekatan dari teman sebaya (peer-to-peer) jauh lebih efektif. Para siswa SD tidak merasa sedang diceramahi, melainkan sedang diajak bermain oleh kakak kelas yang inspiratif.

Melalui kemandirian dalam merancang kegiatan dan ketulusan dalam berbagi, para finalis Duta Pelajar SMP Santa Maria Mentok telah meninggalkan kesan mendalam, bahwa menjadi pelajar hebat dimulai dari keberanian untuk menolak perundungan dan kecerdasan dalam memilih tempat belajar yang nyaman bagi jiwa.

Kontributor: Suwito

Anda mungkin juga suka