Toboali, YTKNews.id— Komitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman dan ramah anak terus diperkuat SD Karya melalui kegiatan In House Training (IHT) yang digelar pada Jumat, 27 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi langkah nyata sekolah dalam meningkatkan pemahaman guru tentang disiplin positif sekaligus menekan praktik hukuman fisik di lingkungan pendidikan.
IHT tersebut diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan SD Karya, serta melibatkan Kepala Sekolah dan guru dari TK Karya. Suasana kegiatan berlangsung penuh antusias, menandakan keseriusan para pendidik dalam membangun budaya sekolah yang lebih humanis.

Sebagai narasumber, Kepala Sekolah SD Karya, Ibu Agnes Anjelia, S.Pd., menekankan bahwa peran guru sangat krusial dalam membentuk karakter siswa melalui pendekatan yang mendidik tanpa kekerasan.
“IHT ini menjadi momen penting bagi kita semua untuk merefleksikan praktik pembelajaran yang selama ini dilakukan, serta memperkuat komitmen dalam menerapkan disiplin positif di sekolah,” ungkapnya.
Tak hanya menerima materi, para peserta juga diajak aktif berdiskusi dalam kelompok-kelompok kecil. Berbagai kasus nyata diangkat untuk dibahas bersama, mulai dari tantangan kedisiplinan siswa hingga strategi efektif menggantikan hukuman fisik dengan pendekatan yang lebih edukatif.

Diskusi yang berlangsung hangat dan interaktif ini membuka ruang bagi para guru untuk saling berbagi pengalaman, bertukar gagasan, hingga merumuskan solusi yang aplikatif dalam kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Hasil diskusi kemudian dipresentasikan sebagai bahan refleksi dan pembelajaran bersama.
Melalui kegiatan ini, SD dan TK Karya berharap seluruh tenaga pendidik semakin memahami pentingnya disiplin positif sebagai fondasi pendidikan karakter. Dengan demikian, suasana belajar yang tercipta tidak hanya kondusif, tetapi juga mampu mendukung perkembangan siswa secara utuh, baik dari segi akademik maupun kepribadian. (Tri)
Penulis: Vinsensia
Foto: Dok. SD Karya Toboali
