Home » Wujudkan Sekolah Ramah Anak: Guru SD & SMP di Pangkalpinang Bedah Strategi Pendidikan Inklusi

Wujudkan Sekolah Ramah Anak: Guru SD & SMP di Pangkalpinang Bedah Strategi Pendidikan Inklusi

oleh Alexia Dea Ariyanti

Pangkalpinang, YTKNews.id –Suasana di Bangka City Hotel tampak berbeda dari biasanya. Puluhan guru SD dan SMP se-Kota Pangkalpinang berkumpul dengan antusiasme tinggi untuk mengikuti Seminar Pendidikan Inklusi yang digelar oleh Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang bekerja sama dengan Penerbit Erlangga, baru-baru ini.

Seminar ini bertujuan membekali para pendidik agar lebih siap dan tepat dalam mendampingi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di sekolah umum.

Mengenal Lebih Dekat Dunia ABK

Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Brigita Puridawaty, M.Si., M.Pd., memberikan pemaparan yang sangat menyentuh sekaligus mencerahkan. Dalam materinya, ia menekankan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk berkembang, apa pun kondisinya.

Dr. Brigita mengupas tuntas tiga poin besar:

  1. Faktor Penentu Tumbuh Kembang: Bagaimana lingkungan dan stimulasi berperan vital sejak dini.
  2. Faktor Penyebab ABK: Penjelasan ilmiah agar guru tidak lagi memberikan stigma negatif kepada anak maupun orang tua.
  3. Ragam Anak Berkebutuhan Khusus: Mengenali perbedaan antara disleksia, autisme, ADHD, hingga hambatan fisik lainnya agar penanganannya tidak “pukul rata”.

“Anak-anak istimewa ini bukan butuh dikasihani, tapi butuh dipahami dan diberikan metode belajar yang tepat sesuai keunikan mereka,” ujar Dr. Brigita di sela-sela materinya.

Apresiasi dari Panitia dan Peserta

Pihak Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang selaku penyelenggara merasa bersyukur atas tingginya minat para guru. Salah satu panitia dari dinas mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah langkah nyata menuju Pangkalpinang yang lebih inklusif.

“Kami ingin sekolah bukan lagi tempat yang menakutkan bagi ABK. Dengan kerja sama bersama Penerbit Erlangga, kami berharap guru-guru kita memiliki pegangan literasi dan metode yang kuat untuk mengajar di kelas inklusi,” ungkapnya.

Respon positif juga datang dari praktisi di lapangan. Miss Ruth, seorang guru dari SD Santo Paulus 1, mengaku mendapatkan banyak ilmu baru yang selama ini sulit ia temukan solusinya di kelas.

“Jujur, kadang kami bingung menghadapi siswa yang sulit fokus atau punya cara belajar berbeda. Lewat seminar ini, saya jadi lebih paham bahwa ada faktor penyebab yang harus kita mengerti dulu sebelum menilai anak. Ini sangat membantu kami di sekolah,” kata Miss Ruth optimis.

Harapan ke Depan

Melalui seminar ini, diharapkan tidak ada lagi anak di Kota Pangkalpinang yang terabaikan pendidikannya hanya karena memiliki kebutuhan khusus. Sinergi antara pemerintah, penerbit, dan sekolah menjadi kunci utama untuk menciptakan lingkungan belajar yang hangat dan mendukung bagi semua anak tanpa terkecuali.

 

Kontributor : Ruth

 

 

Anda mungkin juga suka