TANJUNG BALAI KARIMUN, YTKNews.id — Suasana penuh warna dan keceriaan mewarnai halaman TK Santo Yusuf saat seluruh siswa dan tenaga pendidik menggelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda pada Rabu, 28 Oktober 2026. Mengenakan beragam pakaian adat Nusantara yang merepresentasikan berbagai suku di Indonesia, para murid tampil anggun dan gagah sebagai wujud kebanggaan terhadap keragaman budaya bangsa yang tetap bersatu dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Kepala TK Santo Yusuf, Maria Elirosa Sianturi, S.Pd., Gr. Dalam amanatnya, ia menekankan pentingnya menjunjung tinggi bahasa Indonesia serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak usia dini.
Para siswa TK Santo Yusuf turut terlibat aktif dalam pelaksanaan upacara bendera dengan menjalankan berbagai tugas. Samuel Arkatama bertugas sebagai pemimpin upacara, Ari Titis Suma Magani sebagai pembawa acara, Gynnie Fredella sebagai dirigen, Jaydent Eido Theo sebagai pembaca teks Sumpah Pemuda, dan Rafaela Josephine Sidabutar sebagai pembaca teks Pancasila. Sementara itu, Bintang Ebyghael Panjaitan, Zefanya Esther Bunga Simbolon, dan Brian Josef Silaban bertugas sebagai pengibar bendera. Adapun doa dipimpin oleh Celine Lenora Togatorop.
“Sebagai putra dan putri Indonesia, anak-anak harus belajar saling menghargai. Saat bermain dan berteman, kita tidak boleh membeda-bedakan suku, agama, maupun jenis kelamin. Semua adalah teman dan anak Indonesia yang satu,” ujar Maria Elirosa Sianturi dalam pidatonya.
Usai upacara bendera, rangkaian kegiatan dilanjutkan di dalam ruangan dengan penayangan video edukatif tentang sejarah Sumpah Pemuda dan kekayaan budaya Indonesia. Anak-anak tampak antusias menyimak penjelasan yang disampaikan oleh Maria Putri Sarani dan Mariotto Lumban Batu, S.Pd., mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan.
Kelancaran seluruh rangkaian kegiatan ini tidak terlepas dari peran aktif tim penyelenggara. Luvita Nama dan Ryan Widi Aditya berperan dalam mengorganisasi kegiatan serta menyiapkan seluruh sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Sementara itu, setiap momen berharga dan keceriaan para siswa diabadikan oleh Kristina Octaveria Simanjuntak, S.Pd.
Sebagai penutup kegiatan, Maria Putri Sarani, Y., S.S. menyampaikan pesan agar anak-anak menyadari bahwa mereka merupakan bagian dari bangsa Indonesia yang memiliki tanah air, bangsa, dan bahasa persatuan. Pesan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga serta kesetiaan kepada bangsa dan negara sejak dini.
Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ini, TK Santo Yusuf berharap para siswa tidak hanya mengenal identitas budayanya, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang toleran, saling mengasihi, serta bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia.
Kontributor: Mariotto Lumban Batu, S.Pd.
