Pangkalpinang, YTKNews.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh murid SMP Santa Theresia Pangkalpinang. Cheryl Letizia Purniyawan berhasil meraih Juara 3 pada cabang lomba Ilustrasi Digital tingkat SMP dalam ajang Lomba Kreasi Seni Siswa (LKS2) yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun oleh Yayasan Tunas Karya. Pengumuman pemenang kompetisi bergengsi antarsekolah di bawah naungan Yayasan Tunas Karya ini resmi dirilis kepada publik melalui kanal YouTube pada 30 Oktober 2026.

Pelaksanaan lomba berlangsung secara daring pada 2 Oktober lalu. Selama empat jam, dengan pengawasan ketat melalui rapat virtual, seluruh peserta ditantang untuk menciptakan karya seni digital terbaik mereka. Setelah menyelesaikan karya, para peserta juga diwajibkan mempresentasikannya secara langsung di hadapan dewan juri.
Dari berbagai pilihan tema yang disajikan, Cheryl memilih tema “Teknologi dan Tradisi: Masa Depan Budaya Kita”. Melalui sentuhan kreatifnya, ia berhasil melahirkan sebuah karya ilustrasi yang memukau dengan judul “Budaya Mengakar, Teknologi Berkembang”.

Karya tersebut sarat akan makna yang menghubungkan budaya Indonesia, kelestarian lingkungan, dan kemajuan teknologi masa kini. Pada sisi kiri kanvas, Cheryl menampilkan alat musik dambus sebagai simbol pelestarian budaya, berdampingan dengan visual anak-anak yang menggunakan gawai berupa tablet untuk mendokumentasikan keindahan motif batik Kawung.
“Hal ini menggambarkan pemanfaatan teknologi untuk mengenal dan melestarikan budaya. Kemudian, terdapat aliran musik yang bergerak ke kanan sebagai penghubung menuju wujud lingkungan yang hijau dan elemen teknologi panel surya,” jelas Cheryl.
Pesan utama yang ingin disampaikan melalui karya tersebut adalah budaya harus dijaga, teknologi terus berkembang, dan lingkungan harus senantiasa lestari.
Perjalanan menuju prestasi ini tidak lepas dari berbagai rintangan. Cheryl mengakui bahwa tantangan terbesarnya selama masa persiapan adalah proses adaptasi terhadap perubahan medium menggambar.
“Saya sebelumnya lebih terbiasa menggambar secara manual di kertas sehingga masih perlu beradaptasi dengan teknik digital. Kesulitan terutama saya alami dalam menentukan fokus objek, mempertebal line art, serta proses pewarnaan,” ungkap murid berbakat tersebut.
Manajemen waktu juga menjadi tantangan tersendiri pada hari perlombaan. Ia harus memanfaatkan sisa waktu yang tersedia untuk merapikan sketsa hingga memberikan detail warna dengan sangat hati-hati.
Meski menghadapi berbagai tantangan, Cheryl merasa sangat bersyukur atas pencapaian yang diraihnya.
“Saya cukup puas dan bangga mendapat Juara 3. Pengalaman ini memotivasi saya untuk terus belajar. Ke depannya, saya berharap bisa mengembangkan teknik digital dan meraih prestasi yang jauh lebih baik,” tutupnya penuh semangat.
Kontributor: Haidar
