Batam, YTKNews.id — SMP Yos Sudarso Batam menggelar kegiatan kokurikuler bertema “Menggali Kearifan Lokal Melayu Batam Melalui Bahasa dan Sastra” pada 26–30 Oktober 2026. Kegiatan yang melibatkan murid kelas VII, VIII, dan IX ini menghadirkan pembelajaran budaya, pembuatan karya kreatif, pertunjukan seni, serta bazar.
Selama lima hari, murid mengikuti berbagai aktivitas untuk mengenal sejarah dan kekayaan budaya Melayu Kepulauan Riau. Pembelajaran dilaksanakan melalui penyampaian materi, diskusi kelompok, praktik, dan pembuatan karya yang berkaitan dengan budaya daerah.
Pada Senin (26/10/2026), kegiatan diawali dengan pembelajaran mengenai sejarah, peta, letak geografis, serta kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Riau. Untuk menguji pemahaman, murid mengikuti kuis interaktif menggunakan aplikasi Kahoot.
Selanjutnya, murid bekerja secara berkelompok untuk mencari informasi mengenai tokoh dan tempat bersejarah. Informasi tersebut kemudian diolah menjadi infografis digital. Melalui kegiatan ini, murid belajar mencari sumber informasi, mengolah data, menyampaikan gagasan, dan bekerja sama.
Pembelajaran pada hari pertama juga mencakup pengenalan bahasa dan adab Melayu, termasuk kesantunan serta tata krama dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, murid diperkenalkan dengan tulisan Arab-Melayu melalui lembar kerja dan kegiatan membuat kartu nama menggunakan aksara tersebut.
Pada Selasa (27/10/2026), pembelajaran dilanjutkan dengan materi tentang pakaian adat Melayu, permainan tradisional, dan makanan khas Kepulauan Riau. Secara berkelompok, murid menyusun katalog makanan khas daerah dengan memanfaatkan media digital. Katalog terpilih direncanakan untuk ditampilkan dalam kegiatan bazar.
Khusus murid kelas VII, pembelajaran juga mencakup sastra dan seni Melayu, seperti pantun, syair, gurindam, lagu, dan musik Melayu. Mereka mempelajari ciri-ciri serta fungsi puisi rakyat tersebut sebagai sarana untuk menyampaikan nasihat, pesan kehidupan, dan cerita.
Selain menjadi bagian dari kegiatan kokurikuler, rangkaian kegiatan ini juga bersinergi dengan program kerja Perpustakaan SMP Yos Sudarso melalui penyelenggaraan Lomba Bulan Bahasa 2026. Kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya perpustakaan dalam mengembangkan budaya literasi, kreativitas, serta apresiasi murid terhadap bahasa, sastra, dan budaya lokal.
Lomba Bulan Bahasa 2026 mengangkat tema “Menggali Kearifan Lokal Melayu Batam Melalui Bahasa dan Sastra”. Perlombaan ini melibatkan murid dari tiga jenjang kelas dengan cabang lomba Gurindam 12/Syair untuk kelas VII, Sinopsis Tarian Melayu untuk kelas VIII, serta Drama Cerita Rakyat Batam untuk kelas IX.
Memasuki Rabu dan Kamis (28–29/10/2026), kegiatan difokuskan pada persiapan pertunjukan seni dan bazar. Setiap kelas menyusun konsep penampilan, menentukan produk yang akan dijual, membagi tugas, serta menyiapkan perlengkapan. Persiapan tersebut meliputi latihan pertunjukan, pembuatan produk makanan, penataan stan, hingga gladi bersih menjelang acara puncak.

Puncak kegiatan berlangsung pada Jumat (30/10/2026) melalui penyelenggaraan Pentas Seni dan Bazar di GOR Yos Sudarso. Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara dan penampilan Tari Sekapur Sirih. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa, laporan koordinator kokurikuler, sambutan Kepala SMP Yos Sudarso Batam, serta sambutan pengawas sekolah.
Setelah rangkaian pembukaan, murid kelas VII, VIII, dan IX secara bergantian menampilkan pertunjukan seni yang telah dipersiapkan. Penampilan tersebut menjadi kesempatan bagi murid untuk menunjukkan kreativitas, mengembangkan bakat, serta melatih keberanian dan kepercayaan diri di hadapan warga sekolah.
Suasana semakin meriah dengan berbagai pertunjukan seni, seperti Tari Sungai Jodoh, penampilan band, persembahan lagu, dan komedi tunggal. Berbagai pertunjukan tersebut turut memeriahkan acara sekaligus memberikan ruang bagi murid untuk menampilkan kemampuan dan kreativitas mereka.
Selain pertunjukan seni, bazar menjadi salah satu kegiatan yang melibatkan partisipasi aktif murid. Setiap kelompok membuka stan dan menawarkan berbagai produk serta makanan yang telah dipersiapkan. Murid terlibat langsung dalam menata stan, menawarkan produk, melayani pembeli, hingga berinteraksi dengan pengunjung.
Melalui kegiatan bazar, murid memperoleh pengalaman langsung dalam proses jual beli. Mereka juga belajar berbagi tanggung jawab, berkomunikasi dengan pembeli, serta mengelola kegiatan secara berkelompok. Berbagai makanan khas Kepulauan Riau yang diperkenalkan turut menjadi sarana untuk mengenalkan kekayaan kuliner daerah kepada warga sekolah.

Kepala SMP Yos Sudarso Batam, Kristian Sansum, S.Fil., mengapresiasi keterlibatan seluruh warga sekolah dalam kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat membuat murid semakin mengenal budaya daerahnya.
“Kami ingin anak-anak lebih mengenal budaya Melayu karena ini merupakan bagian dari budaya daerah kita sendiri. Jangan sampai mereka hanya tahu namanya, tetapi tidak mengenal tradisi dan keseniannya. Saya senang karena melalui kegiatan ini mereka bisa belajar sekaligus menunjukkan apa yang sudah dipelajari,” ujarnya.
Ketua Panitia Kokurikuler, Kristina, S.Si., mengungkapkan bahwa persiapan kegiatan membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, mulai dari guru hingga murid.
“Persiapannya memang cukup banyak, apalagi kegiatan ini melibatkan seluruh jenjang kelas. Kami harus mengatur materi, mendampingi anak-anak, menyiapkan penampilan, sampai bazar. Puji Tuhan, semuanya bisa berjalan dengan baik karena ada kerja sama dari guru dan murid. Kami juga senang melihat anak-anak begitu antusias mengikuti kegiatan ini,” ungkapnya.
Anastasia Tri Lestari Manik, S.Pd., yang turut menjadi bagian dari panitia, melihat adanya perkembangan pada diri para murid selama proses persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.
“Awalnya ada beberapa anak yang masih malu atau belum percaya diri, terutama saat latihan dan persiapan tampil. Namun, setelah berlatih bersama teman-temannya, mereka mulai berani. Kami sebagai guru tentu senang melihat perkembangan itu. Jadi, bukan hanya hasil penampilannya yang penting, tetapi juga proses yang mereka jalani,” tuturnya.
Dari kalangan murid, Advento Anugrah Eldad Edward Sidabutar dari kelas VII-I mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya senang bisa ikut kegiatan ini. Biasanya kami belajar di kelas, tetapi kali ini ada kegiatan yang bisa dilakukan bersama teman-teman. Saya juga belajar pantun, syair, dan gurindam. Saat mempersiapkan bazar, kami belajar membagi tugas dan melayani pembeli. Pengalamannya seru dan menyenangkan,” katanya.
Sementara itu, Nathanael dari kelas VIII mengatakan bahwa kegiatan tersebut memberinya pengalaman baru dalam mengenal budaya Melayu.
“Menurut saya, kegiatan ini seru karena banyak hal yang bisa kami lakukan. Kami bisa belajar tentang budaya Melayu, melihat pertunjukan teman-teman, dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan. Saya juga mendapat pengalaman baru dan belajar bekerja sama dengan teman-teman,” ujarnya.
Chloe dari kelas IX juga menyampaikan kesan positifnya selama mengikuti kegiatan kokurikuler tersebut.
“Saya senang karena kegiatan ini tidak hanya tentang belajar, tetapi juga tentang kebersamaan. Kami bisa melihat teman-teman tampil, ikut meramaikan acara, dan mengenal budaya Melayu lebih dekat. Menurut saya, kegiatan seperti ini bagus karena memberikan pengalaman yang berbeda bagi murid,” ungkapnya.
Menjelang akhir acara, panitia mengumumkan para pemenang Lomba Bulan Bahasa 2026 sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan usaha murid. Pengumuman tersebut mencakup tiga cabang lomba, yaitu Gurindam 12/Syair, Sinopsis Tarian Melayu, dan Drama Cerita Rakyat Batam. Setelah pengumuman, seluruh rangkaian acara ditutup dengan doa bersama. Murid, guru, dan panitia kemudian bergotong royong merapikan stan bazar serta area kegiatan.
Melalui kegiatan ini, SMP Yos Sudarso Batam menghadirkan kolaborasi antara pembelajaran kokurikuler dan program Perpustakaan SMP Yos Sudarso dalam rangka Bulan Bahasa 2026. Sinergi tersebut menjadi salah satu upaya sekolah untuk mengembangkan budaya literasi sekaligus memperkenalkan kearifan lokal Melayu Batam melalui bahasa, sastra, seni, dan kreativitas murid.
Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa, sastra, dan budaya daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa.
Kontributor: Atri Novela Siamanungkalit, S.Pd.
