Home » Hanya Ada di SMP Santa Maria, Syahdunya Ramadan Menyatu dengan Harmoni Imlek

Hanya Ada di SMP Santa Maria, Syahdunya Ramadan Menyatu dengan Harmoni Imlek

oleh Suwito

Mentok, YTKNews.id–Suara riuh di SMP Santa Maria seketika berganti menjadi keheningan yang sejuk saat dua siswa muslim, Hanum dan Rasheeqa, melangkah dengan percaya diri ke tengah panggung. Mengenakan busana muslim yang rapi dan anggun, kehadiran mereka sebagai pembawa acara di tengah hiasan lampion merah menyala menjadi simbol pembuka yang kuat tentang betapa indahnya toleransi di sekolah ini.

Hanum dan Rasheeqa Berbalut Busana Muslim Memandu Acara

 

 

Di hadapan para guru dan tamu undangan, kedua siswa ini dengan hangat menyapa seluruh warga sekolah, merajut suasana kekeluargaan yang melampaui sekat perbedaan keyakinan dan etnis.

​Pesta syukur ini terasa kian istimewa dengan kehadiran Pengawas Satuan Pendidikan Bangka Barat, Dwinita. Dalam sebuah petikan wawancaranya di sela-sela acara, beliau menyampaikan kekagumannya terhadap ekosistem pendidikan di SMP Santa Maria.

“Apa yang saya saksikan hari ini adalah potret nyata dimensi profile lulusan. Ketika anak-anak kita mampu merayakan Imlek sekaligus menyiapkan buka puasa bersama dalam satu ruang yang sama, mereka sedang belajar tentang kemanusiaan yang paling mendasar. Ini adalah praktik baik yang harus terus dipupuk. Saya rasa ini hanya ada di Santa Maria, ” ujar Dwinita dengan nada bangga.

​Semangat kebersamaan ini tidak hanya berhenti di atas panggung, tetapi juga merambah ke dalam ruang-ruang kelas melalui sesi Open Class. Di masing-masing kelas, para siswa secara berkelompok mempresentasikan kekayaan budaya dan tradisi agama mereka. Siswa beretnis Tionghoa menjelaskan filosofi di balik perayaan Imlek, sementara rekan-rekan mereka yang muslim berbagi makna spiritual dari ibadah puasa. Interaksi ini menciptakan ruang dialog yang jujur, di mana rasa ingin tahu tumbuh menjadi rasa saling menghormati yang tulus.

 

​Puncak acara ditandai dengan pentas seni kolaborasi yang memukau, menggabungkan gerak tari tradisional dengan instrumen modern yang dimainkan oleh siswa dari lima agama berbeda. Suasana mencapai titik haru saat doa dari lima agama dilantunkan secara bergantian, menggetarkan hati setiap orang yang hadir. Ketika waktu berbuka tiba, suasana berubah menjadi pesta persaudaraan, kue-kue khas imlek dan takjil manis berpindah dari tangan ke tangan tanpa memandang latar belakang. Di bawah langit Mentok sore itu, SMP Santa Maria bukan sekadar institusi pendidikan, melainkan sebuah rumah besar bagi keberagaman yang harmonis.

 

Reporter: Suwito

Foto: Dylan, Clare, & Kelly

Anda mungkin juga suka