Home » Siswa Kelas 6 SD Maria Goretti Temukan Jati Diri sebagai “Mutiara Berharga” dalam Rekoleksi Dua Hari

Siswa Kelas 6 SD Maria Goretti Temukan Jati Diri sebagai “Mutiara Berharga” dalam Rekoleksi Dua Hari

oleh fristytarigan

Sungailiat, YTKnews.id – Mengambil jeda sejenak dari rutinitas akademik untuk mengisi asupan spiritual, SD Maria Goretti sukses menyelenggarakan kegiatan rekoleksi bagi para siswanya. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yakni pada hari Jumat dan Sabtu, 10-11 April 2026 ini, diikuti dengan antusias oleh 54 peserta. Mengusung tema “Menemukan Mutiara di Kedalaman Hati”, kegiatan ini dirancang untuk membekali para siswa secara spiritual dan mental sebelum mereka melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Rangkaian acara hari pertama dimulai pada Jumat pagi (10/4) bertempat di Hotel Novilla, Sungailiat. Suasana khidmat menyelimuti ruangan saat kegiatan dibuka dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Rm. Gregorius Roberto Casadei.

Dalam sesi pertama yang bertajuk “Aku Berharga di Mata Tuhan”, Romo Gregorius mengajak para siswa untuk menyadari bahwa setiap pribadi diciptakan unik dan memiliki nilai yang luar biasa di hadapan Tuhan. “Setelah Sesi 1 berakhir, suasana semakin hangat melalui Dinamika Kelompok bersama Bapak Pandu , guru SMP Maria Goretti. Keceriaan ini menjadi jembatan menuju Sesi 2, sebuah ruang refleksi bertajuk ‘Berani Melihat Isi Hatiku’, di mana setiap peserta diajak untuk menyelami perasaan terdalamnya dengan jujur.”

Selesai mendalami Sesi 2, seluruh siswa bersiap untuk melanjutkan rangkaian kegiatan berikutnya. Dengan hati yang lebih terbuka, rombongan bertolak menuju SD Maria Goretti untuk melanjutkan keseruan dan pembelajaran di sana. Setelah menyelesaikan materi pada Sesi 2 yang penuh refleksi, suasana berubah menjadi lebih hangat. Di bawah langit sore yang cerah, para peserta mengambil waktu sejenak untuk melepas lelah. Sambil menikmati hidangan snack, mereka tampak asyik bercengkerama satu sama lain, berbagi cerita dan tawa yang mempererat keakraban.

Momen santai ini menjadi energi tambahan sebelum memasuki agenda berikutnya, yaitu Dinamika Kelompok. Sesi ini diisi dengan berbagai games seru yang telah disiapkan oleh Sie Acara untuk menguji kekompakan dan kreativitas. Keseruan di lokasi ini pun ditutup dengan penuh kesan, dan kini para siswa telah bersiap dengan semangat baru untuk melanjutkan rangkaian acara di SD Maria Goretti.

Tepat pukul 19.00 WIB, suasana malam semakin hidup saat memasuki Sesi 3. Fristy Yasinta Tarigan, S.Pd., yang dikenal sebagai sosok guru energik dari SMP Maria Goretti, berhasil membakar semangat para peserta lewat pemaparannya yang dinamis. Mengangkat tema ‘Aku Dipanggil untuk Hal yang Besar’, beliau memotivasi para siswa untuk melihat potensi luar biasa dalam diri mereka. Puncak sesi ini ditandai dengan momen reflektif, setiap siswa pun diminta untuk menuliskan mimpi dan cita-cita mereka sebagai langkah awal menuju masa depan yang gemilang.

Setelah rangkaian sesi 3 di aula berakhir, para siswa perlahan bergerak menuju lapangan. Di sana, sebuah api unggun telah menyala, memecah kegelapan malam dengan cahayanya yang hangat. Sambil membentuk lingkaran besar mengelilingi kobaran api, para siswa menciptakan simbol kebersamaan yang erat, bersiap untuk menutup hari dengan semangat persaudaraan yang baru.

Malam semakin larut, membawa para peserta pada sesi yang paling menyentuh kalbu, yaitu renungan malam. Melalui refleksi yang dibawakan oleh Ibu Ida, para siswa diajak untuk melihat kembali jati diri mereka. Suasana pun berubah menjadi penuh keharuan, terlihat banyak peserta yang meneteskan air mata , yang sekaligus menjadi simbol runtuhnya ketidakyakinan, berganti dengan kesadaran penuh bahwa mereka adalah mutiara yang berharga di mata Tuhan dan sesama. Sebuah momen rekoleksi yang sangat membekas di jiwa setiap siswa.

Tak berselang lama, suasana kembali ceria di bawah pendar api unggun. Dipandu oleh duet MC yang luar biasa, Ibu Feni dan Ibu Desta, acara api unggun malam itu berlangsung sangat interaktif. Kedua MC ini berhasil menghidupkan suasana dan memotivasi para siswa untuk tampil percaya diri. Alhasil, berbagai bakat pun bermunculan.  Semua siswa mulai menunjukkan bakat mereka dengan antusias, mulai dari berbalas pantun yang kocak hingga akting dalam bermain peran yang sangat totalitas. Momen ini menjadi panggung bagi para ‘mutiara’ untuk menunjukkan kilau bakat mereka di hadapan teman-teman dan para guru.

Memasuki hari kedua pelaksanaan, Sabtu (11/04), keceriaan para siswa tampak jelas saat mengikuti sesi senam pagi bersama. Udara segar dan gerakan yang energik menjadi pembuka yang manis untuk membangkitkan semangat sebelum melanjutkan rangkaian refleksi. Setelah tubuh terasa bugar, kegiatan dilanjutkan dengan sarapan bersama, momen yang mempererat persaudaraan dan kebersamaan antar siswa serta guru.

Puncak acara pada hari kedua hadir dalam sesi 4 yang dipandu oleh Seran Tahuk, S.Ag. Dalam paparannya yang mendalam namun komunikatif, beliau menekankan pentingnya komitmen diri. “Perubahan besar dimulai dari janji kecil pada diri sendiri. Rekoleksi ini adalah titik awal bagi anak-anak untuk menuliskan babak baru sebagai pribadi yang lebih bertanggung jawab dan berkarakter,” tutur beliau di hadapan para siswa.

Revita Andy Hapsari, S.Pd. selaku Kepala Sekolah SD Maria Goretti mengatakan bahwa rekoleksi ini merupakan agenda krusial dalam kalender pendidikan SD Maria Goretti. Hal ini selaras dengan misi sekolah untuk tidak hanya mencetak generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual yang selaras dengan nilai-nilai Kristiani.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, SD Maria Goretti berharap semangat pembaruan diri yang telah dirumuskan para siswa dapat terus dibawa dan dihidupi dalam keseharian mereka, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah keluarga.

Kontributor: Ida Hastuti, S.Pd.

Anda mungkin juga suka