Mentok,YTKNews.id– Suasana lapangan SMP Santa Maria tampak berbeda pagi ini. Bukan sekadar baris-berbaris biasa, para anggota Pramuka berkumpul dengan antusiasme tinggi untuk mengikuti kegiatan Simulasi Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) yang dikemas secara interaktif dan penuh keseruan.
Kegiatan ini dipandu langsung oleh Riko Zulkarnain, pembina Pramuka yang dikenal energik, bersama Dewi, guru BK sekaligus penanggung jawab UKS sekolah. Kolaborasi ini bertujuan untuk membekali siswa dengan keterampilan praktis saat menghadapi situasi darurat medis di lingkungan sekolah maupun sehari-hari.
Simulasi diawali dengan demonstrasi teknik pembalutan luka dan penanganan pingsan. Kak Riko memberikan instruksi teknis yang tegas namun humoris, membuat para siswa tidak merasa tegang saat mempraktikkan penggunaan kain mitela dan bidai.

Di sisi lain, Dewi memberikan sentuhan edukasi dari perspektif kesehatan dan psikologis. Ia menekankan pentingnya tetap tenang saat memberikan pertolongan agar tidak menimbulkan kepanikan pada korban.
“P3K bukan cuma soal medis, tapi juga soal ketenangan mental. Kita ingin anak-anak SMP Santa Maria punya jiwa penolong yang sigap dan tidak gugup,” Kak Dewi di sela-sela kegiatan.
Keseruan memuncak saat simulasi “Evakuasi Korban”. Para siswa dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menangani skenario kecelakaan simulasi. Ada yang berperan sebagai korban, tim medis, hingga pembuka jalan. Gelak tawa sesekali pecah saat beberapa siswa tampak canggung menggendong temannya menggunakan tandu darurat, namun mereka tetap serius mengikuti arahan Kak Riko.

Menurut Riko, melalui kegiatan ini, SMP Santa Maria membuktikan bahwa pendidikan karakter dan kesiapsiagaan bisa diajarkan dengan cara yang sangat menyenangkan. “Harapannya, setiap anggota Pramuka di sekolah ini mampu menjadi pahlawan pertolongan pertama bagi teman-temannya, ” pungkasnya.
Kontributor: Suwito
