Home » Vibe Toleransi Juara! Intip Kebersamaan Buka Bersama di SMP Santa Theresia

Vibe Toleransi Juara! Intip Kebersamaan Buka Bersama di SMP Santa Theresia

oleh Marcelina Sandra

Pangkalpinang, YTKNews.id — Suasana khidmat menyelimuti ruang pertemuan SMP Santa Theresia Pangkalpinang pada 26 Februari lalu. Dalam semangat persaudaraan, sekolah menggelar agenda tahunan berupa perayaan Imlek yang sekaligus merayakan buka puasa bersama yang melibatkan seluruh warga sekolah. Momen tahun ini terasa istimewa karena kedekatan jadwal dua hari besar keagamaan. Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 17 Februari 2026 disusul dengan awal Ramadan pada 19 Februari 2026, menciptakan atmosfer akulturasi budaya dan religi yang kental di lingkungan sekolah.

Keberagaman di SMP Santa Theresia tidak hanya tecermin dari para siswa dan guru, tetapi juga mencakup seluruh staf pendukung, termasuk petugas kebersihan (cleaning service) dan satuan pengamanan (Satpam). Sinergi ini menunjukkan betapa kuatnya nilai inklusivitas yang dijunjung tinggi oleh institusi. Pagi hari pembelajaran ditiadakan, berpusat pada kegiatan perayaan ini di sore hari. Sebelum memasuki waktu berbuka, para siswa mengikuti rangkaian perayaan Imlek di Gedung Olahraga (GOR). Di tempat berbeda, untuk warga sekolah, guru dan karyawan yang beragama Islam berkumpul di ruang pertemuan yang telah dipersiapkan khusus untuk mendengarkan kultum menjelang berbuka puasa.

Dalam kesempatan ini, Ustaz Abdul Kifli menyampaikan kultum mengenai hikmah dan keutamaan zakat fitrah dalam kehidupan sosial. Beliau menekankan bahwa zakat fitrah bukan sekadar ritual ibadah individu, melainkan instrumen sosial yang berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat.

“Kewajiban zakat fitrah sebesar 2,5 kg atau 3,5 liter beras (atau setara uang) bertujuan untuk menyucikan diri dan membantu fakir miskin. Zakat ini wajib ditunaikan sebelum salat Idulfitri, dengan waktu utama dimulai sejak malam pertama Ramadan.” pesannya.

“Ibadah ini mengajarkan kita mengenai kepedulian sosial serta memastikan kecukupan pangan bagi saudara-saudara kita yang kekurangan,” sambung Ustaz Abdul Kifli.

Setelah kegiatan bersama Ustaz Abdul Kifli selesai, acara dilanjutkan dengan kegiatan bersama untuk berbuka puasa dan menikmati pernak-pernik sajian makanan imlek yang telah disiapkan masing-masing kelas di GOR sekolah.

Andre selaku ketua panitia kegiatan perayaan imlek dan buka bersama, menyatakan bahwa inti dari kegiatan ini adalah memupuk rasa saling menghargai untuk mempererat tali persaudaraan antarumat beragama.

“Kami berharap acara ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun agar silaturahmi antar warga sekolah tidak terputus,” ungkap Laoshi Andre, sapaan akrabnya.

Salah satu siswa juga menambahkan bahwa kegiatan ini sangat positif karena mampu menguatkan iman dan semangat dalam menjalankan ibadah puasa di tengah lingkungan yang beragam.

 

Kontributor: Stefani

Anda mungkin juga suka