BATAM, YTKNews.id. SMA Yos Sudarso Batam kembali menorehkan inovasi dalam proses pendidikan karakter siswanya. Melalui integrasi apik antara program kokurikuler sekolah dan Tim Pramuka Gugus Depan SMA Yos Sudarso, sebuah perhelatan besar berhasil digelar. Puncak dari kolaborasi lintas lini ini diwujudkan dalam kegiatan Perkemahan Jumat dan Sabtu (Perjusa) yang berlangsung dengan sangat meriah dan sarat akan edukasi kemandirian.

Tahun ini, Perjusa SMA Yos Sudarso Batam mengusung nama sandi kegiatan, Wirakaga Sakreva. Diambil dari untaian makna yang mendalam, Wirakaga Sakreva merepresentasikan sosok ksatria penjaga yang perkasa, bercahaya, dan penuh dengan nilai kreatif. Semangat ksatria tersebut kemudian dibingkai secara apik dalam tema besar perkemahan, yaitu: “Pramuka Tangguh, Mandiri, dan Berbudaya.”
Jika biasanya perkemahan pramuka hanya berfokus pada kecakapan teknis kepanduan dasar, Perjusa Wirakaga Sakreva kali ini tampil berbeda. Kegiatan ini merupakan kristalisasi dari materi kokurikuler yang selama ini dipelajari siswa di kelas, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan karakter, kemandirian pribadi, dan pemecahan masalah (problem solving).

Kolaborasi ini bertujuan agar para peserta didik tidak hanya menghafal teori kemandirian di dalam kelas, tetapi juga mampu menginternalisasi nilai-nilai bertahan hidup ke dalam kehidupan sehari-hari melalui dunia kepramukaan.
“Kami ingin melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga tangguh menghadapi tantangan dan benar-benar mandiri dalam bertindak. Melalui Perjusa yang padat ini, mereka ditempa untuk bisa mengurus diri sendiri tanpa bergantung pada orang lain,” ungkap Yohanes Dhacostavianus, S.Pd., salah satu pembina di sela-sela kegiatan.
Sesuai dengan arti namanya yang “bercahaya dan penuh nilai kreatif”, suasana Perjusa Wirakaga Sakreva jauh dari kesan monoton. Melalui tema tahun ini, setiap tantangan, penjelajahan (wide game), dan perlombaan yang dirancang oleh Tim Pramuka SMA Yos Sudarso menuntut para peserta untuk mempraktikkan langsung nilai-nilai ketangguhan.

Melalui Perjusa Wirakaga Sakreva, SMA Yos Sudarso Batam telah membuktikan bahwa pembelajaran terbaik adalah pembelajaran yang dialami langsung (experiential learning). Kolaborasi kokurikuler dan kepramukaan ini sukses menanamkan kesadaran pada diri siswa bahwa teknologi boleh maju dan modernisasi boleh berjalan, namun karakter sebagai ksatria yang mandiri dan tangguh tidak boleh luntur.
Kegiatan ditutup secara resmi pada hari Sabtu dengan penuh haru dan bangga. Para peserta pulang membawa pulang bukan hanya pakaian yang kotor oleh tanah perkemahan, melainkan jiwa yang jauh lebih mandiri, mental yang lebih tangguh, serta keterampilan hidup yang siap diterapkan dalam keseharian. (dn)
Kontributor: Evan Budi Wahono, S.Pd.
