Home » Harmoni dalam Balutan Busana! Potret Indah Toleransi di SMP Santa Theresia Pangkal Pinang

Harmoni dalam Balutan Busana! Potret Indah Toleransi di SMP Santa Theresia Pangkal Pinang

oleh Marcelina Sandra

Pangkalpinang, YTKNews.id — Suasana meriah menyelimuti Gedung Olahraga (GOR) SMP Santa Theresia Pangkal Pinang pada perayaan Tahun Baru Imlek dan Buka Bersama, 26 Februari lalu. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, perayaan kali ini mengusung misi khusus, yakni Harmoni dalam Keberagaman. Salah satu kegiatan dalam rangkaian acara adalah Lomba Fashion Show unik yang menampilkan perpaduan busana khas Tionghoa dan busana Muslim.

Saat lomba fashionshow antusiasme peserta sudah terlihat sejak sesi technical meeting pada 13 Februari lalu. Panitia melakukan pembagian tema busana secara acak kepada para peserta. Menariknya, peserta dengan senang hati mendapat tema yang berbeda dengan latar budayanya. Ada peserta muslim yang mendapat tema Tionghoa, begitu juga sebaliknya.

Langkah berani ini diambil sekolah sebagai bentuk toleransi dan solidaritas. Mengingat perayaan Imlek tahun ini bertepatan dengan bulan suci Ramadan, pihak sekolah ingin menanamkan nilai toleransi secara nyata.

“Kami ingin murid tidak hanya sekadar merayakan tradisi, tapi juga merasakan indahnya bertoleransi. Melalui perayaan ini, kami ingin para murid berani dalam menunjukkan keberagaman yang ada di sekolah.” ungkap Andre, selaku ketua panitia.

“Mengenakan busana Muslim di saat teman-teman mereka sedang berpuasa adalah simbol bahwa kami satu keluarga besar yang saling mendukung. Di lain sisi, suasana perayaan Imlek juga dapat dirasakan bersama,” tutupnya.

Riuh tepuk tangan penonton pecah saat para 15 pasang peserta beraksi dengan percaya diri, menunjukkan bahwa perbedaan budaya bukanlah sekat, melainkan daya pikat. Tanpa canggung, memberi salam hormat pada juri, dan menebar senyuman termanis pada perayaan malam itu. Tanpa disangka, para peserta sangat totalitas dalam mempersiapkan busana yang dikenakan, begitu menjiwai tema yang diberikan. Begitu menarik perhatian sedari awal, ada peserta yang memukau dengan gaun Cheongsam yang mejuntai, lengkap dengan aksesorisnya. Tak ketinggalan, peserta lain dengan tema yang berbeda hadir dalam balutan baju gamisnya yang anggun.

Salah satu peserta, Xeviolla, mengungkapkan rasa bangganya saat harus tampil mengenakan busana Muslim modern. Meski awalnya sempat gugup karena mendapatkan tema tersebut, ia justru merasa mendapatkan pengalaman berharga.

“Awalnya kaget karena saya tidak pernah memakai bahkan tidak mempunyai busana seperti ini, tapi setelah mencoba, saya merasa bangga. Ini cara saya menghargai teman-teman saya yang sedang berpuasa. Di panggung tadi, saya merasa bukan sedang berkompetisi, tapi sedang merayakan persahabatan kami,”ungkap Xeviolla penuh semangat.

“Lomba fashion show yang menggabungkan busana Tionghoa dan Muslim adalah ide bagus karena tidak sering Michelle temui yang seperti ini. Menariknya pesertanya juga berpasangan. Tentunya menjadi challenge yang menarik, seru, dan dapat menunjukkan toleransi antaragama.” susul Michelle, salah satu peserta yang lain.

 

Perayaan Imlek di SMP Santa Theresia Pangkal Pinang tahun ini menjadi bukti nyata bahwa keberagaman di Bangka Belitung, khususnya di lingkungan sekolah, tetap terjaga dengan indah melalui kreativitas dan rasa saling menghargai. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memupuk nilai toleransi antarsesama.

 

Kontributor: Theresia Feby

Anda mungkin juga suka