Pangkalpinang, YTKNews.id –Pada Maret 2026, Suasana penuh kekeluargaan menyelimuti ruang guru SD Santo Paulus 1 siang ini. Ada rasa haru sekaligus terima kasih yang mendalam saat seluruh guru dan karyawan berkumpul untuk melepas Ibu Sapariah, guru yang telah mendedikasikan dirinya sebagai wali kelas 3A selama dua bulan terakhir.
Dua Bulan yang Berkesan
Meski hanya bertugas selama dua bulan untuk menggantikan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), kehadiran Bu Sapariah telah meninggalkan kesan mendalam bagi rekan sejawat maupun siswa. Beliau dikenal sebagai pribadi yang ramah dan cepat berbaur dengan keluarga besar sekolah.

Acara perpisahan ini diisi dengan agenda ramah tamah yang santai dan penuh tawa. Sebagai bentuk apresiasi dan rasa memiliki yang tinggi, para guru dan karyawan memberikan tanda kasih berupa parcel kue dan minuman. Pemberian ini bukan sekadar hadiah, melainkan simbol ikatan persaudaraan yang telah terjalin erat.
Apa Kata Mereka?
Keakraban ini terpancar jelas dari kesan-kesan yang disampaikan oleh warga sekolah. Salah satu siswa kelas 3A merasa sangat kehilangan sosok gurunya tersebut:
“Aku sedih Bu Sapariah sudah selesai mengajar di kelas kami. Ibu guru orangnya sabar sekali kalau mengajar. Terima kasih ya Bu sudah membimbing kami selama dua bulan ini,” ungkapnya dengan polos.
Rasa bangga juga disampaikan oleh salah satu rekan guru Ibu Dwi yang merasa terbantu dengan kehadiran Bu Sapariah:
“Ibu Sapariah adalah sosok yang sangat kooperatif. Meskipun singkat, beliau sudah menjadi bagian dari keluarga kami. Kebersamaan hari ini, mulai dari berbagi cerita sampai foto bersama, menunjukkan betapa kuatnya rasa memiliki di SD Santo Paulus 1. Kami pasti akan merindukan kehadirannya,” ujarnya.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama yang penuh keceriaan. Senyum lebar dari para guru dan karyawan menjadi bukti bahwa meski raga tidak lagi di sekolah yang sama, jalinan silaturahmi akan tetap terjaga.
Terima kasih, Bu Sapariah! Selamat bertugas di tempat yang baru dan tetaplah menjadi inspirasi bagi dunia pendidikan.
Kontributor : Ruth
