Pangkalpinang, YTKNews.id — Memperingati hari buku sedunia yang jatuh pada 23 April 2026, murid SMP Santa Theresia Pangkalpinang menggelar aksi sosial edukatif yang inspiratif. Mereka mengunjungi SDN 42 dan SDN 59 Pangkalpinang untuk mendonasikan koleksi buku berkualitas sebagai bagian dari program literasi tahun ajaran 2025/2026. Aksi ini jauh dari kesan seremonial belaka. Buku-buku yang disumbangkan merupakan buah dari kemandirian dan kepedulian murid kelas 9, khususnya kelas 9B sebanyak 34 Buku baru yang disumbangkan. Selama satu bulan terakhir, para murid secara rutin menyisihkan sebagian uang jajan mingguan mereka. Dana yang terkumpul kemudian dibelikan buku-buku baru untuk didonasikan sebagai “kado perpisahan” sebelum mereka menamatkan masa sekolah.

Setibanya di SDN 42 Pangkalpinang pada 23 April lalu, rombongan yang didampingi Pustakawan SMP Santa Theresia disambut langsung oleh Plt. Kepala Sekolah. Prosesi serah terima berlangsung khidmat di ruang perpustakaan sekolah. Romadoni, S.Pd., selaku perwakilan dari pihak SDN 42 Pangkalpinang, menyampaikan apresiasi mendalamnya.
“Kami sangat senang mendapatkan sumbangan buku ini. Semoga ke depannya SMP Santa Theresia semakin maju, dan kami berharap kegiatan ini menjadi awal kolaborasi antar-sekolah dalam meningkatkan literasi,” ungkapnya.
Kenryu, perwakilan murid kelas 9B, mengaku bahagia dapat berbagi langsung dengan adik-adik kelas di SDN 42. Ia berharap buku-buku tersebut dapat memicu minat baca yang lebih tinggi di sekolah tersebut.

Selain SDN 42, rombongan juga mengunjungi SDN 59 Pangkalpinang. Kunjungan ini terasa spesial karena salah satu perwakilan murid kelas 9B, Shandiago, merupakan alumni sekolah tersebut. Kedatangan Shandiago disambut hangat oleh Kepala Sekolah beserta para guru. Selain menyerahkan bantuan untuk Perpustakaan Cahaya SDN 59, Shandiago juga menyempatkan diri menyapa para guru dan bernostalgia tentang masa sekolahnya dulu.
“Saya sangat senang bisa kembali ke sekolah lama saya. Semoga buku-buku ini membuat adik-adik di SDN 59 semakin gemar membaca sejak dini,” tuturnya.
Yustina Rubiyati, selaku wali kelas, menegaskan bahwa nilai utama dari aksi ini adalah ketulusan dan kepedulian sosial.

“Harapannya, aksi ini bukan sekadar memberi secara fisik, tetapi juga menjadi motivasi bagi orang lain untuk terus melakukan hal positif bagi dunia pendidikan,” pungkasnya.
Aksi nyata murid SMP Santa Theresia ini menjadi bukti bahwa semangat berbagi dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan dapat dipupuk sejak dini melalui langkah-langkah kecil yang konsisten.
Kontributor: Stefani
