Pangkalpinang, YTKNews.id – Dalam rangka menghidupi dan memaknai Bulan Rosario yang jatuh pada bulan Oktober, civitas academica SMP Santa Theresia menyelenggarakan kegiatan doa Rosario bersama yang rutin dilaksanakan setiap hari Jumat sepanjang bulan. Rangkaian kegiatan doa Rosario yang dikoordinasikan langsung oleh tim pastoral sekolah ini resmi ditutup dengan penuh khidmat pada 30 Oktober lalu, bertempat di Gereja St. Bernadeth, Pangkalpinang.
Kegiatan tahunan ini dirancang secara khusus sebagai salah satu langkah nyata sekolah dalam membina iman para murid. Melalui program ini, sekolah berkomitmen untuk memupuk dan meningkatkan iman para murid sejak dini, sekaligus mengenalkan serta membiasakan praktik devosional doa Rosario sebagai salah satu tradisi iman Katolik yang sangat penting dan sarat akan makna mendalam.
“Dalam tradisi Gereja Katolik, doa Rosario bukan sekadar pengulangan doa-doa lisan, melainkan sebuah sarana kontemplatif yang mengajak umat beriman untuk merenungkan misteri keselamatan Yesus Kristus bersama Bunda Maria,” ungkap Andre selaku Koordinator Pastoral Sekolah.
Sepanjang bulan Oktober, setiap hari Jumat sepulang sekolah, para murid diajak menyelami peristiwa-peristiwa Rosario, mulai dari Peristiwa Gembira, Terang, Sedih, hingga Mulia. Melalui kegiatan ini, mereka diharapkan mampu memetik pelajaran hidup dan meneladani keutamaan Kristus dalam kehidupan sehari-hari.
Andre selaku Koordinator Pastoral Sekolah mengakui bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi perkembangan iman para murid. Menurutnya, di tengah arus modernisasi dan pesatnya perkembangan teknologi yang sering kali menyita perhatian generasi muda, kegiatan devosional seperti ini menjadi oase spiritual yang sangat dibutuhkan untuk menjaga fokus dalam kehidupan beriman.
“Melalui doa Rosario yang kita daraskan bersama setiap hari Jumat, kita tidak hanya mengajak para murid untuk berdoa memohon perlindungan dan penyertaan Bunda Maria. Lebih dari itu, kita ingin membimbing mereka untuk merenungkan secara mendalam setiap misteri keselamatan Yesus Kristus. Kami berharap praktik devosional ini menjadi akar yang kuat bagi iman anak-anak, sehingga mereka tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual, keheningan batin, dan empati yang tinggi terhadap sesama,” ujar Andre saat ditemui di sela-sela kegiatan penutupan.
Andre juga menambahkan bahwa keterlibatan aktif murid dalam memimpin doa pada setiap pertemuan hari Jumat menjadi sarana latihan kepemimpinan rohani yang efektif. Para murid bergiliran bertugas sebagai pembawa doa, pembaca petikan Kitab Suci, pemandu peristiwa-peristiwa Rosario, serta pemimpin lagu. Hal ini dinilai mampu menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus rasa memiliki terhadap tradisi iman Gereja.
Acara puncak penutupan kegiatan pada 30 Oktober berlangsung dengan sangat khusyuk. Seluruh murid kelas VII hingga kelas IX, bersama para guru dan staf sekolah, berkumpul untuk mengakhiri rangkaian devosi selama bulan Oktober. Suasana penuh keheningan dan kebersamaan terpancar sepanjang prosesi doa berlangsung, diiringi lagu-lagu pujian kepada Bunda Maria yang syahdu.
Dengan berakhirnya rangkaian doa Rosario pada bulan Oktober ini, pihak sekolah berharap semangat berdoa dan perenungan akan karya keselamatan Kristus tidak berhenti seiring bergantinya bulan. Nilai-nilai kesetiaan, kerendahan hati, dan ketekunan yang diajarkan oleh Bunda Maria diharapkan dapat terus dihidupi dan diwujudkan oleh seluruh murid SMP Santa Theresia dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, serta dalam kegiatan belajar sehari-hari.
Kontributor: Alexander
