Senayang, YTKNews.id – Semangat belajar dan keberanian untuk berkompetisi ditunjukkan sembilan siswa SD Santo Carolus Senayang dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat SD se-Yayasan Tunas Karya yang berlangsung pada Selasa (27/10/2026). Meski berasal dari Pulau Ujung Beting dengan segala keterbatasan sarana dan fasilitas pendidikan, mereka tetap tampil penuh semangat untuk menguji kemampuan dan mengharumkan nama sekolah.
Dalam kompetisi tersebut, terdapat tiga bidang yang dilombakan, yakni Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). SD Santo Carolus Senayang mengutus sembilan siswa untuk berkompetisi, masing-masing tiga siswa pada setiap bidang.
Untuk bidang Matematika, peserta terdiri atas Gabriela Marsha Rosari, Novillya Teja, dan Saverius Noval Sumakud. Bidang IPA diikuti Antonius Timotius Toing, Vania, dan Natalia. Sementara itu, bidang IPS diwakili Claura Olivia Agustine, Elthania, dan Meilisa.
Walaupun belum berhasil melaju ke babak final, keikutsertaan mereka menjadi pengalaman yang sangat berharga. Bagi anak-anak dari Pulau Ujung Beting, kesempatan berkompetisi bersama siswa dari sekolah-sekolah lain merupakan langkah penting untuk memperluas wawasan, mengasah kemampuan, dan membangun kepercayaan diri.
Perjuangan tersebut tentu tidak datang begitu saja. Selama kurang lebih dua bulan, para siswa menjalani persiapan dan pendampingan secara intensif bersama tiga guru pembimbing, yakni Robertus Sumakud, Anastasia Tse, dan Marcelinus Eko Sudaryanto.

Ketiga pembimbing menyampaikan rasa bangga atas kesungguhan, semangat, dan kerja keras para siswa selama mengikuti proses persiapan hingga perlombaan. Bagi mereka, keberanian anak-anak untuk tampil dan memberikan kemampuan terbaik sudah menjadi pencapaian yang patut diapresiasi.
Kebanggaan serupa diungkapkan Kepala SD Santo Carolus Senayang, Siprianus Yarto, S.Pd. Ia memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berjuang membawa nama sekolah. Ia juga mengingatkan para siswa agar tidak berkecil hati karena belum berhasil meraih posisi finalis.
Hasil perlombaan, menurutnya, bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan. Pengalaman, keberanian mencoba, dan kemauan untuk terus belajar merupakan bekal penting bagi perkembangan anak-anak ke depan.
Keikutsertaan SD Santo Carolus Senayang dalam LKS tahun ini menjadi gambaran bahwa keterbatasan geografis dan fasilitas bukan alasan untuk berhenti bermimpi dan berjuang. Anak-anak dari Pulau Ujung Beting juga memiliki potensi, kesempatan, dan hak yang sama untuk berkembang serta meraih prestasi.
Sebab, prestasi tidak selalu dimulai dari kemenangan. Terkadang, prestasi justru lahir dari keberanian untuk mencoba, ketekunan dalam berproses, dan semangat untuk tidak menyerah.
