Home » Kartini Hidup dalam Tawa Anak Anak TK Maria Goretti

Kartini Hidup dalam Tawa Anak Anak TK Maria Goretti

oleh fristytarigan

Sungailiat, YTKNews.id — Serunya perayaan Hari Kartini di TK Maria Goretti Sungailiat terasa begitu hangat dan penuh keceriaan. Anak-anak tampil memukau dengan mengenakan berbagai pakaian adat dari beragam daerah di Indonesia. Wah, perayaan yang seru sekali!

Momen memakai pakaian adat di sekolah seperti TK Maria Goretti bukan cuma soal tampil beda, tetapi menjadi cara paling efektif untuk mengenalkan keberagaman Indonesia sejak dini. Hal ini disampaikan oleh Kepala TK Maria Goretti, Christina Dwi Pusparini, S.Pd., yang menilai kegiatan sederhana ini memiliki makna besar bagi perkembangan karakter anak.

Sejak awal, semangat perayaan sudah terasa. Kepala sekolah mengingatkan para guru dan karyawan untuk mengenakan kebaya. “Besok harus memakai kebaya, jangan lupa ya,” pesannya. Tak hanya itu, melalui grup paguyuban, orang tua juga diimbau agar anak-anak mengenakan pakaian adat. Bagi yang belum memiliki, tetap bisa berpartisipasi dengan memakai batik.

Dengan melihat langsung teman-temannya memakai baju dari daerah yang berbeda, anak-anak pun mulai memahami bahwa Indonesia itu luas dan kaya budaya. Hal ini sejalan dengan semangat R.A. Kartini yang ingin semua orang memiliki kesempatan untuk maju.

Keseruan semakin terasa saat anak-anak melihat para guru mereka tampil dengan busana adat. Suasana menjadi begitu hangat, anak-anak bahkan berebut ingin bersalaman dengan guru, seolah merasakan bahwa hari itu benar-benar istimewa. Salah satu siswa TK A, Leon, tampak sangat bersemangat mengenakan pakaian adat Batak. Meski ucapannya belum begitu jelas, ekspresi bahagianya terlihat nyata saat berbicara kepada gurunya.

Menariknya, meskipun tidak ada peragaan busana, kegiatan menonton film perjuangan justru memberikan kesan yang lebih mendalam. Visualisasi cerita membantu anak-anak usia dini memahami mengapa sosok Kartini begitu dihormati. Cara ini dinilai efektif dalam membangun rasa empati dan kekaguman terhadap perjuangan beliau dalam memperjuangkan pendidikan.

“Penggunaan film animasi atau tayangan visual sederhana menjadi pilihan yang tepat. Di usia TK, anak-anak lebih mudah menyerap pesan moral melalui karakter visual dan alur cerita yang menyentuh. Dari sini, mereka belajar tentang nilai pantang menyerah, semangat belajar, dan pentingnya saling membantu sesama.” Ujar Kepala TK itu.

Tak hanya itu, pengalaman visual tersebut juga memicu rasa ingin tahu anak-anak. Mereka mulai bertanya “kenapa” dan “bagaimana”, membuka ruang diskusi sederhana tentang sejarah dengan cara yang menyenangkan.

Sebagai penutup, momen istimewa ini semakin lengkap dengan sesi foto bersama. Anak-anak yang tampil cantik, ganteng, dan menggemaskan dalam balutan pakaian adat pun diabadikan dalam potret penuh keceriaan.(fyt)

Kontributor : Sisilia Sri Anggraheny Dwi Wahyuni

Anda mungkin juga suka