Mentok, YTKNews.id– Suasana penuh kebersamaan dan toleransi tampak di SD Santa Maria Mentok, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, saat sekolah tersebut mengadakan kegiatan perayaan Idul Fitri pada Selasa, 31 Maret 2026. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk upaya sekolah dalam meningkatkan kualitas karakter peserta didik sekaligus menanamkan sikap saling menghargai perbedaan agama di lingkungan sekolah.
Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut melibatkan siswa, guru, serta para orang tua. Meski SD Santa Maria merupakan sekolah dengan latar belakang keberagaman agama dan seluruh warga sekolah turut berpartisipasi untuk menghormati dan merayakan kebahagiaan Idul Fitri bersama para siswa dan orang tua yang beragama Islam.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah fashion show ala gamis yang diikuti oleh pasangan orang tua dan anak. Dalam kegiatan ini, para peserta tampil percaya diri mengenakan busana muslim yang indah dan beragam. Selain menampilkan kreativitas berpakaian, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara orang tua dan anak. Yang paling menarik di sini adalah orang tua dan anak yang mengikuti kegiatan fashion show ini tidak hanya yang beragama Islam tetapi antusias dari pasangan orang tua dan anak yang non muslim juga menunjukkan nilai toleransi yang luar biasa mendukung turut mengisi acara perdana ini.

Tidak hanya itu, sekolah juga menghadirkan budaya “nganggung”, sebuah tradisi khas masyarakat Bangka Belitung yang mencerminkan semangat kebersamaan dan gotong royong. Dalam tradisi ini, para peserta membawa hidangan berupa kue mueh basah yang disusun di dalam dulang untuk kemudian dinikmati bersama. Melalui kegiatan nganggung, siswa diperkenalkan pada nilai budaya lokal yang sarat dengan makna kebersamaan, saling berbagi, dan persaudaraan.
Kepala sekolah SD Santa Maria Mentok menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangun karakter siswa agar lebih menghargai perbedaan dengan cara yang berbeda khususnya dalam kehidupan beragama, yakni merayakan Idul Fitri bersama di sekolah yang biasanya. Dengan mengenalkan dan merayakan hari besar agama secara inklusif, diharapkan para siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang toleran, menghormati sesama, serta memiliki rasa empati yang tinggi.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan nilai bahwa perbedaan adalah kekayaan yang harus dihargai. Dengan saling menghormati, anak-anak dapat belajar hidup berdampingan secara harmoni. Kegiatan Idul Fitri sekolah ini adalah acara perdana di SD Santa Maria yang tahun-tahun sebelumnya dilaksanakan halal bihalal dengan buka puasa bersama, tetapi karena tidak bisa diikuti oleh semua siswa dan orang tua mengingat waktu dan jarak tempuh sekolah dan tempat tinggal yang berbeda-beda jaraknya,” ujarnya.
Reporter: Maria S.
