Home » Diguyur DAMKAR! Apa yang Terjadi di PERJUSA SMA Santo Yusup?

Diguyur DAMKAR! Apa yang Terjadi di PERJUSA SMA Santo Yusup?

oleh humas YTK

Tanjung Balai Karimun, YTKNews.id – SMA Santo Yusup kembali menghadirkan pengalaman tak terlupakan bagi para siswanya melalui kegiatan Perkemahan Jumat-Sabtu (PERJUSA) yang digelar pada 6–7 Februari 2026 di lapangan sekolah. Selama dua hari satu malam, para siswa ditempa bukan hanya secara fisik, tetapi juga mental dan karakter, dalam balutan kegiatan kepramukaan yang penuh makna.
Kegiatan diawali dengan apel pembukaan sederhana namun khidmat yang dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, Ibu Devi Rosianna Simamora, S.Pd., selaku Kamabigus. Dalam amanatnya, beliau menegaskan bahwa Pramuka adalah “sekolah kehidupan”, tempat siswa belajar menjadi pribadi yang mandiri, mampu bekerja sama, terampil, dan sigap menghadapi berbagai situasi.
“PERJUSA ini bukan sekadar bermalam di tenda. Ini adalah proses pembentukan karakter agar kalian semakin berguna bagi keluarga, masyarakat, bahkan bagi diri sendiri,” pesannya penuh semangat sebelum secara resmi membuka kegiatan.
Semangat peserta semakin membara ketika Kak Riky Maulana dari Kwarran Karimun turut hadir memberikan motivasi. Ia membagikan kisah pengalamannya saat mengikuti PERJUSA di masa SMA. Menurutnya, keberhasilan mengikuti kegiatan di lingkungan sekolah ini bisa menjadi langkah awal untuk kegiatan perkemahan yang lebih besar di luar sekolah pada tahun mendatang. “Semangat dan maju terus SMA Santo Yusup!” serunya, disambut tepuk tangan meriah para peserta.
Setelah pembukaan, kegiatan langsung berjalan dinamis. Hari pertama diisi dengan makan siang bersama melalui program MBG, dilanjutkan dengan persiapan penampilan SEMAFOR oleh masing-masing sangga. Kebersamaan semakin terasa saat pukul 15.00 WIB para peserta mulai memasak untuk makan malam secara bergantian. Sangga putra dan putri berbagi tugas dengan penuh tanggung jawab, belajar mengatur waktu sekaligus melatih kerja sama tim.
Menjelang malam, suasana lapangan berubah hangat oleh cahaya Api Unggun. Di bawah langit malam, semangat para peserta menyala terang seiring kobaran api. Satu per satu sangga menampilkan kreasi SEMAFOR terbaik mereka. Kreativitas, kekompakan, dan keberanian tampil di depan umum menjadi suguhan yang memukau para juri maupun teman-teman yang menyaksikan.
Namun, kejutan belum berakhir. Saat sebagian peserta masih terlelap, tepat pukul 03.00 WIB, mereka dibangunkan untuk mengikuti jurit malam. Dalam gelapnya suasana dini hari, para siswa diuji keberanian dan ketangguhannya. Tantangan demi tantangan harus dilewati dengan mental kuat dan kerja sama tim yang solid. Meski menegangkan, pengalaman ini justru menjadi salah satu momen paling berkesan.

Memasuki hari kedua, aktivitas dimulai pukul 05.00 WIB dengan senam pagi yang menyegarkan. Setelah sarapan hasil masakan sendiri dan membersihkan area perkemahan, kegiatan dilanjutkan dengan materi dari tim DAMKAR tentang keselamatan dan penanggulangan kebakaran.
Suasana kembali riuh ketika sesi praktik dimulai. Para siswa diajak mencoba semprotan air dari mobil DAMKAR, bahkan beberapa di antaranya berkesempatan berkeliling menggunakan mobil pemadam kebakaran. Teriakan gembira dan tawa membasahi lapangan, menutup rangkaian kegiatan dengan penuh keceriaan.
Akhirnya, setelah penutupan singkat, para peserta kembali ke rumah masing-masing dengan tubuh lelah namun hati penuh cerita. PERJUSA tahun ini menjadi bukti bahwa Pramuka bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan wadah pembentukan karakter, seperti melatih kemandirian, tanggung jawab, keberanian, dan kebersamaan.
Dibangunkan pukul 03.00 WIB dan diguyur air DAMKAR?
Bagi siswa SMA Santo Yusup, itu bukan hukuman, melainkan pengalaman berharga yang akan selalu dikenang.

Semangat dan maju terus SMA Santo Yusup! (Tri)

Kontributor : Sri Nova Gressi Situmorang, S.Pd.

Anda mungkin juga suka