Mentok, YTKNews.id– Suasana merah merona menyelimuti selasar TK Santa Maria hari ini. Bukan tanpa alasan, sekolah ini baru saja bertransformasi menjadi panggung keceriaan bagi anak-anak usia prasekolah dalam perayaan Tahun Baru Imlek yang penuh semarak.
Dengan balutan busana cheongsam dan pakaian serba merah, para calon siswa ini tampak menggemaskan, membawa simbol keberuntungan ke setiap sudut lingkungan sekolah.

Kemeriahan dimulai di dalam ruang kelas. Alih-alih hanya duduk diam, anak-anak diajak menyelami tradisi lewat kegiatan mewarnai gambar lampion. Dengan tangan-tangan mungil yang masih kaku namun antusias, mereka menggoreskan krayon, memadukan warna merah dan emas di atas kertas.
Didampingi para orang tua dan guru, suasana belajar terasa hangat dan suportif. Miss Rona, salah satu guru di TK Santa Maria, menekankan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar seni.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin anak-anak lebih berani tampil. Kami menanamkan sejak dini bahwa merayakan perbedaan budaya adalah tentang sikap saling menghormati dan menghargai,” ungkap Miss Rona di sela-sela kesibukan mendampingi siswa.

Puncak keseruan bergeser ke halaman sekolah. Antusiasme memuncak saat Kepala Sekolah TK Santa Maria, Sumiyati, S.Pd., memanggil anak-anak untuk berkumpul.
“Siapa yang mau Ibu kasih angpao dan hadiah? Ayo, baris yang rapi ya!” seru Sumiyati disambut sorak sorai riang para siswa.
Sesi pembagian angpao dan kado ini menjadi momen yang paling dinantikan, memancarkan binar bahagia di wajah anak-anak. Tak berhenti di situ, acara ditutup dengan sesi foto bersama dan open house. Di atas meja yang telah ditata apik, berjajar toples berisi aneka kue kering dan manisan khas Imlek yang siap dinikmati bersama para orang tua.
Perayaan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan wujud nyata TK Santa Maria dalam merajut keberagaman di lingkungan sekolah sejak usia dini.
Kontributor: Gracia J. Biora
