Home » Dari Angpao Bekas Menjadi Cahaya Harapan, Kisah Hangat Kebersamaan Anak dan Orang Tua di TK Santa Agnes Belinyu

Dari Angpao Bekas Menjadi Cahaya Harapan, Kisah Hangat Kebersamaan Anak dan Orang Tua di TK Santa Agnes Belinyu

oleh Kordianus Nodin

Belinyu, YTKNews.id – Tawa riang anak-anak, semangat orang tua, dan warna merah yang penuh makna memenuhi halaman TK Santa Agnes Belinyu pada Rabu, 25 Februari 2026. Dalam rangka memeriahkan perayaan Tahun Baru Imlek 2026, sekolah ini menggelar kegiatan perlombaan membuat lampion dari angpao bekas. Sebuah kegiatan sederhana yang ternyata menghadirkan kebahagiaan besar dan momen kebersamaan yang menyentuh hati.

Sejak pagi hari, para murid datang bersama orang tua mereka dengan wajah penuh antusias. Di tangan mereka terlihat berbagai perlengkapan kerajinan, sementara angpao-angpao bekas yang biasanya hanya menjadi kenangan sesaat kini berubah menjadi bahan utama untuk menciptakan karya yang indah.

Dengan bimbingan penuh kasih dari orang tua, tangan-tangan kecil para murid mulai melipat, menempel, dan menyusun angpao menjadi lampion yang unik. Ada yang berbentuk bulat, ada yang dihiasi pita, bahkan ada yang dihiasi gambar-gambar lucu buatan anak-anak. Setiap lampion tidak hanya menunjukkan kreativitas, tetapi juga menyimpan cerita kebersamaan antara orang tua dan anak.

Kepala Sekolah TK Santa Agnes Belinyu, Ibu Santi, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk mempererat hubungan keluarga sekaligus menanamkan nilai kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Melalui kegiatan ini anak-anak belajar bahwa barang yang sudah digunakan masih bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang indah. Mereka juga belajar tentang makna budaya Imlek serta pentingnya kebersamaan,” ungkapnya.

Suasana semakin meriah ketika berbagai karya lampion mulai dipamerkan. Warna merah yang melambangkan keberuntungan dan kebahagiaan mendominasi hampir seluruh karya peserta, seolah menjadi simbol harapan baik bagi setiap keluarga yang hadir.

Salah satu orang tua peserta mengungkapkan rasa harunya dapat mengikuti kegiatan ini bersama anaknya.

“Biasanya kami hanya melihat anak belajar di sekolah. Tetapi hari ini kami bisa membuat sesuatu bersama. Rasanya sangat menyenangkan dan menjadi kenangan yang tidak akan terlupakan,” tuturnya sambil tersenyum.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara orang tua dan anak sambil memegang lampion karya mereka masing-masing. Di balik setiap foto yang diabadikan, tersimpan kebahagiaan sederhana yang begitu bermakna.

Melalui kegiatan ini, TK Santa Agnes Belinyu kembali menunjukkan bahwa pendidikan anak usia dini bukan hanya tentang belajar di kelas, tetapi juga tentang menumbuhkan kasih, kebersamaan, kreativitas, serta penghargaan terhadap budaya sejak usia dini.

Dan dari lampion-lampion kecil yang terbuat dari angpao bekas itu, terpancar cahaya harapan, bahwa anak-anak yang dibesarkan dengan cinta dan kebersamaan akan tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, peduli, dan penuh kebahagiaan.

TK Santa Agnes Belinyu – Tempat di mana anak belajar, berkarya, dan tumbuh dalam kasih.

Reporter: Kristiana Puspa Setyani

Anda mungkin juga suka