Mentok, YTKNews.id– Di saat mayoritas pelajar menikmati masa libur sekolah dengan bersantai, pemandangan berbeda terlihat dari 10 finalis Duta Pelajar SMP Santa Maria Mentok. Selasa pagi (24/3), layar monitor mereka tidak menampilkan permainan video atau film daring, melainkan sebuah ruang pertemuan virtual yang penuh dengan gagasan dan visi masa depan.
Bertajuk “Unlocking You”, kegiatan pembekalan daring ini menjadi bukti bahwa liburan bisa menjadi momentum paling produktif untuk bertransformasi. Sesi ini bukan sekadar pertemuan biasa; ini adalah ruang bagi para finalis untuk “membuka diri”, mengenali potensi tersembunyi, dan belajar cara mengemas kualitas diri tersebut menjadi sebuah personal branding yang kuat.

Mentoring oleh alumni sebagai bukti hubungan sekolah dengan alumni tetap eksis
Salah satu momen paling mendebarkan dalam pembekalan ini adalah sesi praktik presentasi diri secara daring. Di hadapan mentor dan rekan sejawat, setiap finalis ditantang untuk menceritakan siapa mereka, apa nilai yang mereka bawa, dan apa perubahan yang ingin mereka ciptakan. Kegiatan ini menghadirkan alumni SMP Santa Maria yang berprestasi yakni Arlen Revel Gadi, yang merupakan Bujang Bangka Barat 2025 dan 1st Runner Up Putra Pariwisata Indonesia.
Meski dibatasi oleh sekat layar, aura kompetisi sekaligus kolaborasi terasa sangat kental. Mereka belajar bahwa menjadi seorang duta bukan hanya soal penampilan di panggung fisik, tetapi juga tentang bagaimana menjaga etika, kontak mata dengan kamera, dan artikulasi bicara yang jelas dalam ruang digital.
Tak berhenti di praktik bicara, para finalis langsung dihadapkan pada tantangan kreatif menggunakan aplikasi Canva. Mereka diminta merangkum sari pati materi “Unlocking You” ke dalam satu halaman desain visual yang estetik namun tetap informatif. Di dalam satu ruang kerja digital bersama, sepuluh finalis ini saling beradu kreativitas, menyusun tata letak foto diri dan teks yang mencerminkan karakter unik mereka masing-masing.

Mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan partisipasi aktif
“Kami ingin mereka menjadi smart content creator. Seorang duta harus mampu mengomunikasikan ide-idenya tidak hanya lewat kata-kata, tapi juga lewat visual yang profesional,” ujar Arlen.
Setelah sukses “membuka diri” di ruang daring, tantangan yang jauh lebih besar sudah menanti di depan mata. Para finalis kini bersiap untuk tugas kedua yang lebih nyata yakni Duta Goes to School. Mereka akan diterjunkan secara berpasangan ke lima SD untuk memberikan presentasi dan kegiatan edukatif selama 60 menit.
Liburan kali ini mungkin terasa lebih melelahkan bagi kesepuluh finalis ini, namun inilah harga dari sebuah proses menjadi pionir. Dari balik layar laptop hari ini, mereka sedang membangun fondasi untuk menjadi pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas di kelas, tapi juga mampu menginspirasi dunia luar.
Siapakah yang akan tetap konsisten hingga malam final nanti? Perjalanan baru saja dimulai.
Kontributor: Suwito
