Home » Bukan Sekadar Membersihkan, SMP Santa Theresia Tanamkan Kesadaran Lingkungan Lewat Kokurikuler Kreatif

Bukan Sekadar Membersihkan, SMP Santa Theresia Tanamkan Kesadaran Lingkungan Lewat Kokurikuler Kreatif

oleh Marcelina Sandra

Pangkalpinang, YTKNews.id — Masalah sampah tidak akan pernah ada habisnya jika hanya diselesaikan dengan cara membersihkan. Berangkat dari keresahan tersebut, SMP Santa Theresia menggelar kegiatan Kokurikuler serentak bagi siswa kelas 7, 8, dan 9 pada 10-13 Maret 2026. Mengusung tema besar Kebersihan Lingkungan, kegiatan ini bertujuan mengubah pola pikir setiap murid agar lebih peduli terhadap bumi.

Khusus untuk kelas 8, koordinator tim kokurikuler mengusung tema spesifik: “Menjaga Kesadaran serta Menciptakan Kebersihan.” Fokus utamanya bukan sekadar memungut sampah, melainkan menyadarkan para murid bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas petugas kebersihan.

 

Hari Pertama dimulai dengan sesi materi yang menggugah logika. Para guru pendamping memberikan pertanyaan pemantik yang cukup menohok: “Jika setiap murid membuang satu plastik kecil sembarangan setiap hari, akan jadi gunung sampah seperti apa sekolah kita dalam setahun?”

Pertanyaan ini memaksa murid menganalisis bahwa sampah sekecil apa pun, jika dibuang tanpa kesadaran, akan menumpuk menjadi bukit sampah yang merusak keindahan dan kesehatan sekolah.

 

Pada hari kedua, Andreas Helpi, selaku tim kokurikuler kelas 8 memberikan materi mendalam mengenai jenis-jenis sampah, cara memilah, hingga durasi penguraian sampah di alam. Ia menekankan bahwa setiap tangan memiliki peranan penting dalam keberlangsungan hidup. Menariknya, para guru memberikan tantangan nyata berupa “Uji Kejujuran Permen”. Seluruh murid diberi permen, kemudian diamati secara diam-diam: apakah bungkus permen tersebut akan berakhir di tempat sampah atau justru berserakan di lantai GOR dan kelas. Tantangan ini menjadi tolak ukur sejauh mana teori yang dipelajari telah berubah menjadi aksi nyata.

Memasuki hari keempat, murid diajak melihat sampah dengan sudut pandang berbeda pada hari ketiga. Dalam kelompok, mereka mengolah sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, koran, hingga sedotan menjadi poster kreatif. Kegiatan ini membuktikan bahwa beberapa jenis sampah sebenarnya bisa dimodifikasi menjadi barang bernilai seni dan bermanfaat.

Pada kegiatan di hari terakhir, murid melakukan sesi laporan individu untuk melatih mental dan kemampuan berbicara di depan umum.

“Kegiatan ini tidak hanya fokus pada wawasan, tapi menekankan kesadaran mengolah sampah. Saya harap warga sekolah dapat berpartisipasi aktif menuju lingkungan yang asri.” ungkap Juan Alexander Syailendra (Kelas 8B) menyampaikan kesannya,

Senada dengan Juan, Michelle Fedora (Kelas 8C) menambahkan,

“Kegiatan ini sangat penting bagi kita sebagai generasi emas. Kita belajar langsung cara memilah dan mendaur ulang demi kelangsungan hidup manusia dan makhluk lainnya.” tambahnya.

 

Melalui kegiatan ini, sekolah berharap bahwa kebersihan bukan hanya tentang siapa yang membersihkan, tetapi tentang siapa yang tidak mengotori. Perubahan besar dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten. Mari jadikan SMP Santa Theresia sebagai rumah yang bersih, hijau, dan nyaman untuk tempat bertumbuh, berproses, serta berkarya.

Kontributor: Findi Xaverius

Anda mungkin juga suka