Pangkalpinang, YTKNews.id — Suasana di Seminari Menengah Mario John Boen mendadak riuh oleh tepuk tangan pada 18 April lalu. Di tengah perhelatan Semarak Lustrum III, kelompok paduan suara SMP Santo Paulus Pangkalpinang, Sanpaul Choir, berhasil mengukir sejarah baru dengan meraih Juara 2 pada lomba paduan suara tingkat SMP se-Pulau Bangka.
Pencapaian ini tergolong istimewa bagi sekolah tersebut. Dalam kompetisi yang diikuti oleh delapan peserta dari berbagai SMP di Pulau Bangka ini, Sanpaul Choir tampil memukau meski baru terbentuk pada awal Januari 2026. Di bawah bimbingan Edi Woda, guru Seni Budaya kelas 8, para siswa memulai segalanya dari nol. Sejak 11 Februari, mereka mendedikasikan waktu untuk berlatih intensif demi membawakan dua lagu: “Pelihara Rumah Bersama” karya Yopi Sogen, Pr dan “Hargai Perbedaan” ciptaan Fr. Gregorius.

Sanpaul Choir sendiri beranggotakan 25 siswa-siswi pilihan yang berasal dari kelas 7 dan 8. Menariknya, kepemimpinan di atas panggung dipercayakan sepenuhnya kepada Christian, yang juga merupakan seorang siswa, bertindak sebagai dirigen. Perpaduan suara dari berbagai tingkatan kelas ini mampu menciptakan keselarasan nada yang memikat hati para juri dan penonton yang hadir.
Aurelika, anggota tim dibagian sopran, mengakui perjalanan ini tidaklah mudah.

“Rasanya sangat menyenangkan walau sedikit capek karena harus pulang lebih lama. Tapi itulah perjuangan untuk mendapatkan apa yang kami impikan,” ujarnya.
Baginya, panggung ini bukan sekadar lomba, melainkan tempat belajar memberanikan diri tampil di depan umum.
Senada dengan itu, Moniqa Simanjuntak dari bagian alto merasa bangga karena ini adalah partisipasi perdana sekolah mereka dalam ajang paduan suara. Sementara itu, sang dirigen, Christian, menyebut kunci keberhasilan mereka adalah suasana latihan yang dibawa santai namun tetap serius.

Nanas Halawa, pendamping tim sekaligus guru Bimbingan Konseling, mengungkapkan rasa bangganya atas kekompakan para siswa. Menurutnya, harmoni yang tercipta di panggung adalah cerminan dari rasa saling percaya.
“Kami belajar bahwa keindahan paduan suara tidak hanya pada teknik, tetapi pada rasa saling mendukung. Dukungan dari kepala sekolah dan seluruh murid menjadi kekuatan tambahan kami,” kata Nanas.
Prestasi ini menjadi pesan kuat bagi Sanpaul Choir untuk tidak cepat puas. Dengan semangat solidaritas yang tinggi, langkah pertama yang berani ini diharapkan menjadi pembuka jalan bagi prestasi-prestasi yang lebih tinggi di masa depan.
Kontributor: Edi
