Home » Bukan Melarang, Guru SMP Santa Maria Justru Ajak Siswa ‘Berkawan’ dengan AI, Ini Strateginya!

Bukan Melarang, Guru SMP Santa Maria Justru Ajak Siswa ‘Berkawan’ dengan AI, Ini Strateginya!

oleh Suwito

Pangkalpinang,YTKNews.id–Pagi itu, sinar matahari Pangkalpinang terasa hangat menyentuh kompleks Perkantoran Gubernur Kepulauan Bangka Belitung. Namun, kehangatan yang sesungguhnya justru saya temukan di dalam ruang Pasir Padi, Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, tempat para guru Bahasa Indonesia, pustakawan, dan pegiat literasi se-Bangka Belitung berkumpul pada 5-7 Mei 2026. ​Saya hadir di sana bukan sekadar sebagai guru dari SMP Santa Maria, melainkan sebagai kawan diskusi yang ingin membedah satu fenomena besar yang tengah merombak wajah dunia pendidikan kita: Kecerdasan Buatan (AI).

Bimtek Literasi Informasi ini adalah sebuah kehormatan sekaligus momen refleksi bagi saya. Saya merasa kecil namun bersemangat saat bersanding dengan tokoh-tokoh senior yang luar biasa.
​Ada Bapak Erwin,S.E,M.M.,Ph.D., dosen dari ISB Atma Luhur yang membedah literasi dari kacamata akademis yang tajam, serta Pak Dedy Mulyadi, S.Sos., M.Si. seorang pustakawan inspiratif dari Sukabumi, Jawa Barat, yang membawa perspektif praktis mengenai analisis dan diseminasi informasi. Kehadiran mereka memberi bobot lebih pada diskusi kami tentang bagaimana menjaga marwah literasi di tengah gempuran teknologi.


​Dalam sesi saya, fokus utama yang saya bagikan adalah mengenai penelusuran dan sumber informasi di era AI. Kita tidak bisa menutup mata bahwa anak muda, termasuk siswa-siswi kami di SMP Santa Maria, kini hidup berdampingan dengan algoritma.

​”AI bisa menjadi asisten yang cerdas, namun ia tak boleh menggantikan kemampuan kita untuk berpikir kritis.”

​Pesan itulah yang saya tekankan. Di sekolah, saya melihat bagaimana AI bisa membantu siswa menemukan referensi dalam hitungan detik. Namun, tanpa kecakapan literasi yang mumpuni, teknologi ini justru bisa menjadi jebakan informasi palsu atau hallucination (informasi fiktif yang dianggap nyata oleh AI).

​Bijak Mengolah Informasi
​Berbagi pengalaman tentang implementasi AI di SMP Santa Maria kepada rekan-rekan guru dan pegiat literasi se-Babel menjadi momen yang emosional. Saya menekankan bahwa literasi informasi hari ini bukan lagi sekadar soal “bisa membaca”, tapi soal “bijak memverifikasi”.

​Harapan untuk Bangka Belitung

​Tiga hari di kantor gubernur ini memberikan optimisme baru. Melihat antusiasme para pustakawan dan guru Bahasa Indonesia, saya yakin bahwa Bangka Belitung siap menghadapi transformasi digital.

​Kita tidak perlu takut pada kehadiran AI. Sebaliknya, kita harus merangkulnya dengan kewaspadaan yang cerdas. Sebagai pendidik, tugas kita bukan untuk melarang teknologi, melainkan untuk membekali generasi muda dengan “kompas” moral dan intelektual agar mereka tidak tersesat dalam rimba informasi yang kian kompleks.

​Bagi saya pribadi, perjalanan dari ruang kelas SMP Santa Maria menuju panggung Bimtek tingkat provinsi ini adalah pengingat bahwa literasi adalah perjalanan belajar yang tidak pernah usai baik bagi siswa, maupun bagi gurunya.

Anda mungkin juga suka