Home » Berlayar Lebih Dalam, Tata Kelola Yayasan Tunas Karya pun Menjadi Kiblat Inspirasi MPK Keuskupan Agung Medan

Berlayar Lebih Dalam, Tata Kelola Yayasan Tunas Karya pun Menjadi Kiblat Inspirasi MPK Keuskupan Agung Medan

oleh Redaktur Ytknews

Batam, YTKNews.id—-Rabu pagi itu, 6 Mei 2026, di Batam Centre, suasana di kompleks persekolahan Yos Sudarso tampak berbeda dari biasanya. Ada rombongan tamu Istimewa. Mereka datang dengan binar rasa ingin tahu yang besar. Sebanyak 40 peserta, mulai dari Pastor, Frater, Bruder, Suster, hingga awam yang tergabung dalam Majelis Pendidikan Katolik (MPK) Keuskupan Agung Medan, hadir bukan sekadar untuk pelesir. Mereka datang demi sebuah misi penting: menimba ilmu dan melihat langsung dapur kualitas pendidikan Yayasan Tunas Karya (YTK).

Selama dua hari, tanggal 6 dan 7 Mei 2026, kompleks TK, SD, SMP, hingga SMA Yos Sudarso Batam Centre resmi menjadi locus (pusat) studi tiru. Di balik nama besar YTK, ada rasa penasaran yang besar dari para pegiat pendidikan Medan tentang bagaimana yayasan milik Keuskupan Pangkalpinang ini bertransformasi begitu hebat dalam sepuluh tahun terakhir.

Ketua YTK, Romo Servasius Samuel, S.Psi, M.Psi—atau yang akrab disapa Romo Sam—menyambut hangat rombongan. Dengan gaya yang tenang khas seorang psikolog, Romo Sam memperkenalkan satu per satu punggawa di balik layar: para Kepala Sekolah, Kepala Divisi, hingga jajaran Dewan Pengurus, Pengawas, dan Pembina.

Pada momen inilah, Romo Sam membagikan rahasia besar di balik semangat YTK yang makin “duc in altum” (berlayar lebih dalam). Salah satu keunikannya adalah pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) yang dilakukan secara bergilir di 5 pulau besar, Bangka, Belitung, Bintan, Batam dan Karimun.

“Supaya setiap wilayah merasakan bagaimana memikirkan bersama tentang yayasan,” ungkap Romo Sam yang juga menjabat sebagai Direktur Lembaga Psikologi Persona (LPT) ini.

Ketika MPK KA Medan mendengarkan sharing dari Kepala SD Yos sudarso I

Namun, daya tarik utama YTK tidak berhenti pada Raker yang berpindah tempat. Struktur dan sistem kerja merekalah yang membuat MPK KA Medan berdecak kagum. YTK memiliki metode khas dalam menyusun Rencana Strategis (Renstra) yang dibangun dari bawah melalui Evaluasi Diri Sekolah (EDS).

Adrick Bernardy dan Siprianus, dua sosok di jajaran Pengurus YTK, mengupas tuntas proses ini. Siprianus menceritakan bagaimana proses eksplorasi identitas YTK dimulai dari pembentukan tim kerja hingga melahirkan indikator-indikator yang jelas.

Ketua YTK, RD Servasius Samuel memberi kenang-kenangan kepada Ketua MPK KAM, RP Chrispinus Silalahi, OFM Cap

“Kami menjaring kebutuhan dari bawah. Semua pegawai melakukan EDS di unit masing-masing. Hasil analisis dari bawah inilah yang kemudian dirumuskan menjadi draf pedoman, difinalisasi, hingga akhirnya dibahas dalam Pleno Renstra di RKAT,” jelas Siprianus, mengenang proses dialektika yang panjang namun sistematis tersebut.

Yang membuat formula ini semakin kokoh adalah fondasinya. Romo Sam menegaskan bahwa seluruh proses EDS dan Renstra YTK tidak melulu soal manajemen modern, melainkan bersumber dari Ajaran Sosial Gereja yang dikombinasikan dengan visi-misi Keuskupan Pangkalpinang.

“Hal inilah yang menjadi brand image Yayasan Tunas Karya,” pungkas Romo Sam.

Dua hari berlalu begitu cepat, namun rombongan dari Medan pulang membawa oleh-oleh yang tak ternilai harganya: sebuah formula tentang bagaimana mengelola pendidikan Katolik dengan profesionalisme modern tanpa kehilangan esensi spiritualitas Gereja. (sfn)

Para suster, anggota MPK Keuskupan Medan dan Pangkalpinang

Reporter : Stefan Kelen Pr

 

Anda mungkin juga suka