Pangkalpinang, YTKNews.id — Komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan kembali membuahkan hasil bagi SMP Santa Theresia. Sekolah ini berhasil meraih penghargaan atas konsistensi dan kreativitasnya dalam mengedukasi masyarakat melalui program pemilahan sampah berbasis video vlog pada puncak perayaan Hari Kesatuan Gerak (HKG) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ke-54 yang digelar pada 26 Oktober 2026 di Aula Betason, Kantor Wali Kota Pangkalpinang.
Istimewanya, piala dan piagam penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Pangkalpinang, Prof. H. Saparudin, Ph.D. Acara yang berlangsung meriah ini turut disaksikan oleh jajaran pimpinan daerah serta seluruh camat dan lurah se-Kota Pangkalpinang.
Program pemilahan sampah di SMP Santa Theresia sejatinya telah menjadi budaya sehari-hari warga sekolah. Melalui media video vlog, para murid dan guru secara kreatif mendokumentasikan serta membagikan langkah-langkah praktis pengelolaan sampah agar dapat menginspirasi sekolah lain maupun masyarakat umum.
Hadir untuk menerima penghargaan tersebut, Haidar Rizaldi, selaku perwakilan SMP Santa Theresia, mengungkapkan rasa bangga dan bahagianya atas apresiasi yang diberikan oleh Pemerintah Kota Pangkalpinang.
“Puji syukur dan bangga luar biasa. Penghargaan ini merupakan buah dari kerja keras serta komitmen seluruh warga SMP Santa Theresia, mulai dari jajaran guru, para murid, hingga staf, yang tak lelah membudayakan pemilahan sampah di lingkungan sekolah,” ungkap Haidar seusai menerima penghargaan di atas panggung.
Ia juga menambahkan bahwa penghargaan yang diserahkan langsung oleh wali kota tersebut menjadi penyemangat baru bagi sivitas akademika SMP Santa Theresia untuk terus berinovasi dalam gerakan peduli lingkungan.
“Penyerahan penghargaan ini secara langsung oleh Bapak Wali Kota Pangkalpinang tentu menjadi motivasi besar bagi kami. Harapannya, aksi sederhana yang kami kemas melalui vlog ini dapat membawa dampak nyata dan menginspirasi lebih banyak orang demi mewujudkan Kota Pangkalpinang yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” lanjutnya.
Lebih dari sekadar acara seremonial, perayaan HKG PKK ke-54 ini menjadi kesempatan berharga untuk memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, kader PKK, dan pemerintah daerah. Keberhasilan SMP Santa Theresia membuktikan bahwa generasi muda memegang peranan strategis sebagai agen perubahan (agent of change) dalam mengatasi persoalan sampah di kota. Dengan memanfaatkan platform digital seperti vlog, pesan-pesan edukasi lingkungan dapat disampaikan secara menarik, komunikatif, dan mudah diterima oleh khalayak luas.
SMP Santa Theresia berkomitmen untuk tidak berpuas diri serta terus mengkaji dan mengintegrasikan semangat pelestarian lingkungan ke dalam kegiatan sekolah. Upaya tersebut mencakup pengolahan sampah organik menjadi kompos, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai di area kantin, hingga pengembangan jaringan sekolah hijau (green school). Harapannya, kesadaran yang dipupuk sejak bangku sekolah ini dapat menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan ekosistem Kota Pangkalpinang yang semakin indah, asri, dan berkelanjutan.
Kontributor: Alexander
