Sungailiat, YTKNews.id – Suasana kegiatan belajar mengajar di SMP Maria Goretti pada Selasa, 27 Oktober 2026, tampak sedikit berbeda dari biasanya. Sejak pukul 08.00 WIB, ruang perpustakaan sekolah disulap menjadi area layanan kesehatan saat petugas Puskesmas Sungailiat hadir untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan berkala. Kegiatan yang telah menjadi agenda tahunan ini merupakan wujud nyata kerja sama antara pihak sekolah dan puskesmas dalam memantau kondisi kesehatan peserta didik.
Pemeriksaan kesehatan kali ini menyasar seluruh siswa kelas VII dan VIII, baik laki-laki maupun perempuan. Pemeriksaan fisik yang dilakukan meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan mata, telinga, dan gigi, serta pengukuran tekanan darah.
Selain pemeriksaan fisik dasar, tim medis juga melakukan pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) dan glukosa darah kepada para siswa. Langkah preventif ini dilakukan sebagai upaya mendeteksi potensi gangguan kesehatan sejak dini. Pola makan yang kurang sehat dan tingginya konsumsi minuman manis di kalangan remaja menjadi perhatian karena dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk anemia dan gangguan kadar gula darah. Kondisi kesehatan tertentu bahkan dapat memerlukan penanganan medis lebih lanjut, seperti hemodialisis.
Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung kesehatan siswa dan menindaklanjuti temuan tersebut, pihak sekolah mengambil langkah tegas dengan melarang kantin sekolah menjual segala jenis minuman berasa dalam kemasan. Kebijakan ini diberlakukan untuk membatasi konsumsi gula berlebih sejak dini di lingkungan sekolah.
Agar pemeriksaan berjalan tertib dan tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar, para siswa dipanggil secara bergantian menuju ruang perpustakaan. Dengan pengaturan waktu yang baik, kegiatan pembelajaran di kelas tetap dapat berlangsung secara kondusif.
Fitri, salah satu tenaga medis dari Puskesmas Sungailiat yang bertugas dalam kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan berkala memiliki peran penting dalam mendeteksi gangguan kesehatan pada anak sejak dini.
“Kegiatan ini merupakan bentuk ikhtiar kita bersama untuk mendeteksi kesehatan anak-anak sedini mungkin. Apabila ditemukan adanya indikasi atau gejala gangguan kesehatan, dapat segera diperiksa dan menjalani pengobatan lebih lanjut sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius,” ujar Fitri di sela-sela kegiatan.
Pemeriksaan berlangsung dengan tertib dan lancar. Kendati demikian, suasana khas dunia sekolah tetap terasa ketika beberapa siswa terlihat takut saat harus menjalani pengambilan sampel darah. Berbagai ekspresi polos dan tegang dari para siswa sempat mencairkan suasana di ruang pemeriksaan.
Tidak hanya siswa, para tenaga pendidik juga menunjukkan antusiasme yang tinggi. Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan siswa selesai, beberapa guru turut memeriksakan kesehatan mereka. Puji Tuhan, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa para guru berada dalam kondisi sehat.
Sementara itu, Sri Ninta Febriyana Agata, guru penanggung jawab Unit Kesehatan Sekolah (UKS) SMP Maria Goretti, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan rutin tersebut. Menurutnya, kerja sama di bidang kesehatan ini sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang peserta didik.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena dinilai sangat baik dan penting bagi anak-anak. Sekolah bukan hanya sekadar tempat menimba ilmu akademik, tetapi juga menjadi rumah kedua bagi mereka. Melalui sinergi ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh siswa berada dalam kondisi yang sehat, sehingga mereka dapat belajar dengan optimal dan bersemangat,” ungkap Sri Ninta.
Melalui sinergi yang berkelanjutan antara pihak sekolah dan fasilitas kesehatan setempat, serta dukungan kebijakan kantin sehat, diharapkan kesadaran seluruh warga sekolah akan pentingnya menjaga pola hidup sehat dan membatasi konsumsi gula semakin meningkat. Dengan demikian, upaya ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya generasi yang lebih sehat, bugar, dan produktif.
Kontributor: Dewi Susanti
