Home » Dari Hati untuk Pendidikan: Serah Terima Asrama Santa Theresia Rempang kepada Yayasan Tunas Karya

Dari Hati untuk Pendidikan: Serah Terima Asrama Santa Theresia Rempang kepada Yayasan Tunas Karya

oleh humas YTK

Rempang, YTKNews.id – Suasana haru dan syukur mewarnai acara serah terima Asrama Santa Theresia Rempang kepada Yayasan Tunas Karya yang berlangsung pada Senin, 26 Oktober 2026, di gedung serbaguna. Kegiatan yang mengusung tema “Mewujudkan Layanan Pendidikan yang Adil dan Humanis” ini menjadi momentum penting dalam keberlanjutan pelayanan pendidikan dan pembinaan anak-anak di lingkungan asrama.

Serah terima tersebut bukan sekadar pengalihan pengelolaan bangunan fisik, tetapi juga merupakan bentuk penyerahan tanggung jawab, harapan, dan komitmen untuk terus mendukung masa depan pendidikan anak-anak.

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB ini dihadiri oleh Uskup Keuskupan Pangkalpinang, Prof. Dr. Mgr. Adrianus Sunarko, OFM, selaku Ketua Pembina Yayasan Tunas Karya; RD Servasius Samuel, S.Psi., M.Psi., Psikolog, selaku Ketua Yayasan Tunas Karya; RD Daniel Dionisius, selaku Pastor Paroki Malaikat Agung Gabriel; pengurus Yayasan Tunas Karya; kepala sekolah YTK Batam; para suster Kongregasi SJMJ; perwakilan Komite Sekolah; para tamu undangan; para guru dan karyawan SD Santo Ignatius Loyola; serta anak-anak Asrama Santa Theresia Rempang.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Perayaan Ekaristi bersama Bapak Uskup, para romo, diakon, para suster, dan umat di Kapel Santo Ignatius Loyola Rempang. Setelah Perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan acara ramah tamah di gedung serbaguna.

Dalam kesempatan tersebut, Bapak Paulus Uran menyampaikan sejarah singkat pembangunan Asrama Santa Theresia. Ia mengungkapkan bahwa asrama ini bukan hanya sekadar bangunan tempat tinggal, melainkan rumah kedua bagi anak-anak untuk membentuk karakter, mengembangkan potensi, dan menumbuhkan nilai-nilai persaudaraan.

“Asrama ini bukan hanya dinding dan atap. Ini adalah rumah kedua, tempat karakter dibentuk, mimpi-mimpi dirajut, dan persaudaraan dibangun. Penyerahan ini adalah amanah besar bagi kami untuk terus menjaga dan mendidik anak-anak dengan hati,” ujar beliau.

Lebih lanjut, kehidupan di asrama menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter anak-anak. Berbagai kebiasaan positif ditanamkan dalam keseharian, mulai dari berdoa Rosario bersama pada sore hari, mengantre makan dengan tertib, menyapa dengan santun, hingga belajar saling memaafkan.

Asrama Santa Theresia dibangun melalui proses panjang yang dilandasi kepedulian dan komitmen untuk menyediakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak-anak. Selain memperoleh pendidikan formal di sekolah, anak-anak juga membutuhkan lingkungan yang membentuk nilai kesederhanaan, ketaatan, belas kasih, kemandirian, toleransi, tanggung jawab, dan keimanan.

Setiap bagian asrama dirancang untuk menciptakan suasana yang nyaman dan mendukung kehidupan anak-anak. Dinding dengan warna-warna cerah serta jendela yang lebar menjadi bagian dari upaya menghadirkan lingkungan yang menyenangkan dan mendukung proses belajar.

Pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas melalui pengembangan kemampuan intelektual, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari melalui pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai kehidupan. Dalam hal ini, asrama memiliki peran penting sebagai tempat anak-anak belajar hidup mandiri, bertanggung jawab, dan membangun relasi dengan sesama.

Melalui serah terima ini, diharapkan Yayasan Tunas Karya dapat melanjutkan pelayanan dan pembinaan yang telah dirintis sehingga Asrama Santa Theresia tetap menjadi rumah kedua yang memberikan kasih, perhatian, dan kesempatan bagi anak-anak untuk bertumbuh serta meraih cita-cita.

Puncak kegiatan ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima oleh Pastor Paroki Malaikat Agung Gabriel dan Ketua Yayasan Tunas Karya. Prosesi tersebut disaksikan oleh ketua divisi, kepala sekolah, guru dan karyawan, para suster Kongregasi SJMJ, tamu undangan, serta anak-anak asrama.

Setelah penandatanganan, acara dilanjutkan dengan penampilan dari anak-anak Asrama Santa Theresia Rempang. Rangkaian kegiatan tersebut juga diiringi doa bersama sebagai ungkapan syukur dan harapan agar asrama senantiasa diberkati, dijauhkan dari perselisihan, serta menjadi tempat yang dipenuhi kedamaian dan kebersamaan.

Selanjutnya, Bapak Uskup, Ketua Yayasan Tunas Karya, kepala divisi, Pastor Paroki, dan Kepala Sekolah SD Santo Ignatius Loyola berkesempatan meninjau langsung fasilitas asrama. Dalam kunjungan tersebut, mereka juga berbagi cerita dan berdialog bersama para suster mengenai kehidupan serta pembinaan anak-anak di asrama.

Dengan dilaksanakannya serah terima ini, Asrama Santa Theresia Rempang secara resmi berada di bawah naungan Yayasan Tunas Karya. Peralihan pengelolaan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat pelayanan pendidikan yang berlandaskan kasih, kepedulian, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Tanggung jawab untuk menjaga dan mengembangkan asrama menjadi komitmen bersama. Melalui kerja sama dan kepedulian seluruh pihak, Asrama Santa Theresia diharapkan terus menjadi tempat yang tidak hanya menyediakan hunian bagi anak-anak, tetapi juga menjadi ruang untuk bertumbuh, belajar, membangun karakter, dan mempersiapkan masa depan.

Tim Humas SD Santo Ignatius Loyola

Asrama Santa Theresia telah berganti nakhoda, tetapi semangat pelayanannya tetap sama: menjadi rumah kedua yang penuh kasih, tempat mimpi-mimpi disemai dan masa depan dipersiapkan.

Selamat mengemban amanah baru, Yayasan Tunas Karya. Terima kasih atas cinta dan pengabdian yang telah menjadi bagian dari perjalanan Asrama Santa Theresia.

Kontributor: Elviana Anastasia Anu, S.Pd.

Anda mungkin juga suka